Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

UNWIRA KUPANG

Unwira Selenggarakan Bimtek Izin Belajar Pendidikan Tinggi Tahun 2023

 

(Foto: Dokumentasi Unwira)


Kupang, CAKRAWALANTT.COM - Pada Rabu (21/06/2023), Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Izin Belajar Pendidikan Tinggi Tahun 2023.

 

Bertempat di Ballroom St. Hendrikus, Gedung Rektorat Lantai IV, Kampus Penfui, kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan Konsulat Timor Leste di Kupang, perwakilan Direktorat Kelembagaan, Kepala Imigrasi Kelas I TPI Kupang, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Dili, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XV, Rektor UNWIRA, Para dekan dan Kaprodi se-UNWIRA, para operator mahasiswa/i asing di Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Perguruan Tinggi Swasta (PTS), dan Sekolah Tinggi, serta mahasiswa/i asing dari beberapa Perguruan Tinggi di  Nusa Tenggara Timur (NTT).

 

Dalam laporan panitia, Yohanes Ovaritus Jagom, S.Pd., M.Pd., Kepala BAAK UNWIRA, menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan bagian akademik.


Baca juga: Bahas Inovasi Pelayanan Publik, UNWIRA Selenggarakan Kuliah Umum BersamaBiro Organisasi Setda NTT dan Ombudsman RI Perwakilan NTT 


“Kegiatan ini dimaksudkan untuk meminimalisasi kendala-kendala yang terjadi dalam pengajuan izin belajar dan visa pelajar,” ujar Yohanes.



Lebih lanjut, Yohanes menjelaskan beberapa tujuan kegiatan BIMTEK, antara lain: 1) Agar operator PTN dan PTS di LLDIKTI Wilayah XV mampu memahami secara baik tentang pengelolaan sistem bagi mahasiswa/i asing; 2) Sebagai wujud nyata dari upaya membangun kerja sama dengan beberapa pihak; dan 3) Agar mahasiswa/i asing mampu memahami segala bentuk alur dan persyaratan dalam mengurus berkas administrasi.

 

Sementara itu, dalam sambutannya, Joaquim Jacob Fernandes, Pimpinan Konsulat Timor Leste di Kupang, menyampaikan terima kasih dan apresiasinya terhadap kegiatan BIMTEK.

 


“Melalui kegiatan ini, mahasiswa/i dapat lebih memahami segala proses untuk dapat bersekolah dan berkuliah di Indonesia, sehingga semua masalah dan kendala yang selama ini dialami dapat segera terselesaikan demi kelancaran dan kenyamanan mereka menimba ilmu di Indonesia,” ungkap Joaquim.

 


Joaquim juga berharap agar lebih banyak PT ke depannya yang terlibat dan memberikan dukungan untuk menyelenggarakan kegiatan BIMTEK, sehingga dapat mempermudah domisili dan proses belajar mahasiswa/i asing di Indonesia, khususnya di NTT.

 


Kemudian, Prof. Dr. Adrianus Amheka, ST., M.Eng., Kepala LLDIKTI Wilayah XV, menyinggung soal peluang dan tantangan bonus demografi di tahun 2030.


Baca juga: Reformasi dan Regenerasi ORMAWA: Rektor UNWIRA Melantik Pengurus DPM dan BEM UNWIRA Periode 2023-2024 


“PT di NTT perlu melihat dan mencari cara untuk memanfaatkan bonus demografi sebagai aspek potensial yang kita miliki saat ini,” ujar Prof. Adrianus, Guru Besar di Politeknik Negeri Kupang.

 

Mengenai peluang dan tantangan ini, Prof. Adrianus menegaskan bahwa LLDIKTI Wilayah XV berkomitmen untuk mengawal dan memberikan dukungan dari berbagai aspek untuk mencapai Indonesia maju dan masyarakat unggul.

 

Selain itu, perwakilan Direktorat Kelembagaan menyatakan siap untuk membantu semua kendala administrasi yang dialami oleh mahasiswa/i asing selama ini.

 

“Kami tidak ada niat untuk mempersulit proses administrasi. Jadi, tujuan kehadiran kami ialah untuk memperbaiki segala sesuatu yang belum sesuai dengan aturan yang berlaku di Indonesia, baik dari sisi keimigrasian, kelembagaan, dan keamanan,” kata perwakilan Direktorat Kelembagaan.



Lebih dari itu, melalui perwakilannya, Direktorat Kelembagaan memotivasi PTN dan PTS di Indonesia, khususnya di NTT, agar dapat merekrut lebih banyak mahasiswa/i asing karena hal tersebut dapat meningkatkan mutu dan akreditasi PT.

 

Selanjutnya, Pater Dr. Philipus Tule, SVD., Rektor UNWIRA, mengharapkan adanya kerja sama antara PTN dan PTS untuk membantu mahasiswa/i asing di Indonesia.

 

“Setiap dosen atau setiap pimpinan Program Studi (Prodi) harus lebih memperhatikan keberadaan mahasiswa/i asing. Pimpinan Prodi atau dosen perlu memiliki kesadaran untuk memberikan pelayanan yang baik dan bertanggung jawab bagi mahasiswa/i, khususnya mahasiswa/i asing,” tegas Rektor UNWIRA yang biasa dipanggil Pater Llipus.



Pater Lipus juga menyampaikan harapannya untuk mennyediakan homestay, boarding house, dan asrama untuk mahasiswa/i asing yang sulit memperoleh penginapan yang baik dan nyaman di Indonesia.


Baca juga: Prodi Pendidikan Fisika dan Pendidikan Matematika UNWIRA Raih Akreditasi“Baik Sekali”  


“Saya berharap agar kegiatan BIMTEK ini dapat memberikan masukan yang bermanfaat untuk mahasiswa/i asing dan lembaga penyelenggara pendidikan tinggi di Indonesia,” pungkas Pater Lipus, ahli dan dosen Filsafat Islam (Islamologi) UNWIRA. (Ocha Saru/MDj/red)


Post a Comment

0 Comments