Kupang, CAKRAWALANTT.COM - Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB), Universitas
Katolik Widya Mandira, mengadakan kuliah praktisi dengan tema "Perempuan
dalam Pusaran Pembangunan: Dari Aspirasi ke Anggaran", yang menghadirkan
Ana Waha Kolin, S.H., Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi NTT, sebagai
narasumber utama.
Kuliah ini dilaksanakan di Aula A 300 Kampus
Merdeka UNWIRA, pada Rabu (25/06/2025) dan diikuti oleh para dosen Program
Studi Ekonomi Pembangunan serta mahasiswa yang mengambil mata kuliah
Perekonomian Indonesia.
Kegiatan yang dimoderatori oleh Emiliana Martuti
Lawalu, S.E, M.E., selaku Dosen Prodi Ekonomi Pembangunan, berlangsung dinamis
dan interaktif. Kuliah praktisi ini menjadi bagian dari implementasi
pembelajaran berbasis praktisi yang bertujuan mempertemukan dunia akademik dengan
realitas kebijakan publik secara langsung.
Dalam pemaparannya, Ana Waha Kolin, mengajak
para peserta untuk menelaah kembali peran strategis perempuan dalam proses
pembangunan nasional. Ia menyampaikan bahwa perempuan tidak hanya berperan
sebagai penggerak perubahan di berbagai lini sosial dan ekonomi, tetapi juga
sebagai pihak yang paling terdampak oleh kebijakan pembangunan.
“Pembangunan yang berkelanjutan tidak akan
tercapai tanpa adanya kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Itu bukan
hanya tujuan, tapi syarat mutlak,” jelas Ana.
Ia juga menyoroti pentingnya fungsi pengawasan
dari masyarakat terhadap proses penyusunan dan pelaksanaan anggaran agar
kebijakan yang dihasilkan benar-benar berpihak pada kelompok rentan, seperti
perempuan, anak-anak, dan penyandang disabilitas. Kepada mahasiswa, Ana
memberikan dorongan moral agar terus mengasah kemampuan berpikir kritis dan
aktif berdiskusi sebagai bekal menjadi generasi pemimpin masa depan yang mampu
menyuarakan kepentingan publik secara adil dan inklusif.
Sesi dilanjutkan dengan dialog terbuka antara
narasumber dan mahasiswa. Pertukaran pandangan berlangsung hangat, dengan
berbagai pertanyaan kritis seputar implementasi kebijakan inklusif dan peran
legislator dalam mengawal anggaran responsif gender.
Karolina Tanau, mahasiswa Program Studi
Akuntansi, menyampaikan kesan positif terhadap kegiatan ini. Ia menyampaikan
bahwa kegiatan seperti ini sangat membuka wawasan mahasiswa mengenai bagaimana
teori di kelas berkaitan erat dengan kebijakan publik dan kehidupan nyata.
“Saya jadi lebih paham bagaimana perempuan juga
perlu berani menyuarakan aspirasi dalam pembangunan dan bagaimana anggaran itu
tidak hanya angka, tapi juga menyangkut keadilan untuk semua, termasuk
perempuan,” terang Karolina.
Ia berharap, ke depan, kuliah praktisi seperti
ini dapat terus diadakan dengan menghadirkan narasumber dari berbagai bidang
agar mahasiswa dapat melihat secara langsung tantangan dan peluang yang ada di
lapangan.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan piagam
penghargaan kepada narasumber dan sesi dokumentasi bersama seluruh peserta. (Emil/Yosefa Saru)





0 Comments