Latest News

E-MAGAZINE
HERE WE ARE

NEWS

HERE WE ARE

ARTICLE

E-MAGAZINE

Recent Posts

Tuesday, 19 January 2021

HADAPI PANDEMI, UCB TIDAK TERKENDALA PEMBELAJARAN DARING


Kota Kupang, CAKRAWALANTT.COM –
Menghadapi pandemi Covid-19, Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang tidak terkendala dalam menerapkan sistem pembelajaran daring. Hal tersebut diutarakan Rektor UCB, Prof. Dr. Frans Salesman, S.E., M.Kes., ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (18/01/2021).

 

Menurutnya, UCB sudah menerapkan metode pembelajaran daring sebagai kebiasaan sebelum masa pandemi sehingga tidak berpengaruh dalam proses perkuliahan. Di sisi lain, dosen dan tenaga pimpinan juga menerapkan metode shift sesuai regulasi kampus. Maka dari itu, dalam merespon surat edaran Walikota Kupang sejak 13 Januari 2021 terkait Penerapan PSBB, UCB siap secara penuh menjalani proses pembelajaran daring tanpa kendala.

 

“Kami merespon 100% surat edaran terkait PSBB selama pandemi. Selama ini kita sudah lama menerapkan metode perkuliahan daring. Jadi situasi covid seperti ini tidak berpengaruh. Metode pembelajaran daring sudah digunakan sejak 2 tahun bersama Universitas Terbuka untuk Mata Kuliah Pancasila, Kewarganegaraan, dan Bahasa Indonesia. Selain itu, sejak setahun yang lalu kita bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi untuk menerapkan perkuliahan daring seperti Universitas Padjadjaran untuk 11 mata kuliah, Universitas Tekhnologi Mataram untuk 5 mata kuliah. Di sisi lain, fasilitas dan peralatan teknologi UCB yang cukup memadai. Dengan begitu, kualitas pembelajaran UCB sudah baik karena bekerja sama dengan beberapa Universitas terbaik di Indonesia,” ungkapnya.

 

Menurutnya, selama masa perkuliahan daring yang terintegrasi bersama Universitas Padjadjaran tersebut, anak NTT mempunyai potensi akademik yang luar biasa. Hal tersebut terbukti saat melakukan pembelajaran bersama mahasiswa Farmasi Universitas Padjajaran. Dalam proses pembelajaran bersama tersebut, mahasiswa farmasi UCB dapat memperoleh nilai yang memuaskan, serta diapresiasi oleh universitas lain. Baginya, mutu pendidikan tergantung pada aksestibilitas.

 

Praktik Lab Secara Tatap Muka

 

Ia menambahkan, praktik laboratorium tetap berjalan secara tatap muka dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) dan disertai penerapan protokal kesehatan seperti mencuci tangan. Praktek dilaksanakan dengan metode shift dimana jumlah maksimal kehadiran hanya 20 orang dari 40 orang secara normal. Di sini, tuturnya, kebiasaan menerapkan protokol kesehatan bukan hal baru bagi mahasiswa jurusan medis seperti perawat, bidan, dan farmasi.

 

“Pembelajaran praktek di laboratorium tetap tatap muka, tetapi dengan sistem shift, yakni jumlah mahasiswa praktek adalah 20 orang dari yang normalnya 40 orang. Selain itu, jurusan medis seperti perawat, bidan dan farmasi sudah terbiasa dan disiplin APD dalam menerapkan protokol kesehatan seperti cuci tangan dan penggunaan APD,jelasnya.

 

Frans Salesman menambahkan bahwa UCB juga berpartisipasi dalam memberikan bantuan sosial kepada pengungsi korban letusan gunung berapi di Lembata, pada Desember 2020 lalu. Bantuan berupa jasa medis dan materi yakni uang, makanan, obat-obatan dan perawatan medis untuk pengungsi yang diberikan oleh dosen dan mahasiswa UCB selama 2 minggu. Hal tersebut merupakan bagian dari kegiatan bakti sosial dan sekaligus menjadi cara UCB untuk terus menjadi produktif selama masa pandemi.

 

“Kami memberikan bantuan berupa jasa dan materi kepada masyarakat Lembata terkait tragedi meletusnya gunung merapi Ile Lewotolok dan diapresiasi oleh pemda setempat,pungkasnya.

 

Berita dan Foto: Lonnie Bunga & Jaquina Quintao

Editor: R. Fahik/red


Monday, 18 January 2021

SDK ATAWOLO USULKAN BANTUAN HIBAH UNTUK 32 PESERTA DIDIK

 


Lembata, CAKRAWALANTT.COM SDK Atawolo, Kabupaten Lembata mengusulkan bantuan hibah untuk 32 peserta didik. Bantuan tersebut berupa tablet belajar, buku tulis, tas sekolah dan juga seragam sekolah. Hal ini disampaikan Plt. Kepala SDK Atawolo, Sebastianus Bala, S.Pd.SD., Kamis (14/1/2021) ketika mengantarkan usulan tersebut di Dinas PPO Kabupaten Lembata.

 

Menurutnya, usulan tersebut dilakukan pihak sekolah sesuai arahan dari pemerintah setempat bahwa setiap sekolah dalam wilayah UPTD Kabupaten Lembata diminta untuk memasukan usulan hibah bagi peserta didik dalam mendukung pembelajaran selama masa pandemi. Khusus sekolahnya, Sebastianus mengungkapkan bahwa bantuan tersebut sangat diharapkan karena lebih 80% peserta didik berasal dari keluarga yang kurang mampu.

 

Terkait pembelajaran selama pandemi, dirinya mengungkapkan bahwa sesuai arahan pemerintah, pihak sekolah masih menerapkan belajar dari rumah (BDR). Teknisnya, peserta didik dibagi dalam beberapa kelompok sesuai dengan jawal yang sudah diatur oleh guru kelas. 

 

Sementara terkait kondisi sekolah, Sebastianus menjelaskan, saat ini terdapat enam orang guru dengan rincian 5 guru PNS, 1 guru swasta, ditambah 1 operator. Tahun ini, lanjutnya, akan ada penambahan satu guru swasta untuk menangani bidang studi PJOK khusus untuk kelas tinggi.

 

Mengingat di sekolah jumlah guru perempuan lebih banyak sehingga mereka susah untuk membimbing anak-anak olahraga. Sehingga pihak juga sudah sepakat bersama komite untuk menerima guru olahraga dan pembiayaan untuk guru swasta sudah dibahas,” ungkapnya.

 

Sebastianus melanjutkan, ke depan SDK Atawolo akan menerapkan beberapa terobosan dalam mendukung pembelajaran, di antaranya sistim belajar animasi. Hal ini menurutnya perlu sehingga guru-guru lebih dekat dengan media pembelajaran berbasis IT.

 

Berita dan Foto: Rofinus R.Roning

Editor: R. Fahik/red

 

 

TAATI PROKES, SMAN 9 KOTA KUPANG TERAPKAN PEMBELAJARAN DARING DAN LURING


 

Kota Kupang, CAKRAWALANTT.COM – Dalam menunjang kegiatan belajar mengajar (KBM) selama masa pandemi, SMAN 9 Kota Kupang menerapkan proses pembelajaran daring dan luring. Konsep luring atau luar jaringan juga harus dilakukan karena kurang efektifnya proses pembelajaran daring. Namun, proses pembelajaran luring tetap diikuti dengan penerapan protokol kesehatan dan surat pernyataan kesediaan orang tua peserta didik. Hal tersebut diutarakan Kepala SMAN 9 Kota Kupang, Adelgina N. Liu, S.Pd., ketika ditemui di ruang kerjanya, Jumat (15/1/2021).

 

“Semenjak pembelajaran daring dilakukan, kami ikuti semua petunjuk sebagai penentuan hasil akhhir. Kemudian saat masuk bulan Juni ada sebuah petunjuk baru sehingga kami sendiri dari sekolah membuat sebuah media penunjang dan pedoman agar kegiatan belajar dan mengajar bisa berjalan efektif. Maka dari itu, kami sepakat untuk juga menggunakan konsep luring atau luar jaringan. Namun, kami tetap mengikuti protokol kesehatan seperti, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Tidak lupa juga kami menyertakan surat pernyataan kesediaan dari semua orang tua siswa,” ungkapnya. 

 

Menurutnya, proses pembelajaran daring di SMAN 9 Kota Kupang tidak terlalu efektif karena kurangnya fasilitas penunjang. Misalnya, pada Juni 2020 lalu pihak sekolah melakukan survei di lapangan dan ditemukan data bahwa hampir 300 lebih siswa tidak memiliki HP Android. Ia menambahkan, untuk mengikuti kelas daring, beberapa siswa harus meminjam HP orang lain, sehingga tidak jarang mereka hanya hadir sebatas absensi dan tidak mengikuti kegiatan belajar dan mengajar secara penuh.

 

Oleh karena itu, pihak sekolah menyepakati penerapan proses pembelajaran luring dalam pedoman pembelajaran SMAN 9 Kota Kupang dengan catatan bahwa semua bahan ajar disiapkan oleh guru mata pelajaran. Namun, ia juga menekankan bahwa jika kondisi sangat tidak memungkinkan, maka secara otomatis proses pembelajaran luring akan ditiadakan dan tetap beralih ke sistem daring.    

 

“Kami temukan ada 300 lebih siswa yang tidak memiliki HP Android, sehingga kadang harus meminjam milik orang lain. Tidak heran, kadang siswa hanya hadir sebatas absen dan tidak bisa mengikuti proses KBM secara penuh. Makanya, kami dari pihak sekolah sepakat dalam pedoman pembelajaran SMAN 9 Kota Kupang untuk juga menerapkan luring. Namun, semua bahan ajar disiapkan oleh guru mata pelajaran,” tegasnya.

 

Di lain pihak, ia juga menuturkan bahwa ada sekitar 15 siswa yang tetap melaksanakan proses pembelajaran daring. Mereka secara total melaksanakan proses belajar dari rumah (BDR) dan tetap mendapatkan bahan ajar serta penilaian yang sama. Konsep pembelajaran luring di SMAN 9 Kota Kupang, tambahnya, berlangsung selama 6 hari belajar sesuai pembagian kelas atau rombongan belajar. Artinya, satu kelas atau rombongan belajar hanya bertemu guru sekali dalam seminggu. Baginya, siswa juga membutuhkan sentuhan ajaran guru secara langsung agar kualitas pembelajaran tetap terjaga dan tidak menurun.

 

Lebih lanjut ia sangat mengharapkan adanya perhatian lebih dari pihak-pihak seperti dinas dan lembaga terkait dalam menunjang proses pembelajaran selama masa pandemi. Hal tersebut disampaikannya karena lokasi SMAN 9 berada di pinggiran kota sehingga akses dan fasilitas penunjang proses pembelajaran juga masih menjadi kendala bersama. Selain itu, pihaknya juga berharap agar dalam menentukan sebuah kebijakan, pihak-pihak terkait bisa lebih mampu melihat setiap sekolah secara baik sesuai dengan kondisi dan situasinya. Artinya, jangan mengeluarkan kebijakan berdasarkan problematika yang dihadapi oleh satu sekolah saja, sehingga menyepelekan kondisi sekolah lain yang sebenarnya memiliki opsinya sendiri.

 

Kami juga sangat mengharapkan adanya perhatian khusus dari dinas dan lembaga terkait, sebab lokasi kami ini berada di pinggiran kota. Ada banyak kendala yang harus kami selesaikan seperti minimnya akses dan fasilitas penunjang pembelajaran. Semoga dalam mengeluarkan keputusan dan kebijakan itu bisa mempertimbangkan sikon di setiap sekolah yang sebenarnya punya opsinya sendiri karena lebih mengenal sikon sekolahnya,” ungkapnya. 

 

Berita dan Foto: Mario Djegho

Editor: R. Fahik

 

 

 

 

Videos