Latest News

E-MAGAZINE
HERE WE ARE

NEWS

HERE WE ARE

ARTICLE

E-MAGAZINE

Recent Posts

Monday, 10 August 2020

GURU DIMINTA PRIORITASKAN MATERI ESENSIAL DI MASA PANDEMI COVID-19

 

Bogor, CAKRAWALANTT.COM – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) menginstruksikan agar proses pembelajaran dilakukan dari rumah melalui Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19. Kebijakan ini diambil sebagai pilihan agar pembelajaran tetap berlangsung meski dengan berbagai penyesuaian di tengah krisis kesehatan akibat Covid-19.
 
Dalam surat edaran tersebut, kementerian memberi kepercayaan kepada guru-guru untuk melakukan penyesuaian terhadap materi kurikulum untuk menjamin proses pembelajaran tetap berlangsung. “Penyederhanaan atau perampingan kurikulum ini agar guru-guru bisa fokus ke (materi) yang lebih esensial, bukan (mengejar) kelengkapan kurikulum, karena lebih penting pendalaman konsep yang fundamental,” ujar Mendikbud Nadiem Anwar Makarim, di sela-sela kunjungannya ke beberapa sekolah di Kota Bogor, Jawa Barat, pekan lalu.
 
Menteri Nadiem mengatakan, Kemendikbud telah melakukan relaksasi penggunaan dana BOS sejak April lalu. Salah satu peruntukkannya adalah membantu sekolah dalam melaksanakan kebutuhan prioritas, termasuk menunjang pembelajaran jarak jauh (PJJ). Ia berharap, hal tersebut dapat mengurangi beban perekonomian orang tua yang harus memfasilitasi anaknya belajar secara dalam jaringan (daring).
 
“Kami menyadari bahwa pelaksanaan pembelajaran jarak jauh bukan hal yang mudah. Apalagi dengan segala keterbatasan, baik infrastruktur berupa sinyal dan listrik, biaya, dan sebagainya. Oleh karena itu, silakan kepala sekolah membeli kebutuhan yang menjadi prioritas sekolah, misalnya pembelian pulsa untuk guru maupun siswa, hand sanitizer, dan lain-lain,” jelas Mendikbud.
 
Relaksasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) reguler berangkat dari tanggung jawab Kemendikbud untuk menjamin keselamatan peserta didik, tenaga pendidik serta keluarganya seiring dengan merebaknya kasus Covid-19 di Indonesia. Melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 19 Tahun 2020 tentang Perubahan Petunjuk Teknis BOS Reguler, Mendikbud mengizinkan kepala sekolah untuk menentukan kebutuhan yang menjadi prioritas sekolah dari dana BOS.
 
Dari hasil kunjungannya ke beberapa sekolah secara random di Kota Bogor, Mendikbud mengapresiasi kelengkapan sarana kesehatan dan kebersihan seperti tersedianya sanitasi, tempat cuci tangan, dan tertib dalam menggunakan masker. “Kalau ada anak yang sakit apapun itu, bukan hanya Covid-19 maka anaknya jangan masuk sekolah dulu,” kata Nadiem.
 
Kemendikbud berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemda dan gugus tugas untuk memastikan bahwa anak-anak akan kembali ke sekolah dengan cara teraman dan secepat yang dimungkinkan. Hal ini berangkat dari keyakinan bersama bahwa tatap muka adalah model pembelajaran yang paling bermutu. PJJ yang berlangsung saat ini dinilai Nadiem tidak bisa menyamai kualitas pembelajaran tatap muka. Namun, meski banyaknya desakan untuk membuka pembelajaran tatap muka di zona kuning, Mendikbud menegaskan pembukaan sekolah tergantung dari kemampuan suatu daerah dalam mengatasi kasus Covid-19 di wilayahnya.
 
Mendikbud menyatakan, sebelum pembelajaran tatap muka di wilayah zona kuning diizinkan, perlu ada kajian secara detil untuk melihat kesiapan sekolah dan keputusan satuan gugus tugas. “Checklist (protokol kesehatan di sekolah) akan dijaga sangat ketat dan kami mohon dukungan dari pemda saat ini. Kita akan melakukan sebanyak mungkin usaha untuk memastikan keselamatan dan keamanan peserta didik saat kembali ke sekolah tentunya dengan arahan dari gugus tugas dan klasifikasi zona yang ada," tuturnya.
 
Dalam kunjungan Mendikbud ini, Walikota Bogor, Bima Arya, turut mendampingi. Ia menceritakan empat masalah yang terjadi di wilayahnya yaitu akses, konten pembelajaran, kemampuan pengadaan pulsa, dan skema pembayaran pendidikan. “Pemda (Bogor) memetakan daerah mana saja yang perlu disediakan infrastruktur yang mendukung jaringan internet. Kami juga membantu guru-guru memikirkan variasi model pembelajaran dengan melibatkan konsultan,” pungkasnya. (Denty. A/Aline/kemdikbud.go.id)

Friday, 7 August 2020

JUARAI KSN TINGKAT RAYON 3, SMAN 1 ELAR SEMAKIN TERDEPAN

Manggarai Timur, CAKRAWALANTT.COM – Kinerja dan kompetensi guru memikul tanggung jawab utama dalam transformasi orientasi peserta didik dari ketidaktahuan menjadi tahu, dari ketergantungan menjadi mandiri, dari tidak terampil menjadi terampil dengan metode-metode pembelajaran. Peserta didik harus diberi ruang untuk berperan aktif agar terbentuk menjadi pribadi yang mampu menyerap dan menyesuaikan diri dengan informasi baru. Dia (peserta didik) harus mampu berpikir, bertanya, menggali, mencipta, dan mengembangkan cara-cara tertentu dalam memecahkan masalah yang berkaitan dengan kehidupan. Dalam konteks dan tujuan inilah, guru harus menjadi ujung tombak dalam upaya meningkatkan kualitas dan hasil pendidikan.

 

Demikian komentar Lukas Sumba, S.Fil., selaku Koordinator Pengawas SMA/SMK wilayah Manggarai Timur saat diwawancarai terkait prestasi yang diraih Tim KSN dari SMAN 1 Elar. Menurutnya, keberhasilan peserta didik tidak bisa dilihat secara terpisah dengan kehadiran, kreatifitas, dan inovasi seorang guru. Alumni Ledalero ini selalu berkeyakinan, para guru kita khususunya yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur ini memiliki potensi untuk selalu mengambil peluang dalam hal mengembangkan diri dan menyesuaikannya dengan metode mengajar yang aktual, efektif, dan menyenangkan. Sebagai Koordinator pengawas SMA/SMK, ia sangat berbangga  dan mengucapkan profisiat kepada siswa/i SMAN 1 Elar yang berhasil menjuarai Kompetensi Sains Nasional (KSN) tingkat rayon 3, yang meliputi Kabupaten Ngada, Mangggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat.

 

“Jujur, saya sangat bangga. Prestasi ini tentunya tidak terlepas dari kehadiran dan gaya kepemimpinan kepala sekolah, kreatifitas, dan sikap saling medukung dari para guru, serta keterlibatan seluruh stakeholder di bidang pendidikan. Prestasi ini sekaligus membantah anggapan banyak orang bahwa keterbatasan infrastruktur jalan dan jaringan komunikasi, menutup peluang dan kesempatan bagi kita untuk terus berkreasi dan berinovasi. Proficiat. Berharap, sekolah lain dalam wilayah Kabupaten Manggarai Timur ini  terus berkompetisi dengan sehat dan saling belajar, baik untuk para kepala sekolah, guru dan juga siswa-siswi” tandas Lukas Sumba. 

 

Sementara itu, Leonardus Jafar, S.Pd., selaku Kepala SMAN 1 Elar, boleh berbusung dada sejenak. Mengucap syukur dalam rasa bangga dan bahagia. Walau terhitung “belia” dalam masa jabatannya sebagai kepala sekolah, ia mampu mengelaborasi segala potensi yang dimilki para guru dan siswa-siswi di SMAN 1 Elar. Satu hal yang pasti, Leonardus sangat mempercayai kemampuan yang dimilki para gurunya dan memberi mereka ruang seluas-luasnya untuk terus mengembangkan diri dan menemukan cara yang tepat, efektif, dan manjur sehingga materi yang diberikan mudah dimengerti peserta didik.

 

Penantian panjang  untuk meraih prestasi maksimal dalam bidang sains akhirnya terjawab. Surat Keputusan (SK) Panitia Seleksi KSN Tingkat Kabupaten/Kota 2020, Rayon 3 Nomor: 006/Pan-KSN/Rayon 3/05/2020 tentang Penetapan Hasil Seleksi Kompetisi Sains Nasional Tingkat Kabupaten/Kota 2020, Rayon 3 (Kabupaten Ngada, Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat) memutuskan tim SMAN 1 Elar atas nama Klaudia S. Hasri (juara 1 Biologi), Odilia Yoselfri (juara 2 Astronomi), dan Oktaviana Miwul (juara 3 Kimia).

 

“Saya memberikan apresiasi yang setingi-tingginya atas prestasi yang diraih tim KSN SMA Negeri 1 Elar. Keberhasilan yang diperoleh berkat kerja sama, kerja keras guru pendamping  yang selalu meluangkan waktu untuk membimbing juga dukungan dari semua guru dan siswa/i. Tentu sekolah mempunyai program, mulai dari tahap seleksi tingkat sekolah dan setelah mendapat pesertanya tahap selanjutnya bimbingan menghadapi lomba ke tingkat rayon. Prestasi yang diraih merupakan berkat persiapan yang matang dari latihan mengerjakan soal yang diajarkan oleh guru pembimbing, serta buah dari kesabaran siswa untuk terus belajar sehingga mampu mengerjakan soal dengan baik. Berkat torehan prestasi itu membawa dampak positif terhadap iklim pendidikan di sekolah sehingga guru dan siswa lebih termotivasi untuk terus meningkatkan belajar,” tandas Leonardus.

 

Wenslaus Kaniman, S.Pd., sebagai salah satu guru pendamping peserta KSN dari SMAN 1 Elar juga menyatakan rasa bangganya dalam sebuah kalimat yang bermakna. “Ujung perjuangan kami adalah kesuksesan, namun kesuksesan kami saat ini bukan akhir dari perjuangan kami”. Menurutnya, pelaksanaan KSN 2020 berbeda dengan kompetensi sebelumnya dari jumlah peserta lomba yang begitu banyak dan pelaksanaan lombanya dibagi dalam rayon. Dan sekolah kami tergabung di rayon 3.

 

“Secara pribadi, saya memberi apresiasi dan rasa hormat yang tulus bagi pimpinan lembaga SMAN 1 Elar untuk semangat dan jiwa kepemimpinannya dalam memajukan lembaga ini. Kami memiliki kebiasaan budaya lonto leok (duduk melingkar) untuk mendiskusikan berbagai hal yang berkaitan dengan lembaga SMAN 1 Elar, sehingga selalu mendapatkan ide-ide baru dan solusi terbaik.  Sehingga, apapun tantangannya utusan lembaga ini selalu berpartisipasi aktif dalam semua kegiatan baik di tingkat sekolah, kecamatan, maupun di tingkat kabupaten. Prestasi yang diraih oleh Tim KSN SMAN 1 Elar adalah cara kami menujukkan kepada siapa saja, khususnya kepada pemerintah bahwa kami bisa walau dalam keadaan serba terbatas”, ujar Wenslaus.

 

Hal yang sama disampaikan Feliana Serdianti, S.Pd., Carolina Landang, S.Pd., dan  Helena Fuji Darni Baso, S.Pd. Sebagai guru pendamping, mereka sungguh merasa bangga dengan prestasi yang diraih oleh anak didiknya, dimana dengan segala keterbatasan yang ada mereka masih mampu bersaing mengharumkan nama sekolah. Bukanlah hal yang mudah bersaing dengan sekolah antar kabupaten, bahkan dengan sekolah-sekolah yang menyandang status terbaik, tapi anak didik kami mampu meriah hasil yang baik dan luar biasa. Ini semua berkat kerja sama dan semangat membangun dari Bapak Kepala Sekolah yang tidak pernah ketinggalan dengan informasi-informasi dari luar, serta selalu mendukung para guru dan anak didik untuk selalu terlibat pada kegiatan apa saja yang menyangkut kegiatan siswa untuk bersaing dengan sekolah lain juga berkat semangat dari siswa itu sendiri.

 

“Kami sangat bangga dan bersyukur dengan prestasi yang diraih oleh siswa-siswi peserta KSN SMAN 1 Elar. Prestasi yang diraih bukan tanpa usaha dan kerja keras. Hasil yang mereka peroleh benar-benar menunjukkan usaha dan kerja keras mereka selama ini. Perjuangan mereka tidak sia-sia meskipun hanya menggunakan fasilitas belajar seadanya tetapi itu semua tidak menjadi penghalang semangat belajar mereka, bahkan di tengah keterbatasan fasilitas yang dimiliki mereka bisa meraih prestasi yang membanggakan. Dari prestasi yang diperoleh tentu tidak semata-mata hanya berkat usaha siswa sendiri tetapi juga berkat bimbingan dari guru mata pelajaran, motivasi dari kepala sekolah, dan berkat doa orang tua siswa,” ujar Helena Baso mewakili kedua temannya.

 

Sementara itu, Klaudia S. Hasri, yang berhasil meraih juara 1 (satu) pada Mata Pelajaran Biologi, kepada Cakrawala NTT menyampaikan rasa syukurnya karena mampu bersaing dengan sekolah lain, merasa senang karena mampu membawa nama baik sekolah, dan tetap berusaha untuk tahap selanjutnya. Ia juga mengatakan terima kasih untuk kepala sekolah dan para guru yang selalu memotivasi dan membimbingnya dengan setia dan tulus. (red/adv)


Thursday, 6 August 2020

DITJEN DIKTI KERJA SAMA DENGAN INDOSAT SEDIAKAN LAYANAN TELEKOMUNIKASI RAMAH KANTONG MAHASISWA

Dirjen Dikti Kemdikbud, Prof. Ir. Nizam
Jakarta, CAKRAWALANTT.COM – Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi bersama PT. Indosat, Tbk., bersepakat menjalin kerja sama terkait penyediaan paket telekomunikasi terjangkau untuk mendukung kegiatan pembelajaran mahasiswa pada masa pandemi Covid-19.

 

Penandatanganan nota kesepahaman kerja sama ini dilakukan secara daring oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Paristiyanti Nurwardani dan SVP Head of Public Sector & Energy PT. Indosat, Tbk., Asrul Ardianto, disaksikan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Nizam dan Chief Business Officer PT. Indosat, Tbk., Bayu Hanantasena pada Selasa (4/8/2020).

Penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan tindak lanjut komunikasi yang dilakukan oleh Dirjen Dikti Nizam dengan CBO Indosat Bayu Hanantasena terkait upaya penyediaan layanan telekomunikasi serta paket data yang terjangkau bagi mahasiswa untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran daring di perguruan tinggi.

Dalam sambutannya, Dirjen Pendidikan Tinggi, Nizam menjelaskan terkait pentingnya penyediaan koneksi internet untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran daring. Tanpa adanya layanan konektivitas internet, pembelajaran daring tidak akan terselenggara dengan baik.

 

“Urat nadi pembelajaran daring adalah konektivitas internet. Pembelajaran dalam jaringan tidak akan mungkin terselenggara tanpa adanya koneksi internet," jelas Nizam.

Dari hasil survey yang dilakukan oleh Ditjen Dikti pada semester lalu, hambatan utama pelaksanaan pembelajaran daring adalah masalah koneksi internet. Masalah koneksi internet ini menurut Nizam dapat dijabarkan dalam tiga aspek antara lain jangkauan layanan internet, stabilitas jaringan dan biaya yang masih belum ramah dengan kantong mahasiswa. Penggunaan berbagai aplikasi pembelajaran daring secara sinkronus membutuhkan kuota internet/paket data yang sangat besar. Implikasinya biaya untuk pembelian kuota/paket data akan cukup mahal dan membebani mahasiswa.

Untuk itu Nizam mengapresiasi langkah dan kepedulian Indosat menyediakan kuota internet/paket data murah untuk mahasiswa. Langkah ini menurut Nizam dapat membantu mahasiswa dalam pelaksanaan pembelajaran daring pada masa pandemi ini.

 

“Apresiasi tinggi untuk upaya dan kepedulian Indosat dalam membantu meringankan beban mahasiswa dengan menyediakan layanan paket data/kuota internet yang murah dan ramah di kantong mahasiswa," ujar Nizam mengakhiri sambutannya.

Pada kesempatan yang sama, CBO PT. Indosat, Tbk Bayu Hanantasena mengungkapkan bahwa percepatan digitalisasi di berbagai sektor termasuk pendidikan menjadi menjadi perhatian khusus Indosat saat ini. Tidak hanya terbatas pada penyediaan layanan internet dan paket data saja namun juga bagaimana membangun ekosistem pembelajaran daring yang efektif.

 

“Indosat mencoba menghadirkan solusi terbaik untuk mendukung terselenggaranya pembelajaran daring di perguruan tinggi," jelas Bayu.

Penandatanganan nota kesepahaman ini juga dihadiri oleh Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Aris Junaidi, Direktur Sumber Daya Mohammad Sofwan Effendi, perwakilan dari berbagai PTN dan awak media. (teks berita: kemdikbud.go.id., foto: jpnn.com)

 


Videos