Latest News

E-MAGAZINE
HERE WE ARE

NEWS

HERE WE ARE

ARTICLE

E-MAGAZINE

Recent Posts

Tuesday, 17 September 2019

SANGGAR OELETEN SMAN TAEKAS JUARA UMUM TARIAN KREASI HUT KE-97 KOTA KEFAMENANU


TTU, CAKRAWALANTT.COM – Sanggar Oeleten SMAN Taekas, Kecamatan Miomaffo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) keluar sebagai Juara Umum Lomba Tarian Kreasi dalam rangka memperingati HUT ke-97 Kota Kefamenanu. Dalam lomba yang diikuti 15 kelompok tingkat SD hingga SMA/SMK tersebut, Sanggar Oeleten berhasil meraih juara 1 dengan total nilai 2752, disusul sanggar Leonardo Davinci SMAN Manamas dengan nilai 2712, dan Sanggar Biinmaffo dengan total nilai 2656. Atas raihan tersebut, masing-masing juara berhak atas piagam dan hadiah berupa uang tunai.

Keberhasilan Sanggar Oeleten disambut positif oleh Kepala SMAN Taekas, Hilarius Sau, S.Pd., M.M., anggota sanggar bersama Bibiana Sabu, dan beberapa guru guru sebagai pendamping, serta sang pelatih, Yap Ha’e. Keberhasilan ini dimaknai sebagai motivasi untuk terus belajar mengembangkan segala potensi yang dimiliki.

Hadiah bagi para pemenang diserahkan oleh Kepala Bidang Kesenian Sastra dan Dokumentasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten TTU, Markus E. Lake, S.AB., Kamis (12/9), di Lapangan Umum Oemanu, Kefamenanu, disaksikan tim juri Yohanes G. Amsikan, S.Fil., M.Hum., Brigita Timo, S.Ag., dan Drs. Yohanes D. S. Thius, S.IP., M.Si., serta anggota panitia lomba, Bruno Anapah, S.Sos., dan Sisilia Ema Lerek Selma, S.SS.

Dalam arahannya, Markus Lake, mengungkapkan, total hadiah pada Lomba Tarian Kreasi Rp 20.850.000,-. Dirinya juga mengharapkan peserta dari sanggar lain yang belum berhasil meraih juara agar tidak patah semangat.

“Peluang masih sangat terbuka. HUT Kefamenanu diperingati setiap tahun. Mari kita berkompetisi pada kesempatan berikut,” pintanya.

Tema sentral yang diusung panitia penyelenggara yakni “Dengan Semangat Nekaf Mese Ansaof Mese, Kita Bulatkan Tekad Menuju Kefamenanu Sebagai Ume Naek Ume Mese”. Di bawah tema tersebut panitia menyelenggarakan berbagai festival budaya sebagai bentuk dukungan terhadap pusat ibu kota kabupaten yang berbatasan langsung dengan Oecusse, Timor Leste. Masyarakat umum, pelajar SD hingga SMA/SMK, Perguruan Tinggi, dan penyandang profesi lainnya diberikan kesempatan mengambil bagian mengisi acara pada momen tersebut. (Gervas Salu)            
             

Saturday, 14 September 2019

AMADEUS RODRIQUES SAWU APRESIASI LANGKAH MPC NTT


Ende, CAKRAWALANTT.COM – Kepala SMAN 2 Ende, Amadeus Rodriques Sawu, S.Pd. M.M., mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Media Pendidikan Cakrawala (MPC) NTT dalam mengakarkan budaya literasi di NTT. Menurutnya, apa yang dilakukan MPC NTT merupaka sesuatu yang luar biasa dan harus didukung oleh berbagai pihak khususnya pihak sekolah. Hal ini diungkapkannya dalam Kegiatan Bimbingan Teknis Penulisan Karya Ilmiah bagi Guru dan Siswa SMAN 2, yang digelar atas kerja sama MPC NTT dengan MKKS SMA Kaupaten Ende, Kamis (12/0/2019) hingga Sabtu (14/9/2019), di aula SMAN 2 Ende.

“Kegiatan yang sangat luar biasa, yang baru digalakkan oleh Cakrawala NTT bersama pemerintah Provinsi NTT dalam hal ini dinas pendidikan. Ini sangat membantu para guru dan siswa dalam menulis. Melalui kegiatan ini guru kembali disegarkan dengan teknik yang baik dalam menulis. Sebagai target jangka pendek akan dipublikasikan karya siswa dan dan guru di papan mading yang sudah disiapkan. Sehingga semua tulisan baik guru maupun siswa yang mengikuti kegiatan ini bisa dibaca oleh semua civitas SMAN 2  Ende. Sebagai harapan agar bisa dilakukan kegiatan yang sama dan berkelanjutan, agar terwujudnya literasi yang merupakan mimpi bersama,” ungkapnya.

Hal yang sama disampaikan disampaikan oleh Drs. Andreas Pehan Lebuan, M.Pd., salah satu peserta. Dirinya mengapresiasi kesediaan para pemateri dalam memberikan materi. Ia menilai, materi yang diberikan sangat membantu peserta dalam menulis.

“Sebuah kerinduan untuk menjawab kebingungan dalam penulisan karya lmiah. Selama ini kita belum mengetahui struktur penulisan karya ilmiah seseuai dengan tuntutan keilmiahan. Ada tulisan yang dikirim namun hilang begitu saja dan tidak ada koreksi yang sesuai dengan kebutuhan. Namun, sekarang sudah bisa mengetahui struktur dalam penulisan ilmiah,” tuturnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Dra. Farah Aroebosman, selaku Kordinator Pengawas Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT. Sementara itu tampil sebagai narasumber dari tim MPC NTT yakni Gusty Rikarno, S.Fil., Fidelis Sawu S.Fil., dan Mustakim, S.Pd, M.M. (Jevano Banggo)


Wednesday, 11 September 2019

MPC NTT SAMBANGI SMAK FRATERAN NDAO


Ende, CAKRAWALA.NTT – Media Pendidikan Cakrawala (MPC) NTT menyambangi SMAK Frateran Ndao, Kabupaten Ende, Senin (10/9/2019) hingga Rabu (12/9/2019) dalam rangkaian kegiatan Bimbingan Teknis Penulisan Karya Ilmiah yang digelar atas kerja sama MPC NTT dengan MKKS SMA Kabupaten Ende di wilayah Kabupaten Ende. Bertempat di Aula SMAK Frateran Ndao, kegiatan ini diikuti 55 guru dan 30 peserta didik.

Dalam sambutannya, Koordinator Pengawas Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Dra. Farah Aroebosman, menegaskan, guru harus aktif dan mampu mengatasi persoalan pembelajaran di sekolah. Para guru harus mampu meningkatkan profesionalismenya dalam berbagai cara termasuk dalam hal menulis.

“Kita tidak bisa berjalan di tempat. Harus ada terobosan kreatif baik secara pribadi maupun secara lembaga untuk meningkatkan profesionalisme kita sebagai guru. Ketika mendengar Cakrawala NTT hadir, saya langsung berkeyakinan jika itu adalah bentuk nyata gerakan literasi di NTT. Saya sudah mendengar banyak tentang sepak terjang media ini. Apalagi kegiatan ini direkomendasi langsung oleh Dinas Pendidikan Provinsi NTT. Oleh karena itu, para guru dan siswa peserta kegiatan ini agar terlibat aktif dan mau belajar bersama Cakrawala NTT dalam hal menulis,” tandas Farah.

Sementara itu Kepala SMAK Frateran Ndao, Fr. Wiliam Satel Sura, BHK, S.Pd., M.M., mengapresiasi kesediaan para pemateri untuk bisa berbagi ilmu bersama guru dan siswa SMAK Frateran Ndao. Langkah ini menurutnya adalah salah satu langkah positif untuk mengubah proses pembelajaran dalam kelas. Selain mengajar, guru juga dituntut untuk bisa menulis.

“Bisa menulis apabila memiliki ide yang lahir dari proses membaca. Ini semua adalah bentuk literasi. Berhenti membaca sama halnya kita berhenti mengajar,” tuturnya.

Pantauan media, kegiatan berlangsung lancar dan diikuti dengan antusias oleh peserta. Tidak hanya dibekali materi, peserta didampingi secara langsung untuk menghasilkan tulisan. Hadir sebagai narasumber yakni Pemimpin Umum MPC NTT, Gusty Rikarno, S.Fil., Formator MPC NTT Fidelis Sawu, S.Fil., dan Mustakim, S.Pd., M.M. (Yohanes Mariano Banggo)

Videos