Latest News

E-MAGAZINE
HERE WE ARE

NEWS

HERE WE ARE

ARTICLE

E-MAGAZINE

Recent Posts

Thursday, 22 October 2020

KEMENAG FLOTIM UPAYAKAN SATU SMAK DI TANJUNG BUNGA

 


Flores Timur, CAKRAWALANTT.COM – Satu lagi lembaga pendidikan Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) bakal hadir di ujung timur daratan Pulau Flores, tepatnya di Koten Walang, Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur, NTT.

 

Hal tersebut berdasarkan kesepakatan pertemuan perwakilan tokoh masyarakat,  tokoh agama, tokoh pendidikan, dan tokoh adat dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur, di Desa Koten Walang, Selasa (20/10/2020). Masyarakat Koten Walang melalui para tokoh tersebut mempunyai harapan akan hadirnya sebuah lembaga pendidikan menengah atas di wilayah tersebut guna mendekatkan pelayanan pendidikan.

 

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kemenag Flotim, Yosef Aloysius Babaputra dalam keterangannya mengatakan, pertemuan dengan para tokoh di Koten Walang merupakan inisiatif masyarakat setempat untuk membicarakan langkah-langkah terkait pendirian sebuah lembaga pendidikan SMAK di wilayah itu.

 

“Kami diundang oleh masyarakat Koten Walang untuk duduk bersama membicarakan proses pendirian SMAK dan melihat kembali proposal pendirian yang bakal mereka ajukan ke Ditjen Bimas Katolik Kementerian Agama RI,” ungkapnya.

 

Yosef Aloysius menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut masyarakat mempunyai keinginan yang kuat dalam merespon peluang yang diberikan oleh pemerintah melalui PP Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan. 

 

“Kami menangkap antusiasme, semangat yang berkobar-kobar dari masyarakat di sini, bahkan SMAK tersebut nantinya diberi nama SMAK Mater Sanctae Spei,” jelasnya.

 

Masyarakat, menurutnya, sejak tahun 2017 mulai merencanakan untuk mendirikan  SMA, kemudian melalui beberapa kali rapat koordinasi, mereka mengambil keputusan untuk mendirikan Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) sesuai informasi yang mereka peroleh tentang lembaga pendidikan keagamaan binaan Kementerian Agama RI.

 

Masyarakat Koten Walang juga mengakui anak-anak mereka banyak yang putus sekolah setelah tamat SMP karena harus menempuh perjalanan jauh ke SMA di pusat kecamatan atau ke Larantuka.

 

“Ekonomi kami seperti ini, biaya sekolah di tempat jauh pasti lebih mahal, terima kasih karena Kementerian Agama bisa membantu kami mewujudkan harapan kami nanti,” ungkap salah satu tokoh masyarakat.

 

Daya dukung untuk mewujudkan pendirian SMAK telah mereka siapkan yakni lahan seluas 2,5 ha,  bangunan gedung  sudah  dikomunikasikan dengan pemerintahan setempat untuk awal pendidikan, SDM juga sudah disiapkan baik guru-guru SMP,  masyarakat Koten Walang sendiri, bahkan 5 pastor pasionis menyatakan siap menjadi tenaga guru SMAK nantinya.

 

“Ini modal awal kami, untuk mewujudkan pendirian SMAK di wilayah kami,” tambah mereka. (Humas-Peter/RZ/red)

Tuesday, 20 October 2020

PENGAWAS SMP KABUPATEN TTS GENCAR GELAR IHT

 


TTS, CAKRAWALANTT.COM – Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, para Pengawas SMP pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS bekerja sama dengan sekolah-sekolah terkait gencar menggelar In House Training (IHT) MGMP. Hal ini dilakukan dalam rangka mempersiapkan perangkat pembelajaran, review kurikulum serta strategi pembelajaran di tengah pandemi covid-19.

 

Senin (19/10) hingga Rabu (21/10/2020) Koordinator Pengawas (Korwas), Yunus Missa, S.Pd., serta Pengawas Sekolah, Drs. Yoram Nakamnanu, M.M., dan Drs. Yosafat Saekoko, M.Pd., menjadi narasumber kegiatan IHT bertajuk “Pengembangan Manajemen Sekolah, Administrasi Pembelajaran dan Strategi Pembelajaran di Era New Normal”. Kegiatan tersebut diikuti oleh guru dari dua sekolah yaitu, SMP Negeri Oelet dan SMPN Satap Oemasin. Kegiatan berlangsung di SMP Negeri Oelet, Desa Oelet, Kecamatan Amanuban Timur, Kabupaten TTS.

 

Yunus Missa, S.Pd., di sela-sela kegiatan tersebut kepada media ini mengatakan bahwa di tengah pandemi covid-19 atau masa transisi ini pihaknya terus berupaya melakukan pendampingan terhadap guru-guru di setiap sekolah. Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kompetensi para guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas maupun pembelajaran yang berlangsung dari rumah.

 

Lebih lanjut, Missa menjelaskan bahwa untuk tingkat SMP terhitung sejak Juli hingga Oktober 2020 sudah 30 titik (60%) yang menggelar kegiatan serupa. Ada sekolah yang menyelenggarakan secara mandiri, ada pula yang merupakan gabungan 3 sampai 5 sekolah, baik SD maupun SMP.

 

“Sekolah lain sudah menyiapkan jadwal untuk pelaksanaan kegiatan yang sama hanya belum semuanya terlayani diakibatkan kurangnya narasumber, untuk itu maka kami coba untuk melakukan kegiatan yang sama hingga bulan Desember mendatang, dengan tujuan agar semua sekolah di TTS bisa terlayani. Selama melakukan kegiatan di setiap titik yang ada para guru sangat antusias dalam mengikuti kegiatan, oleh karena itu diharapkan agar materi yang diperoleh dapat diimplementasikan kepada peserta didik dengan baik,” ungkapnya.

 


Kepala SMP Negeri Oelet, Fransiskus Jon, S.Pd., mengatakan bahwa kegiatan IHT ini diikuti oleh 26 guru dengan rincian 18 guru dari SMP Negeri Oelet dan 8 guru SMPN Satap Oemasin. Dari jumlah tersebut, yang berstatus PNS berjumlah 6 orang, sedangkan lainnya merupakan guru honorer.

 

Kepala SMP Negeri Satap Oemasin, Robertus Wara menyampaikan terima kasih kepada para narasumber yang telah memberikan pendampingan dalam kegiatan IHT tersebut. Dengan adanya kegiatan tersebut para guru yang ada telah memperoleh pengalaman baru dalam pelaksanaan proses KBM di kelas, apalagi Pembelajaran di tengah pandemi Covid-19 ini.

 

Yupiter A. Nenoan, S.Pd., M.M., salah satu peserta kegiatan IHT menyampaikan bahwa kegiatan IHT ini sangat bermanfaat. Materi yang disampaikan juga terkait tenaga pendidik dan juga tenaga kependidikan yang mana materi tentang tenaga kependidikan itu kaitannya dengan manajemen sekolah.

 

“Jadi dalam kegiatan ini juga dari 8 Standar Nasional Pendidikan ter-cover beberapa standar yakni standar isi, proses dan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Untuk tenaga pendidik itu kaitan dengan standar isi dan proses, jadi output dari kegiatan ini adanya dokumen administrasi pembelajaran guru yaitu mulai dari perencanaan, pelaksaan, pengawasan dan juga penilaian, analisis penilaian dan tindak lanjut, semua itu digunakan sebagai acuan pembelajaran di kelas,” tuturnya. (Lenzho/red)

ARWAH BULAN DALAM AIR

 


Oleh: Marsel Robot

Penulis & Akademisi Undana Kupang

 

Dan arwah bulan dalam air memparafrase 

rindu yang menghitam pada gelapnyanya cahaya matahari

tak ada pembilang, juga penyebut pada jarak yang hangus

Seperti kata-katamu beraroma rampe mewakli sura-suara hilang

Terdengar elegi requiem yang halus rangkap tiga

Mengeja aksara yang tumbuh  di geladak

Berkas-berkas tanpa alamat menuju cakrawala

 

Jangan kau antar aku ke pintu

Sebelum arwah bulan dalam air menjelma menjadi bola mata

Ia mengabad tak berkedip

Pun arloji yang menghitung detak nafsumu

pada angka-angka hitam yang merawat penismu

di antara ribuan pentil yang terus mendongeng

tentang sebutir debu di injil

 

Gelombang liur yang melipat episoda

Tertumpuk dalam lekukan lagu

Yang tak pernah sampai di kaki bukit

Tempat kaubenamkan arwah bulan dalam air

Jejak-jejak perjalanan terhapus oleh libido dan kata basah

Antarlah kembali aku pada sebutir debu di injil

Videos