Latest News

E-MAGAZINE
HERE WE ARE

NEWS

HERE WE ARE

ARTICLE

E-MAGAZINE

Recent Posts

Tuesday, 14 May 2019

SERAH TERIMA JABATAN KEPALA SMAN 11 KOTA KUPANG


Kota Kupang, CAKRAWALANTT.COM - Tepat pukul 09.30 WITA, Senin (13/05/2019),  di Aula SMAN 11,  Jln. Fetor Foenay - Kel Kolhua, Kec Maulafa Kota Kupang, dilaksanakan acara serah terima jabatan (Sertijab) Kepala SMAN 11 Kota Kupang. Kepala Sekolah yang baru tersebut adalah Jhony Karel Fanggi., S.Pd. menggantikan Kepala Sekolah sebelumnya, Petrus Johanis Manehat., S.Pd. Acara tersebut dipimpin oleh Pengawas Pembina SMAN 11 Kota Kupang mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT berlangsung khidmat.

Acara tersebut dihadiri oleh Pengawas Pembina SMAN 11 Kota Kupang, kepala sekolah defenitif SMAN 11 Kota Kupang, Sekertaris Lurah Kelurahan Kolhua,Kantibmas Polsek Maulafa, Ketua Komite SMAN 11 Kota Kupang. Turut hadir dalam acara tersebut Tokoh Agama, Tokoh Masyrakat, dan guru-guru SMAN 11 Kota Kupang.

Acara tersebut diawali  dengan sambutan Petrus Johanis Manehat.,S.Pd selaku PLT Kepala SMAN 11 Kota Kupang, yang dilanjutkan dengan acara serah terima jabatan kepada Jhony Karel Fanggi., S.Pd selaku kepala sekolah baru, dipimpin oleh Pembina SMAN 11 Kota Kupang.

Dalam sambutannya Jhony Karel menjelaskan arti dari jabatan yang ia emban kini adalah sebagai penyertaan Tuhan.

Saya pikir sebuah jabatan itu ada tiga tangan. satu, garis tangan dan itu yang kecil,  yang kedua, campur tangan Tuhan itu yang sangat besar, dan yang ketiga campur tangan seseama, bahwa ada banyak orang yang telah membantu dengan caranya masing-masing, kata Jhony.

Lebih lanjut,  Jhony Karel Fanggi mengajak semua elemen yang ada di SMAN 11 Kota Kupang untuk bekerjasama sebagai tim kerja yang baik.

“Kepala sekolah bukanlah pejuang tunggal, kita harus bekerja tim, sekarang zamanya kerja tim, jadi kita harus kompak, ada hal-hal apapun kita bicarakan secara bersama” ajak Jhony. (A/RZ) 

DR. I WAYAN ARTIKA: LITERASI, MENUJU BANGSA PEMBACA



Bali, CAKRAWALANTT.COM – Menghidupkan budaya literasi harus berangkat dari sebuah keterpanggilan jiwa untuk berbagi. Gerakan literasi tanpa ada passion untuk membangun bakal menajdi hambar dan sia-sia. Dari banyak penelitian, bangsa ini telah dinobatkan sebagai bangsa yang tidak memiliki kegemaran membaca. Saya hadir di tempat ini, lebih sebagai penggagas “Desa Literasi’ ketimbang sebagai dosen. Kita akan berbagi bersama tentang bagaimana membangun gerakan literasi dari akar rumput. Hal ini disampakan Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum., ketika tampil sebagai narasumber dalam kegiatan Bimbingan Teknis Fasilitator Literasi Baca-Tulis Tingkat Regional Bali dan Nusa Tenggara, Senin (13/5/2019) di Hotel Ramada, Jalan Sunset Road No. 9, Kuta, Bali.

Menurut I Wayan Artika, keterpanggilanya untuk mendirikan “Desa Literasi” berangkat dari sebuah kegelisahan. Banyak anak-anak usia sekolah yang menghabiskan waktu begitu saja tanpa ada sebuah kemauan untuk membaca. Memang memaksa mereka untuk gemar menulis tidaklah mudah. Tetapi kita harus mempunyai sekian banyak dinamika dan strategi agar anak-anak untuk gemar membaca. 

“Saya selalu memilki sekian banyak cara untuk anak-anak mengenalkan tokoh-tokoh besar dunia yang saya baca dari buku dengan cara yang lebih sederhana dan bersifat rekreasi. Semisal, saya menceritakan tokoh seorang Mahatma Gandhi. Saya tidak langsung menceritakan siapa itu Gandi. Tetapi saya memberi mereka segumpal kapas, sambil membentuk kapas itu menjadi benang, saya menceritakan tentang sikap dan perjuangan beliau yang ingin membebaskan India dari penjajahan bangsa asing,” tuturnya. 



Lebih lanjut, dosen Universitas Pendidikan Ganesha Bali ini menekankan, gerakan literasi sejatinya menghantar kita menuju bangsa pembaca, pasalnya bangsa kita bukanlah bangsa pembaca. Hal terpenting dalam membaca, tegasnya, adalah melakukan apa yang dibaca. Pertanyaan yang perlu dijawab yakni apa dampak kegiatan membaca bagi anak? Ketika anak menemukan rasa percaya diri, misalnya, itu merupakan hal yang luar biasa. 

Bimbingan Teknis Fasilitator Literasi Baca-Tulis Tingkat Regional Bali dan Nusa Tenggara yang direncanakan berlangsung hingga Jumat (17/5/2019) mendatang tersebut melibatkan 80 peserta dari Provinsi Bali, NTB, dan NTT. Peserta kegiatan terdiri dari guru SD/MI, guru Bahasa Indonesia SMP/MTs, atau guru Bahasa Indonesia SMA/SMK/MA, pegiat literasi, dan staf balai/kantor bahasa yang sudah pernah mengikuti Bimtek Calon Tenaga Penyuluh. Kegiatan ini dilaksanakan guna mendukung penumbuhan budaya literasi dalam rangka Gerakan Literasi Regional dengan memilih sejumlah fasilitator untuk dilibatkan dalam praktik baik berliterasi baca-tulis di daerah. (gr/rf)  

Monday, 13 May 2019

SISWA SMP NEGERI 2 MBELILING MANGGARAI BARAT, DUTA OSN MATEMATIKA PROVINSI NTT

  
Manggarai Barat, CakrawalaNTT.COM - Peserta  Didik  SMP Negeri 2 Mbeliling atas nama Petrus Kalvin Andika Tamans menjadi Duta O2SN Nasional perwakilan Provinsi NTT. Peserta asal Kabupaten Manggarai Barat berhasil meraih prestasi ini setelah melewati beberapa tahapan seleksi sejak di tingkat sekolah, kabupaten, dan tingkat provinsi di Kupang.

Mendengar berita ini, Selasa (7/5/2019), Kepala SMP Negeri 2 Mbeliling, Paulinus Rodi, S.Pd menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Kalvin yang sudah lulus dan berhasil menjadi perwakilan Provinsi NTT di level nasional.

“Profisiat anak Kalvin, terima kasih guru pembimbing dan para guru, terima kasih kepada orang tua, dan keluarga dari Kalvin, terima kasih kepada keluarga besar SMP Negeri 2 Mbeliling serta terima kasih kepada Dinas PKO Kabupaten Manggarai Barat dan kepadamu semua atas ketercapaian ini,”  kata Paulinus.

Paulinus menjelaskan pihak SMP Negeri 2 Mbeliling memperoleh SK resmi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI karena salah satu peserta didik SMP Negeri 2 Mbeliling menjadi perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur lomba OSN bidang Matematika.

“Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2019 telah menetapkan Peserta Olimpiade Sains Nasional (OSN) SMP pada tanggal 03 Mei 2019 di Jakarta.  Surat Keputusan yang bernomor:  1535/ D3/KP/ 2019 diterima oleh Pihak SMP Negeri 2 Mbeliling pada  Selasa, 07 Mei 2019,” jelasnya.

“Keberhasilan dari SMP Negeri 2 Mbeliling kali ini tidak terlepas dari perwujudan misinya yaitu terwujudnya sekolah yang berakhlak mulia, kompetitif, dan unggul secara akademik dan non akademik, dengan salah satu misinya adalah mendorong peserta didik untuk mengembangkan kemampuan dalam bidang sains dari tingkat daerah sampai ke level nasional,” ujarnya.

Lanjut Paulus, keberhasilan yang diperoleh Petrus Kalvin Andika Tamans tidak terlepas dari dukungan para guru teristimewa pendampingan guru bidang studi Matematika.

“Guru bidang studi Matematika, Maria L. Yutun Susanti, S.Pd dan Monika Berti, S.Pd secara tim terus melakukan pendampingan kepada setiap siswa khususnya anak-anak yang berminat pada bidang  Matematika.Dari semua siswa yang dibimbing, anak Kalvin yang lebih menonjol jika dibanding dengan teman-teman lainnya,” kata Paulinus.

Kepada Media ini, Jhony Bosco Lampung, S.Fil menuturkan bahwa pada  bulan Januari-Februari 2019, pihak sekolah  mengadakan seleksi di tingkat sekolah dan selanjutya mengikuti lomba OSN Tingkat Kabupaten di Labuan Bajo pada tanggal 16 Maret 2019. Pada tanggal 20 Maret 2019, Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Manggarai Barat mengumumkan bahwa Petrus Kalvin Andika Tamans menjadi duta Manggarai Barat untuk OSN Matematika Tingkat SMP. Kalvin berhak mendapat tiket menuju level provinsi di Kupang.

“Pada tanggal 13 April 2019, Kalvin mengikuti lomba OSN Matematika bersama dengan peserta dari semua kabupaten se-NTT. Berita kejuaraan OSN Tingkat NTT yang diraih oleh anak Kalvin ini menjadi kebanggaan bagi Keluarga Besar SMP Negeri 2 Mbeliling,“ tutur Jhony.

Jhony menjelaskan latar belakang kehidupan Kalvin. Di tengah keterbatasan sarana dan prasarana sekolah, sekolah dari wilayah bentang alam Pegunungan Mbeliling ini bisa mengukir sejarah. Kalvin merupakan Putera kelahiran Roe, desa Cunca Lolos, pada 09 September 2004. Sekarang sedang duduk di kelas Delapan. Orangtuanya bermata pencaharian sebagai petani. Menurut kisah orangtuanya (Alfons Andi), Kalvin rajin belajar mandiri di rumah.

“Kalau pergi ke sekolah, dia selalu tepat waktu dan berusaha lebih cepat dari teman-temannya. Selama ada di sekolah pun anak Kalvin menjadi teladan bagi teman-teman yang lainnya. Gaya hidup anak Kalvin mau memperkuat ungkapan Latin...Bona culina, bona disciplina (dapur baik akan menentukan disiplin yang baik, Red.). Bahwa disiplin mesti berawal dari rumah dan keluarga. Sebab kalau anak dalam rumah, anak terbiasa untuk disiplin, maka ia dengan mudah mewujudkan sikap disiplin dalam hidup bersama di sekolah maupun di tengah masyarakat,” kilas Jhony.

SMP Negeri 2 Mbeliling terletak di Jalan Trans Flores, KM 31- Roe, Desa Cunca Lolos-Kecamatan  Mbeliling-Kabupaten Manggarai Barat. Sekolah ini berbatasan langsung dengan kawasan hutan Mbeliling, sebuah wilayah yang menjadi salah satu obyek wisata andalan di Kabupaten Manggarai Barat.  Letaknya pas di pelataran hutan Mbeliling, dengan jarak 31 kilometer dari kota pariwisata, Labuan Bajo.  Daerah ini (Roe dan sekitarnya) sering disebut kawasan Puncak.

Lembaga ini mendapat Izinan resmi dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui SK Pendirian Operasional Sekolah dengan No: 133/ KEP/ HK/ 2010 pada tanggal 03 Agustus 2010. Pada tanggal 19 Desember 2014, SMP Negeri 2 Mbeliling sudah terakreditasi dengan nilai B melalui SK nomor: 77/ BAPS/MNTT/XII/2014. Pada tahunu ini (2019), SMP Negeri 2 Mbeliling sedang dalam upaya untuk persiapan Akreditasi lanjutan.

“Sampai dengan saat ini, jumlah guru 22 orang, dengan rincian 9 orang  (PNS), 2 orang Kontrak daerah, dan 11(Guru Tidak Tetap). Jumlah siswa ada 173 orang dengan mayoritas orangtuanya bermata pencaharian petani,” tuturnya.

SMP Negeri 2 Mbeliling sebagai “dapur” pun telah menyiapkan diri untuk  “memasak”  aneka disiplin ilmu untuk merancang masa depan siswanya. Memasuki usianya yang kesembilan tahun, SMP Negeri 2 Mbeliling terus berbenah teristimewa dalam menyiapkan diri untuk akreditasi sekolah. Aneka prestasi telah diukir oleh SMP Negeri 2 Mbeliling tahun 2019. Selain juara OSN Tingkat Provinsi, SMP Negeri 2 Mbeliling juga menjadi juara umum lomba Olimpiade Olahraga Siswa Nasional Tingkat Kecamatan Mbeliling. Di tengah kegembiraan ini, SMP Negeri 2 Mbeliling masih memiliki aneka keterbatasan sarana dan prasarana sekolah. Betapa tidak, sampai dengan saat ini SMP Negeri 2 Mbeliling belum memiliki ruang guru dan kantor sekolah, buku-buku bacaan siswa, sarana komputer, peralatan musik dan aneka fasilitas lainnya.

“Salah satu tokoh peduli pendidikan SMP Negeri 2 , Bapak Fransiskus Aman berharap agar Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat untuk terus memperhatikan sekolah yang berprestasi dari daerah yang terpencil dan masih minim fasilitas. Semoga moment prestasi sekolah ini menjadi moment peningkatan pembangunan fisik sarana dan prasarana bagi SMP Negeri 2 Mbelling. Pada awal pendirian sekolah ini, orangtua siswa, komunitas SMP Negeri 2 Mbeliling serta tokoh-tokoh peduli pendidikan SMP Negeri 2 Mbeliling telah bekerja sama membangun iklim kedisiplinan dan semangat gotong royong membangun sarana dan prasarana awal di SMP Negeri 2 Mbeliling. Semoga dengan prestasi sampai di level nasional, pemerintah pusat bisa membuka mata untuk melihat keadaan terkini di sekolah terpencil ini,” kata Jhony.

Jhony Bosco berharap  SMP Negeri 2 Mbeliling tidak boleh terlena dengan prestasi gemilang ini. Masih ada ribuan generasi emas ke depannya untuk dibimbing dan dilatih oleh para guru. Hendaknya SMP Negeri 2 Mbeliling terus menata pendidikan yang sesungguhnya dengan tetap menata kedisiplinan dalam hidup. Setiap insan pendidikan mutlak untuk terus mendisiplinkan diri dan belajar tanpa henti. Tidak boleh terserang oleh virus kemapanan.

“Kewajiban kita bersama adalah hadir dan berdialog langsung dengan dunia kehidupan dengan segala problem yang menyertainya. Dalam dunia kehidupan, kita belajar artinya hidup dan bagaimana harus hidup dengan baik. Guru adalah semua orang dan segala tempat adalah sekolah, demikian kata tokoh pendidikan, Ki Hajar Dewantoro,“ kata Jhony. (JB/IS/RZ)
Videos