Latest News

E-MAGAZINE
HERE WE ARE

NEWS

HERE WE ARE

ARTICLE

E-MAGAZINE

Recent Posts

Wednesday, 8 July 2020

MKKS SMA/SMK MANGGARAI TIMUR GELAR RAPAT PERSIAPAN KBM TAHUN AJARAN BARU


Manggarai Timur, CAKRAWALANTT.COM – Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA/SMK Kabupaten Manggarai Timur menggelar rapat persiapan KBM tahun ajaran baru 2020/2021, Sabtu (4/7/2020). Rapat yang berlangsung di Kantor UPTD Pendidikan Borong, Kelurahan Rana Loba, Kabupaten Manggarai Timur tersebut dipimpin Ketua MKKS SMA Kabupaten Manggarai Timur, Aleks Naluk, S.Pd., dan dihadiri Korwas SMA/SMK Kabupaten Manggarai Timur, Lukas Sumba, S.Fil., serta seluruh kepala SMA/SMK se-Kabupaten Manggarai Timur.  

“Hari ini merupakan rapat pertama untuk kita sejak sebelum UN untuk SMK pada bulan Maret lalu. Pertama-tama, atas nama korwas saya ucapkan terima kasih kepada ketua MKKS dan perangkatnya serta kepala sekolah yang hadir pada kesempatan ini.  Semua kita telah menjalankan tugas di dan dari rumah  dengan setia walaupun di tengah kegentingan bahaya virus korona. Saya sangat mengharapkan kerja sama dari kita semua. Semoga kita semua tetap sehat,” ungkap Lukas Sumba.

Lebih lanjut dirinya menekankan kembali pentingnya pengawasan para kepala sekolah di setiap lembaga pendidikan khususnya progres pengisian data PMP dan EDS. Ia mengharapkan setiap operator sekolah dapat bekerja dengan maksimal, harus segera mengisi datanya yang divalidasi oleh kepala sekolah dan selanjutnya oleh pengawas.

“Kemarin sudah diingatkan kembali dari LPMP untuk semua pengawas dan korwas. Isi datanya sesuai dengan keadaan riil. Kalau ada kesulitan, kita saling komunikasi. Tanggal 13 Juli 2020 kita semua sudah ada di sekolah. Kita semua tetap mengikuti protokeler kesehatan, semua wajib menggunakan masker, di tes suhu, cuci tangan, serta tidak berjabat tangan. Jika ada yang ditemukan suhunya kurang normal langsung menghubungi pihak kesehatan setempat. Selain itu, baik kepala sekolah, guru-guru maupun tenaga kontrak mohon untuk perhatikan daftar hadir. Untuk setiap guru maupun tenaga kontrak di sekolah diharapkan mengisi daftar hadir. Mohon monitoring kepala sekolah untuk membuat daftar hadir. Daftar hadir sangat penting. Kemudian penerimaan siswa baru tidak boleh melebihi ruangan yang ada, tidak boleh ada sift. Ikutlah sesuai dengan regulasi yang ada dari kementerian pendidikan,” tegasnya.

Pantauan media ini, rapat berjalan lancar dan semua peserta rapat tetap mengikuti protokoler kesehatan, yakni menggunakan masker dan tetap menjaga jarak. Selain membicarakan persiapan KBM pada tahun ajaran baru mendatang, dalam rapat tersebut juga dibicarakan terkait pengambilan blanko ijazah di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT. Secara aklamasi Aleks Naluk dipercayakan untuk tugas tersebut. (Ino Sengkang/red)

Tuesday, 7 July 2020

“FLIPPED CLASSROOM MODEL”, SOLUSI PEMBELAJARAN DARURAT COVID-19


Jakarta, CAKRAWALANTT.COM – Dampak pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) masih berkepanjangan dan sangat dirasakan dunia pendidikan. Sistem pembelajaran di sekolah pada tahun ajaran baru 2020/2021 yang akan dimulai pada pertengahan Juli 2020 pun belum berjalan normal. Masih banyak daerah tergolong zona merah, kuning dan oranye belum bisa melakukan sistem pembelajaran secara tatap muka. Tentu saja hal ini membuat kepala sekolah dan guru berpikir keras apa yang harus dilakukan agar layanan pendidikan tetap berjalan dengan baik.

Dengan kondisi tersebut, sangat mungkin kedatangan siswa ke sekolah akan dibatasi, baik jumlah hari maupun jumlah siswa per kelas. Bisa jadi, siswa hanya belajar 2 atau 3 hari di sekolah, selebihnya belajar di rumah. Begitu juga agar jaga jarak bisa dilakukan, setiap kelas diisi separuh siswa saja, separuh lagi masuk hari berikutnya. Dengan kondisi seperti ini, para kepala sekolah dan guru terus mencari model pembelajaran efektif dan efisien digunakan pada kondisi di tersebut.

Salah satu model yang bisa digunakan adalah flipped classroom (pembelajaran terbalik). Flipped classroom adalah model pembelajaran dimana siswa sebelum belajar di kelas mempelajari materi lebih dahulu di rumah sesuai dengan tugas yang diberikan oleh guru. Metode ini juga digunakan oleh guru ketika ada siswa yang tidak hadir di kelas karena sesuatu hal. Guru bisa membuat video apa yang diajarkannya dan diberikan kepada yang tidak masuk kelas tersebut.

Jon Bergmann dan Aaron Sams, yaitu guru kimia SMA Woodland Park di Colorado, Amerika Serikat, menggunakan metode ini untuk membantu para siswanya yang tidak masuk kelas dengan membuat video pembelajaran apa yang sudah mereka ajarkan. Hasilnya sangat bagus, siswa bisa mengikuti pelajaran dan tidak ketinggalan. Model ini akhirnya dipakai juga oleh siswa yang sudah belajar di kelas sebagai bahan memperdalam materi yang sudah dipelajarinya.

Guru sebelum membahas materi yang akan diajarkan memberikan tugas terlebih dahulu kepada siswa untuk mempelajari materi yang ada dalam media pembelajaran. Model belajar seperti ini membuat siswa dituntut untuk lebih mandiri karena mereka mempelajari bahan terlebih dahulu sebelum ada pertemuan di kelas. Model ini juga membuat siswa  lebih aktif karena dorongan keingintahuan mereka juga lebih tinggi.

Model ini juga cocok sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi Era Industri 4.0. Perubahan model belajar ini tentu membutuhkan pelatihan dan kesiapan guru, tenaga kependidikan, dan para pejabat pendidikan dalam merancang rencana pelaksanaan pembelajaran dan media pembelajaran yang compatible dengan perkembangan teknologi saat ini.

Guru bisa dengan mudah mengunduh materi yang akan dipelajari siswa dari berbagai learning management system (LMS) yang sudah tersedia, baik dari Kemdikbud, yaitu Rumah Belajar dan TV Edukasi, maupun menggunakan LMS dari swasta yang dapat diunduh secara gratis. Materi diserahkan kepada siswa dengan diberi penjelasan apa yang harus dikerjakan dan akan dibahas pada pertemuan berikutnya.

Pada saat siswa datang ke sekolah, guru tinggal membahas dengan mereka, misalnya siswa diminta mempresentasikan apa yang telah dipelajari. Dengan demikian, siswa terlatih mengomunikasikan apa yang dipelajari kepada teman sejawat.

Untuk memperdalam materi yang dipelajari, guru juga bisa mengajak siswa berdiskusi dalam kelompok kecil. Guru berperan sebagai fasilitator dan berkeliling kelas untuk memotivasi sekaligus memantau keaktifan siswa dalam berdiskusi.

Dengan model ini, siswa tidak perlu hadir ke sekolah tiap hari. Jadi, seandainya tahun ajaran baru nanti siswa harus masuk sekolah diselang-seling, metode ini sangat bagus. Siswa akan mengerjakan tugas pada saat di rumah selama tiga hari dan masuk ke sekolah belajar di kelas selama tiga hari. Model ini cocok untuk mengoptimalkan waktu di kelas yang terbatas dan juga akan melatih siswa untuk mengelola waktu dengan baik.

Apakah hasil belajar siswa yang menggunakan metode “flipped classroom” lebih baik?

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Amerika dan juga beberapa sekolah di Indonesia yang sudah mempraktikkan flipped classroom, hasilnya sangat menggembirakan dan kualitasnya lebih baik. Para siswa yang mempraktikkan metode ini motivasi belajarnya sangat tinggi, kreativitasnya meningkat, tanggungjawab meningkat, siswa lebih aktif dalam PBM di kelas, dan nilai akademiknya lebih baik jika dibandingkan cara belajar tradisional. Begitu juga para guru juga merasa punya waktu lebih untuk berinteraksi dengan siswa.

Dengan model ini, tujuan kita untuk membekali kemampuan siswa untuk berpikir kritis (critical thinking), bekerjasama (collaborative), kemampuan berkomunikasi (comunication skills), dan berpikir kreatif dan inovatif (creative/innovative) dapat kita laksanakan dengan baik. Guru tidak mendominasi waktu di kelas. Interaksi guru dan siswa semakin baik dan semakin menyenangkan.

Semoga flipped classroom bisa menjadi salah satu alternatif model pembelajaran saat pandemi Covid-19 masih menghantui kita semua. Semoga Anak-anak kita tetap bisa belajar dengan nyaman. (Didik Suhardi/kemdikbud.go.id/red)

Videos