Latest News

E-MAGAZINE
HERE WE ARE

NEWS

HERE WE ARE

ARTICLE

E-MAGAZINE

Recent Posts

Sunday, 17 November 2019

RAYAKAN DIES NATALIS II, AML-KUPANG GELAR MURA RAME

Kota Kupang, CAKRAWALANTT.COM - Asosiasi Mahasiswa Lembata (AML) - Kupang menggelar acara pentas seni dan budaya yang bertajuk “Mura Rame Spesial Dies Natalis II”. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 12 November 2019 bertempat di Aula Taman Budaya Gerson Poyk dan dimulai pada pukul 20.00 WITA. 

Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh anggota AML-Kupang, rekan-rekan Organisasi Kepemudaan, dan para tamu undangan lainnya.

Acara ini menampilkan berbagai pertunjukan di antaranya Tarian  Daerah Baleo dan Paji Demong, Musikalisasi Puisi, Stand  Up Comedy, dan Live Acoustik. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga ikut dimeriahkan oleh Mateus Tiba yang merupakan salah satu alumni kontestan Liga Dangdut Indonesia dan juga penampilan Musikalisasi Puisi oleh Bento Kedang, Ibrahim, dan Ketrin Lamabelawa. 

Tarian Baleo merupakan salah satu mata acara yang ditampilkan oleh anggota sanggar tari AML-Kupang. Tarian Baleo secara umum menggambarkan tentang budaya Leva Naung orang-orang dari Desa Lamalera, Lembata. Tarian ini menggambarkan bagaimana masyarakat Lamalera mencari nafkah dengan berburu ikan paus di laut yang luas dan ganas untuk menghidupi keluarga dan orang-orang di sekitar mereka (janda dan yatim piatu). Saat tarian tersebut ditampilkan, penonton sangat terpukau, kesakralan pun tampak dari pementasan tarian tersebut.

Selain tarian Baleo tersebut, sanggar tari AML-Kupang juga menampilkan Tarian Paji Demong yang mengisahkan tentang peperangan dua bersaudara yaitu Paji dan Demong yang terpecah akibat politik Devide Et Impera Belanda pada masa lalu. Di tengah-tengah peperangan hadirlah perempuan-perempuan Lamaholot dengan kelembutannya yang mampu melerai pertikaian antara kedua bersaudara tersebut.

“Budaya tradisional kian hari semakin mengalami kemerosotan akibat banyaknya budaya-budaya luar yang masuk. Oleh karenanya, AML-Kupang melalui event Dies Natalis ini menampilkan tarian daerah sebagai bentuk pelestarian terhadap budaya tradisional,” ungkap Agustinus Lelangayaq, Ketua Panitia Dies Natalis II.

“Tidak hanya pada momen ini ke depannya AML akan terus melaksanakan kegiatan yang mengangkat budaya tradisional," tegas Thomas Kalang, Ketua Bidang Seni dan Budaya AML-Kupang.

Dalam sambutannya, Obet Lewotobi selaku senior AML-Kupang, mengatakan bahwa sebagai sebuah organisasi AML-Kupang harus mampu untuk mandiri. 

“Merefleksikan perjalanan AML-Kupang selama dua tahun, saya bisa mengatakan bahwa kemandirian adalah dasar sebuah organisasi. Dengan mandiri suatu organisasi tidak pernah diam, dengan mandiri suatu organisasi tidak akan pernah mati. Karena kita  bisa berdiri dan berjalan di atas kaki sendiri maka dengan sendirinya menghilangkan ketergantungan kita terhadap orang lain dalam beraktivitas dan menjalankan roda organisasi," kata Obet. 

Obet juga mengajak seluruh anggota keluarga besar AML-Kupang untuk bisa menjadikan AML-Kupang sebagai rumah untuk belajar bagaimana terus berinovasi dalam menghadapi persaingan global di era ini. 

Yana Laliehaq, Ketua Umum Asosiasi Mahasiswa Lembata Kupang, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perjalanan sebuah organisasi tidaklah mudah.

"Begitu banyak suka dan duka serta dinamika yang telah dilalui bersama," terangnya. 

Yana berharap AML Kupang terus memperbaharui diri menjadi suatu organisasi yang kokoh dan kuat dalam setiap aktivitas menuju tujuannya yakni menjadi wadah persatuan, pembelajaran, dan pengabdian bagi Lewotana bangsa dan Negara.

"Pada kesempatan ini juga saya mengucapkan terima kasih kepada Tuhan dan Leluhur Lewotana atas segala restu, berkat, dan penyertaan-Nya kepada kami AML Kupang. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu atas kontribusi dan jasanya terhadap keberlangsungan AML Kupang," tutup Yana. (Rivan/RZ)

Saturday, 16 November 2019

HMPS MATEMATIKA STKIP SOE GELAR CTM TINGKAT SMP



TTS, CAKRAWALANTT.COM – Dalam rangka meningkatkan kecintaan para peserta didik terhadap mata pelajaran Matematika, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Matematika STKIP SoE menggelar Lomba Cerdas Tepat Matematika (CTM) tingkat SMP se-Kota SoE dan sekitarnya. Kegiatan yang berlangsung pada 13 –15 November 2019 di Aula STKIP SoE, Jalan Badak, Kelurahan Karang Sirih, Kecamatan Kota SoE, Kabupaten Timor Tengah Selatan itu mengangkat tema “Wujudkan Generasi Cerdas, Cermat, Inovatif, Kreatif dan Berprestasi melalui Matematika.”

Dalam kegiatan tersebut, terdapat 10 regu dari enam sekolah. Sekolah-sekolah tersebut yakni, SMP Negeri 1 Soe (3 regu), SMP Sint Vianney SoE (3 regu), SMP Kristen 1 Mollo Selatan (1 regu), SMP St. Petrus Oinlasi (2 regu) dan SMP Negeri Satap Oemasi (1 regu).

Ketua panitia kegiatan, Imanuel Y. Solle, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan cara pihak kampus dan upaya meningkatkan minat peserta didik terhadap mata pelajaran Matematika. Menurutnya, kegiatan serupa penting sebagai wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi dirinya.

“Kami mau menunjukkan kepada masyarakat TTS bahwa ada yang bisa mewadahi untuk anak-anak mengembangkan bakat dan minat khususnya pada mata pelajaran Matematika. Peserta didik baik itu SD maupun SMP yang mempunyai bakat dalam Matematika tetapi untuk pengembangannya dalam kegiatan lomba seperti ini masih sangat minim,” kata Solle.

Ia juga menjelaskan bahwa CTM merupakan kegiatan yang dilakukan setiap tahun. CTM tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ke-4. Ke depan, pihaknya berencana melibatkan juga peserta dari jenjang SD dan SMA/SMK.

Prida N. L. Taneo, M.Pd
Ketua Program Studi Pendidikan Matematika STKIP SoE, Prida N. L. Taneo, M.Pd., kepada CAKRAWALANTT.COM menyampaikan, CTM adalah wadah yang baik bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan berorganisasi sekaligus wujud pengabdian masyarakat STKIP SoE.

“Jangan sampai mahasiswa ini tamat lalu tidak bisa berbuat apa-apa di masyarakat. Jadi, di sini kami juga mengajar mereka untuk bisa dalam berbagai macam hal, tidak hanya pada bidang akademik tetapi juga untuk bidang lain,” kata Taneo.

Taneo berharap ada dukungan dari pemerintah Kabupaten TTS, dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dan stakeholder lainnya. Karena kegiatan seperti ini akan membantu meningkatkan kecerdasan peserta didik yang ada di TTS sekaligus menghapus anggapan bahwa Matematika adalah pelajaran yang menyeramkan.

Dalam CTM tahun ini, Juara 1 (skor 700), Juara 2 (skor 600) dan Juara 4 (skor 300) diraih oleh SMP katolik Sint vianney SoE. Sedangkan Juara 3 diraih SMPN 1 SoE (skor 400). Para juara mendapatkan piala tetap, sertifikat, dan uang pembinaan dari panitia. (Lenzho/Mis/red)


Wednesday, 13 November 2019

KANTOR BAHASA NTT GELAR SEMARAK BULAN BAHASA DAN SASTRA


Kepala Kantor Bahasa NTT, Valentina L. Tanate, S.Pd., menyerahkan hadiah kepada para juara lomba. (Foto: RF/cakrawalantt.com)
Kota Kupang, CAKRAWALANTT.COM – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Semarak Bulan Bahasa dan Sastra 2019, Senin (11/11/2019) bertempat di Taman Budaya Gerson Poyk, Kota Kupang. Kegiatan tersebut diisi dengan empat mata lomba yang diikuti ratusan siswa tingkat TK/PAUD – SMA/SMK se-Kota Kupang. Empat mata lomba tersebut yakni, Lomba Mewarnai bagi Siswa TK/PAUD, Lomba Mendongeng bagi Siswa SD/MI, Lomba Peringkat 1 bagi Siswa SMP/MTs, dan Lomba Cerdas Cermat Bahasa Indonesia bagi Siswa SMA/SMK/MA.  

Kepala Kantor Bahasa NTT, Valentina L. Tanate, S.Pd., mengungkapkan, Semarak Bulan Bahasa dan Sastra merupakan kegiatan rutin Kantor Bahasa NTT yang sudah dilaksanakan selama beberapa tahun terakhir khususnya di Kota Kupang. Kegiatan dimaksud, jelas Valentina Tanate, merupakan upaya Kantor Bahasa NTT dalam menanamkan kecintaan terhadap Bahasa Indonesia di kalangan generasi muda khususnya peserta didik.

“Apalagi sekarang dengan adanya dukungan pemerintah berupa Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2019 terkait dengan Penggunaan Bahasa Indonesia, maka kita galakkan kepada mereka bahwa bangsa ini, generasi ini, sekarang bukan melawan penjajah, tetapi bagaimana kita berjuang untuk menggalakkan Penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar,” ungkapnya.  

Foto bersama para juara lomba dan panitia kegiatan. (Foto: RF/cakrawalantt.com) 
Dalam kegiatan yang berlangsung pagi hingga sore hari tersebut, siswa TK Aisyiyah Busnatul Athfal atas nama Abdizar Leonel Al Farizi keluar sebagai juara pertama Lomba Mewarnai. Sementara itu Kyrie Eleson M. Puteri Mezra, siswi SD Kristen Citra Bangsa Kupang meraih juara pertama Lomba Mendongeng. Juara pertama Lomba Peringkat 1 diraih Irna Yedida Tanesib, siswi SMPN 15 Kota Kupang. Sementara itu SMAN 3 Kota Kupang keluar sebagai juara pertama Lomba Cerdas Cermat Bahasa Indonesia. 

Masing-masing juara mendapat hadiah berupa piala dan uang pembinaan dari Kantor Bahasa NTT. Piala dan uang pembinaan juga diberikan kepada juara 2, 3, juara harapan 1, harapan 2, dan harapan 3 untuk masing-masing kategori lomba. (rf/an/red)      

Videos