Latest News

Monday, 2 November 2020

HARRY A. RIWU KAHO: KITA BELAJAR BANYAK HAL DARI LOMBA KTI DAN VIDEO EDUKASI BANK NTT

 


Kota Kupang, CAKRAWALANTT.COM – Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, mengapresiasi pelaksanaan Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) dan Video Edukatif yang merupakan rangkaian dari “Program Ramai Skali” Bank NTT tahun 2020. Menurutnya, banyak hal yang dapat dipelajari dari semangat yang ditunjukkan tim juri dan semua peserta yang terlibat mengingat kegiatan ini terlaksana di tengah pandemi covid-19 yang melanda seantero dunia.

 

Hal ini diungkapkannya dalam acara Penyerahan Hadiah Pemenang LKTI dan Video Edukatif “Program Ramai Skali” Bank NTT tahun 2020, Rabu (28/10/2020) di Kantor Pusat Bank NTT, Jl. W.J. Lalamentik 102, Kota Kupang. Acara yang digelar bertepatan dengan HUT ke-92 Sumpah Pemuda tersebut dihadiri oleh Direktur Kepatuhan Bank NTT, dewan juri, pejabat struktural Bank NTT, kepala divisi, pemimpin cabang, peserta pemenang lomba, guru pendamping dan orang tua serta sejumlah awak media.

 


“Ketika kita mulai menggaungkan lomba ini, kita secara dunia kita berhadapan dengan covid dan sampai saat ini belum menemukan solusi yang tepat. Tetapi dinamika yang terjadi dalam lomba ini menggambarkan suatu spirit yang luar biasa. Di tengah-tengah keterbatasan, di tengah-tengah berbagai tantangan, sekolah saja harus online bahkan kegiatan keagamaan pun harus online, tetapi spirit dari para panitia, juri dan para siswa-siswi kebanggaan yang hadir sore hari ini membuktikan sesuatu momentum kebangkitan melawan kondisi yang sulit dan mampu bertahan bahkan melahirkan karya-karya besar bagi sejarah perjalanan kita membangun literasi dan inklusi keuangan, yang mana gerakan ini juga mendapat dukungan yang kuat dari pemerintah pusat. Bahkan Bapak Presiden melalui Kepres 19 tahun 2020 telah menetapkan hari menabung nasional dimana hari menabung nasional ini juga salah satuya programnya, diarahkan agar setiap pelajar memiliki satu rekening,” ungkapnya.

 

Legitimasi pemerintah pusat terhadap literasi dan inklusi keuangan, menurut Harry, karena melewati rangkaian-rangkaian evolusi dan revolusi bahwa dengan menanamkan pemahaman yang benar, literasi yang benar tentang pengendalian diri termasuk pengendalian keuangan adalah hal yang patut menjadi kekuatan untuk berhadapan dengan berbagai resesi, berbagai krisis yang sudah menjadi pengalaman kita dalam beberapa decade terakhir ini. Dampak pandemi covid, lanjutnya, juga menghantam industri keuangan perbankan secara dalam dan hanya perusahaan-perusahaan atau inverstor yang mampu secara bijak, secara cerdas mengendalikan pengelolaan keuangan dan industri yang mampu eksis sampai dengan saat ini. Banyak perusahaan besar bahkan dunia rontok dengan beberapa kekeliruan atau salah perhitungan kecil dalam pengelolaan investasi menghadapi situasi yang sangat sulit ini.

 

Bank NTT Akan Bertumpu pada Unggulan Daerah

 

Menurut Harry, kondisi global di atas juga dialami Bank NTT. Menghadapi situasi demikian, ia mengaku Bank NTT tidak tinggal diam melainkan terus melakukan berbagai upaya, salah satunya yakni Bank NTT akan memberikan perhatian khusus pada sektor-sektor yang menjadi unggulan daerah.

 


“Kita tidak kehilangan momentum untuk juga memperbaiki banyak hal. Kami Bank NTT juga terus menghadapi dampak badai pandemi covid yang sangat salam. Langkah-langkah penyesuaian terus kita lakukan termasuk mengorbankan hari libur terus kita lakukan untuk Bank NTT mampu eksis berhadapan dengan kondisi yang ketidakpastian yang sulit diprediksi. Kita dalam beberapa hari ini dan dalam beberapa waktu ke depan akan menyelesaikan satu projek besar agar bisa membawa Bank NTT memasuki tahun 2021 dengan berbagai program bisnis bank yang sedang digali, tetapi kita akan bertumpu pada potensi unggulan daerah,” jelasnya.

 


“Dalam rentang waktu krisis yang ada,” lanjut Harry, “kita menemukan bahwa ternyata NTT ini bisa kuat, hebat kalau berdiri di atas fundamental ekonomi yang menjadi kekuatan NTT ke masa depan. Bapak Gubernur dalam beberapa kesempatan sudah memberikan sounding bahwa NTT akan menjadi pusat energi terbarukan di dunia. Berkelimpahan panas teris matahari, angin, ternyata itu merupakan sumber energi yang sangat kuat untuk dunia di masa depan. Beberapa pemberitaan juga terkait dengan energi, orang beralih ke energi terbarukan yang bahan bakunya terbesar diekspor oleh Indonesia. Presiden Jokowi telah melakukan kebijakan yang sangat menguntungkan bagi masa depan Indonesia dimana Indonesia tidak akan lagi mengirimkan bahan baku nikel yang menjadi bahan baku untuk energi listrik tetapi akan secara industri mandiri akan dikembangkan di Indonesia sehingga nantinya secara strategis kekayaan alam, sumber alam Indonesia akan menjadi fondasi yang kuat bagi Indonesia untuk masa depan. Demikian juga Bank NTT, kita merevitalisasi dan me-refocusing bisnis kita, kita akan berjalan pada basis-basis yang potensi yang unggulan daerah sepeti garam, rumput laut, pariwisata, pertanian, perkebunan. Kita sedang mendalami produk, strategi yang tepat untuk nantinya Bank NTT berkontribusi lebih dalam untuk pembangunan di NTT pada tahun 2021 dan seterusnya.”

 

Karya Peserta: Kontribusi Perbaikan Layanan

 

Terkait karya-karya peserta pemenang LKTI dan Video Edukatif Bank NTT tahun 2020, Harry mengaku hal tersebut sangat berarti bagi perkembangan Bank NTT ke depan terutama memberikan kontribusi bagi perbaikan layanan. Ia menyebut contoh tahun lalu ketika salah satu peserta disabilitas menulis tentang akses layanan untuk kaum disabilitas dimana hal tersebut mendorong Bank NTT untuk menyediakan akses ATM khusu bagi kaum disabilitas.

 

“Hari ini seperti penyampaian pater bahwa ada sesuatu yang menjadi khas dalam penyelenggaraan even ‘ramai skali’. Kalau kemarin Dina Noah yang sampai hari ini masih menjadi staf khusus Bapak Gubernur untuk membantu memberikan pertimbangan-pertimbangan di bidang disabilitas, dan hal-hal sudah disampaikan dalam karya tulisnya sudah kita lakukan pemenuhan-pemenuhan sebagai komitmen terhadap penyelenggaraan karya tulis yang dihasilkan. Di depan dan di beberapa kantor, akses untuk layanan kepada teman-teman, saudara-saudara kita yang terbatas secara fisik sudah tersedia dan sudah dimanfaatkan. Mudah-mudahan dalam karya tulis dari siswa-siswi yang ikut lomba pada kesempatan kali ini bisa memberikan kontribusi perbaikan layanan yang sedang dan akan dijalankan oleh Bank NTT,” urainya.

 

Selain itu, lanjut Harry, bertepatan dengan bulan inklusi keuangan dan literasi keuangan, terdapat beberapa program elektronifikasi dan digitalisasi yang dikembangkan oleh Bank NTT, salh satunya aplikasi mobile banking. Dengan memanfaatkan aplikasi mobile banking Bank NTT, ungkapnya, tidak saja memberikan kemudahan layanan jasa perbankan tetapi juga menjadi peluang untuk mendapatkan pendapatan tambahan.

 

“Bisa bertransaksi apapun di situ, dan bisa memperoleh fee dari transaksi yang ada. Kita juga sedang mengembangkan ke depan connecting dengan berbagai market place, dengan berbagai peluang untuk peningkatan pendapatan, akan menjadi persembahan untuk semua generasi di NTT yang mau menafaatkan mobile banking kita. Penyempurnaan aplikasi layanan juga terus dikembangkan sehingga kita akan mampu bersaing dengan industri perbankan yang ada,” jelasnya.

 


Pada kesempatan tersebut Harry juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh dewan juri yang menurutnya telah berjerih lelah dalam waktu yang cukup lama bersedia membantu Bank NTT menyelesaikan lomba ‘’ramai skali’ ini. Juga penghargaan kepada pihak sekolah, guru, orang tua, siswa-siswi dan juga teman-teman dari masyarakat umum yang ikut terlibat dalam pelaksanaan lomba video edukasi.

 

“Kiranya karya-karya besar ini dapat menjadi persembahan untuk memotivasi generasi muda di NTT untuk keluar memanfaatkan talenta-talenta yang dimiliki dan menjadi kekuatan untuk mampu menjadi modal masa depan yang lebih baik. Akhirnya kita akan bertemu lagi pada even penyelenggaraan tahun depan tentu dengan tematik yang aka lebih menarik karena tantangan tahun depan pasti akan lebih banyak, lebih sulit untuk membuktikn bahwa generasi muda NTT akan keluar sebagai pemenang dalam situasi yang sulit,” pungkasnya. (robert fahik/red)

 

 

comments

No comments:

Post a comment