Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

UNWIRA KUPANG

Dari Narasi Menuju Aksi: Membangun Kolaborasi untuk Peningkatan Literasi

Ket (kiri-kanan): Pengajar Sekolah Menulis Cakrawala NTT, Silvester Wanggur; Ketua Majelis Jemaat GMIT Pengharapan Dendeng, Pdt. Silvana Manafe; Sekbid Pengembangan Literasi Sinode GMIT, Pdt. Jeane Letmau; Sekbid Kominfo Sinode GMIT, Pdt. Calvin Benu; dan Direktur Yayasan Rumah Literasi Cakrawala, Gusty Rikarno.

 

Kupang, CAKRAWALANTT.COM - Dalam memperkuat upaya peningkatan literasi masyarakat, Yayasan Rumah Literasi Cakrawala membangun komunikasi bersama Sekbid Pengembangan Literasi dan Sekbid Kominfo Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) serta Ketua Majelis Jemaat GMIT Pengharapan Dendeng. Komunikasi tersebut terjalin melalui diskusi mendalam di Rumah Literasi Cakrawala NTT, Noelbaki, Kupang, Selesa (15/7/2025).

 

Pada kesempatan tersebut, Direktur Yayasan Rumah Literasi Cakrawala, Gusty Rikarno, menyampaikan apresiasi atas dukungan Sekbid Pengembangan Literasi dan Sekbid Kominfo Sinode GMIT serta Ketua Majelis Jemaat GMIT Pengharapan Dendeng terhadap upaya peningkatan literasi masyarakat.

 

Gusty mengatakan, peningkatan literasi sudah semestinya dilakukan dengan nuansa kolaborasi antarpihak. Menurutnya, semua pihak, baik pemerintah, lembaga pendidikan, orang tua, dan Gereja, harus bekerja sama dalam mendongkrak kualitas literasi dan juga pendidikan.

 

“Kita siap membangun kolaborasi untuk mendukung upaya peningkatan literasi masyarakat,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan, terdapat beberapa hal yang bisa ditindaklanjuti sebagai terobosan bersama. Pertama, mengadakan “Perpustakaan Touring” bersama Sinode GMIT, di mana Rumah Literasi Cakrawala NTT siap menerima buku-buku koleksi Sinode GMIT sebagai tambahan bacaan di taman bacaan masyarakat yang dikelola oleh Rumah Literasi Cakrawala NTT.

 

“Nantinya, setelah beberapa waktu, buku-buku tersebut bisa dikembalikan ke Sinode GMIT untuk ditukar dengan koleksi buku lainnya,” jelas Gusty.

 

Kedua, mengadakan kelas literasi bagi anak-anak. Kelas ini, terang Gusty, tidak hanya berkutat pada penguatan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga pengembangan minat dan bakat. Penyelenggaraan kelas ini, sambung Gusty, juga disertai dengan pemberdayaan orang muda sebagai relawan.

 

“Anak-anak yang tergabung dalam kelas ini juga akan didiagnosa sehingga kita bisa memperoleh pemetaan minat dan bakatnya, seperti menyanyi, menari, public speaking, dan lain-lain,” tambahnya.

 

Ketiga, menguatkan literasi digital untuk pewartaan. Terobosan ini, ungkap Gusty, sangat membantu proses pewartaan Gereja di era kemajuan teknologi saat ini, khususnya melalui optimalisasi media sosial dan website.

 

“Kita bisa mendukung upaya pewartaan dengan mengoptimalkan media sosial dan website. Misalnya, untuk awal ini, kita bisa menggunakan salah satu hari sebagai hari pewartaan melalui platform digital,” tukasnya.



Siap Mendukung dan Berkolaborasi

 

Sementara itu, Sekbid Kominfo Sinode GMIT, Pendeta (Pdt) Calvin Benu, dan Sekbid Pengembangan Literasi, Pdt. Jeane Letmau, mengatakan bahwa pihaknya siap mendukung dan membangun kolaborasi bersama Yayasan Rumah Literasi Cakrawala. Menurut keduanya, program-program peningkatan literasi sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama jemaat.

 

“Kami akan membangun komunikasi di internal supaya kerja-kerja kolaborasi ini bisa segera terlaksana,” ujar Pdt. Calvin.

 

Di sisi senada, Ketua Majelis Jemaat GMIT Pengharapan Dendeng, Pdt. Silvana Manafe, turut mendukung terobosan yang disampaikan oleh Yayasan Rumah Literasi Cakrawala.

 

Pdt. Vandra, begitu sapaannya, menaruh perhatian pada maraknya penyalahgunaan gawai di kalangan anak-anak. Menurutnya, hal ini perlu disikapi secara serius. Salah satu caranya, sambung Pdt. Vandra, dengan melibatkan anak-anak dalam kegiatan-kegiatan yang positif.

 

“Dengan adanya terobosan kelas literasi ini, anak-anak bisa dilibatkan sehingga mengurangi intensitas penggunaan gawai yang berlebihan,” tambahnya.

 

Selain itu, Pdt. Vandra juga mendorong pemberdayaan orang muda dalam kegiatan-kegiatan literasi bersama Yayasan Rumah Literasi Cakrawala.

 

Narasi-narasi yang didiskusikan tersebut diharapkan dapat menjadi batu loncatan untuk membangun generasi yang literat dan siap berkontribusi bagi masyarakat. Melalui ruang-ruang kolaborasi, narasi yang telah dibangun bisa bertransformasi menjadi aksi-aksi yang kreatif dan inovatif. (MDj/red)  


Post a Comment

0 Comments