Kupang, CAKRAWALANTT.COM - Dalam memperkuat upaya peningkatan literasi
masyarakat, Yayasan Rumah Literasi Cakrawala membangun komunikasi bersama
Sekbid Pengembangan Literasi dan Sekbid Kominfo Sinode Gereja Masehi Injili di
Timor (GMIT) serta Ketua Majelis Jemaat GMIT Pengharapan Dendeng. Komunikasi
tersebut terjalin melalui diskusi mendalam di Rumah Literasi Cakrawala NTT,
Noelbaki, Kupang, Selesa (15/7/2025).
Pada kesempatan tersebut, Direktur Yayasan Rumah
Literasi Cakrawala, Gusty Rikarno, menyampaikan apresiasi atas dukungan Sekbid
Pengembangan Literasi dan Sekbid Kominfo Sinode GMIT serta Ketua Majelis Jemaat
GMIT Pengharapan Dendeng terhadap upaya peningkatan literasi masyarakat.
Gusty mengatakan, peningkatan literasi sudah
semestinya dilakukan dengan nuansa kolaborasi antarpihak. Menurutnya, semua
pihak, baik pemerintah, lembaga pendidikan, orang tua, dan Gereja, harus
bekerja sama dalam mendongkrak kualitas literasi dan juga pendidikan.
“Kita siap membangun kolaborasi untuk mendukung upaya
peningkatan literasi masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, terdapat beberapa hal yang bisa
ditindaklanjuti sebagai terobosan bersama. Pertama, mengadakan “Perpustakaan Touring” bersama Sinode GMIT, di mana
Rumah Literasi Cakrawala NTT siap menerima buku-buku koleksi Sinode GMIT
sebagai tambahan bacaan di taman bacaan masyarakat yang dikelola oleh Rumah
Literasi Cakrawala NTT.
“Nantinya, setelah beberapa waktu, buku-buku tersebut
bisa dikembalikan ke Sinode GMIT untuk ditukar dengan koleksi buku lainnya,”
jelas Gusty.
Kedua, mengadakan kelas literasi bagi anak-anak. Kelas
ini, terang Gusty, tidak hanya berkutat pada penguatan kemampuan membaca dan
menulis, tetapi juga pengembangan minat dan bakat. Penyelenggaraan kelas ini,
sambung Gusty, juga disertai dengan pemberdayaan orang muda sebagai relawan.
“Anak-anak yang tergabung dalam kelas ini juga akan
didiagnosa sehingga kita bisa memperoleh pemetaan minat dan bakatnya, seperti
menyanyi, menari, public speaking,
dan lain-lain,” tambahnya.
Ketiga, menguatkan literasi digital untuk pewartaan. Terobosan
ini, ungkap Gusty, sangat membantu proses pewartaan Gereja di era kemajuan
teknologi saat ini, khususnya melalui optimalisasi media sosial dan website.
“Kita bisa mendukung upaya pewartaan dengan
mengoptimalkan media sosial dan website.
Misalnya, untuk awal ini, kita bisa menggunakan salah satu hari sebagai hari
pewartaan melalui platform digital,”
tukasnya.
Siap Mendukung dan Berkolaborasi
Sementara itu, Sekbid Kominfo Sinode GMIT, Pendeta
(Pdt) Calvin Benu, dan Sekbid Pengembangan Literasi, Pdt. Jeane Letmau,
mengatakan bahwa pihaknya siap mendukung dan membangun kolaborasi bersama
Yayasan Rumah Literasi Cakrawala. Menurut keduanya, program-program peningkatan
literasi sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama jemaat.
“Kami akan membangun komunikasi di internal supaya
kerja-kerja kolaborasi ini bisa segera terlaksana,” ujar Pdt. Calvin.
Di sisi senada, Ketua Majelis Jemaat GMIT Pengharapan
Dendeng, Pdt. Silvana Manafe, turut mendukung terobosan yang disampaikan oleh
Yayasan Rumah Literasi Cakrawala.
Pdt. Vandra, begitu sapaannya, menaruh perhatian pada maraknya
penyalahgunaan gawai di kalangan anak-anak. Menurutnya, hal ini perlu disikapi
secara serius. Salah satu caranya, sambung Pdt. Vandra, dengan melibatkan anak-anak
dalam kegiatan-kegiatan yang positif.
“Dengan adanya terobosan kelas literasi ini, anak-anak
bisa dilibatkan sehingga mengurangi intensitas penggunaan gawai yang
berlebihan,” tambahnya.
Selain itu, Pdt. Vandra juga mendorong pemberdayaan
orang muda dalam kegiatan-kegiatan literasi bersama Yayasan Rumah Literasi
Cakrawala.
Narasi-narasi yang didiskusikan tersebut diharapkan
dapat menjadi batu loncatan untuk membangun generasi yang literat dan siap
berkontribusi bagi masyarakat. Melalui ruang-ruang kolaborasi, narasi yang
telah dibangun bisa bertransformasi menjadi aksi-aksi yang kreatif dan inovatif.
(MDj/red)






0 Comments