Latest News

Thursday, 6 February 2020

ROMO HERMEN SANUSI: ANAK-ANAK MANGGARAI TIMUR PUNYA BAKAT TERPENDAM


Manggarai Timur, CAKRAWALANTT.COM – Kepala SMA Swasta Katolik Pancasila Borong, Romo Hermenegildus Sanusi, M.A., mengungkapkan, anak-anak Manggarai Timur memiliki bakat terpendam di dalam dirinya. Dibutuhkan kerja sama dan peran serta berbagai pihak agar bakat terpendam tersebut dapat tersalurkan, tentunya melalui hal-hal positif termasuk menulis.

Hal ini disampaikan Romo Hermen ketika dimintai komentarnya terkait terbitnya buku “Mentari di Batas Cakrawala”, antologi puisi siswa SMA se-Kabupaten Manggarai Timur. Menurutnya, buku yang diinisiasi oleh Media Pendidikan Cakrawala (MPC) NTT tersebut merupakan sesuatu yang luar biasa dan patut diapresiasi.
  
“Buku Mentari di Batas Cakrawala ini  bagi saya sangat luar biasa. Saya tidak mengomentari isi dari buku ini, tentu seorang sastrawan saja yang bisa mengomentarinya. Tetapi saya melihat bahwa di dalam diri anak-anak kita di Manggarai Timur ada bakat yang terpendam, dan saya sangat berterima kasih kepada Media Pendidikan Cakrawala NTT yang menjadi di motivator sekaligus sebagai mitra bagi sekolah-sekolah se-Kabupaten Manggarai Timur,” tutur Romo Hermen di ruang kerjanya, Selasa (04/02/2020).

Dirinya memberi apresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terbitnya buku tersebut. Cara strategis untuk mendukung aspirasi dan gagasan bagus, lanjutnya, tidak terlepas dari semangat berbagai pihak khususnya MPC NTT yang telah membantu mengembangkan potensi anak-anak.

Terima kasih kepada tim MPC NTT yang telah memberi pelatihan bagi guru dan khususnya siswa-siswi SMA di Manggarai Timur. Terima kasih juga atas dukungan dari Bapak Lukas Sumba S.Fil., selaku Koorwas, MKKS dan semua kepala sekolah yang terus menggiatkan budaya literasi di sekolah masing-masing. Terima kasih juga tak terhingga saya haturkan kepada Bapak Bupati, Agas Andreas, S.H., M.Hum., yang telah memberikan sambutan dan kepada Bapak Kadis, Drs. Benyamin Lola M.Pd., yang telah memberikan pengantar pada buku ini. Apresiasi dan profisiat kepada penulis, Maria Jesica, dkk., siswa-siswi SMA se-Manggarai Timur,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengharapkan agar siswa-siswi tetap mencintai budaya literasi. Baginya, dunia tulis-menulis itu sangat penting terutama bagi generasi milenial. Sebenarnya kita sangat suka menulis tetapi harus dikembangkan. Ia juga berharap agar siswa-siswi dapat mengembangkan setiap potensi yang ada di dalam dirinya.

Apa saja, supaya mereka menjadi generasi yang inovatif, tidak hanya membawa perubahan untuk diri mereka sendiri tapi untuk membangun NTT bangkit dan sejahtera dan terciptanya SDM Indonesia Maju. Bagi saya ketika mereka sudah menulis buku  ini, mereka menjadi pendobrak untuk teman-teman di sekolahnya. Menulis itu sesuatu yang mudah, juga menulis itu sebenarnya sesuatu yang sederhana tetapi kita tidak berani untuk memulai,” jelasnya.

Romo Hermen juga berpesan kepada para guru, bahwa ketika siswa-siswi sudah menghasilkan karya buku seharusnya guru-guru harus lebih kreatif dan mengembangkan diri mereka. Secara pribadi ia merasa malu karena anak-anak sudah bisa menulis buku.

Mengapa saya dan guru belum bisa menulis buku? Harus dimulai. Karya ini dalam tanda kutip memacu dan juga menjadi cambuk bagi orang lain khususnya bagi guru yang belum memulai,” tutup Romo Hermen. (Ino Sengakang/red)




comments

No comments:

Post a comment