Latest News

Friday, 1 December 2017

Ratusan Mahasiswa Fisip Unwira Kupang KKBM di Noemuti

TTU, Cakrawala NTT - Lebih dari 500 mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Katholik Widya Mandira (UNIKA) Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur melaksanakan Kemah Kerja Bhakti Mahasiswa (KKBM) selama  dua minggu di Kecamatan Noemuti, Kabupaten Timor Tengah Utara. Kemah kerja bahkti mahasiswa  lasimnya dilaksanakan perguruan tinggi lainnya berkat kerjasama dan koordinasi pihak Unika dan pemerintahan setempat. Interaksi sosial  masyarakat dan mahasiswa KKBM terus terbentuk tatkala mulai berproses di lapangan. Tak ada jarak di antara mereka kecuali kerjasama dan sama-sama bekerja.

Kristin Adal
Kristin Adal, Humas KKBM, Kiuola-Noemuti, Selasa (28/11) di Kiuola mengakui adanya kegiatan tersebut. 

”Iya, kita melakukan kegiatan di Noemuti  selama 2 minggu  (15-29/11). Total peserta KKBM  535 orang semuanya dari FISIPOL jurusan Ilmu Komunikasi, Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Administrasi Negara. Mahasiswa-mahasiswi asal Unika ini disebar di 12 desa yang ada Kecamatan Noemuti dipandu panitia dan dosen pendamping. Lanjutan kegiatan di desa disesuaikan kondisi dan kesepakatan kedua belah dengan menitikberatkan pada hal-hal yang mendesak,”,ujar Kristin.

Di Desa Kiuola, kelompok KKBM bekerja sama dengan aparat desa dan masyarakat melakukan bhakti social berupa pembersihan lingkungan, sosialisasi  pendidikan, pembenahan struktur aparatur desa, pembuatan papan nama kepala desa, RT/RW dan beragam kerja  sosial lainnya. Semua unsur terlibat aktif bekerja selama  kelompok mahasiswa melaksanakan bhakti perguruan tinggi di desa Kiuola. Sejauh mata memandang Kiuola salah satu desa di kecamatan Noemuti daerah asal Ray Fernandes,S.Pt  Bupati  TTU kini masih minim infrastruktur pembangunan. Dominan masyarakat hidup dari bertani dengan mengandalkan senjata tradisional  saat berkebun. Jalan umum belum tersentuh aspal hitam begitu pula sarana  pendukung  lainnya masih jauh dari harapan.

Kristin Adal mahasiswi semester V jurusan ilmu komunikasi program jurnalistik ini menandaskan bahwa Kemah Kerja Nyata Mahasiswa di masyarakat merupakan sebuah tantangan menuju kemandirian tatkala sudah  kembali ke masyarakat  pascakuliah. Diakui banyak hal positif yang didapatkan selama KKBM. Antusiasme masyarakat luar biasa dan  patut diapresiasi. Mewakili rekan-rekannya 54 orang panitia dan peserta KKBM di desa Kiuola, Kristin Adal calon wartawati ini menyampaikan limpah terima kasih kepada kepala desa bersama aparatnya serta segenap warga Kiuola atas dukungan dan kerja samanya.

Primus Rusae, Kades Kiuola
Oris Meze pendamping mahasiswa KKBM dan  Kepala Desa Kiuola, Primus Rusae,  di kantor Desa Kiuola masing-masing  mengakui  kemah kerja nyata mahasiswa FISIPOL Unika Kupang selama 2 pekan menggugah kalbu masyarakat akan pentingnya dunia pendidikan di era sekarang. Pendidikan, menurut  Meze dan Rusae, adalah spirit utama pembangunan bangsa dan negara khususnya di daerah pedesaan. Primus Rusae berulangkali menyampaikan terima kasih kepada generasi muda NTT dari Unika Kupang yang telah membagi ilmu pengetahuan dan keterampilan secara gratis kepada masyarakat.

“Kiuola desa berpotensi tapi minim sarana pendukung Mudah-mudahan pemerintah kabupaten  memberikan  bantuan penunjang pertanian,” harap Oris Meze.

Selama melaksanakan KKBM di Noemuti, mahasiswa-mahasiwi Fisipol Unika  Kupang didamping  19 dosen dan panitia pelaksana. Acara temu pisah kolegial  dilaksanakan  di aula Kantor Camat Noemuti. 

Peserta KKBM bersama masyarakat
Camat Noemuti, Yohanes Lopis,S.Fil.  mengapresiasi  ratusan mahasiwa-mahasiswi Unika Kupang bersama para dosen yang telah meluangkan waktu melaksanakan  KKBM  di Noemuti. Lopis nampak senang mendapat kunjungan kehormatan dari Unika Kupang. Ia menyampaikan  terima kasih dan mengucapan selamat datang di kampung besar  Noemuti ketika menyambut kedatangan tim dari Unika Kupang.

“Mari kita kerjasama dan sama-sama bekerja membangun Kecamatan Noemuti-Timor Tengah Utara,” ajak  Lopis antusias. (Gervas Salu)
comments

No comments:

Post a Comment