Latest News

Sunday, 5 January 2020

SMPN SATAP LELOBATAN MILIKI KEPALA UPTD DEFINITIF

Ovianirita Oematan pose bersama orangtua, perwakilan pemerintah kecamatan dan masyarakat setempat. (Foto: Lenzho)

TTS, CAKRAWALANTT.COM – SMPN Satap Lelobatan yang terletak di Desa Lelobatan, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), resmi memiliki kepala UPTD definitif. Jabatan tersebut dipegang oleh Ovianirita Oematan yang telah dilantik oleh Bupati TTS pada tanggal 25 November 2019  lalu di Taman Rekreasi Bu'at.

Acara penyambutan Kepala UPTD berlangsung di lokasi SMPN Satap Lelobatan, Sabtu (4/1/2020). Acara penyambutan yang berlangsung secara adat dengan tuturan Natoni itu dihadiri para tokoh agama, tokoh adat dan masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Ovianirita Oematan, S.Pd., mengatakan bahwa pengalungan sarung dan selendang adat yang diberikan oleh tokoh adat dan masyarakat setempat merupakan suatu penghargaan dan tanggung jawab yang besar.

"Saya tidak akan berhasil tanpa dukungan dari para orang tua dan stakeholders terkait. Oleh karena itu saya berharap agar ada dukungan penuh dari semua pihak," ujarnya.

Penyambutan Ovianirita Oematan secara adat. (Foto: Lenzho)
Ovi, sapaan akrab Ovianirita Oematan, menyampaikan bahwa di wilayah tersebut banyak anak yang putus sekolah oleh karena jarak yang jauh. Karena itu dirinya mengimbau kepada semua masyarakat sekitar untuk kembali mendaftarkan anak-anak yang putus sekolah guna memperoleh pelayanan pendidikan yang baik.

Ovi meminta kepada pemerintah setempat agar melalui dana desa ada anggaran khusus untuk bidang pendidikan dapat membantu para guru honorer yang ada. Selain itu bantuan juga diperlukan untuk memperbaiki gedung darurat yang sudah ambruk pada bulan November 2019 lalu.

Terkait gedung sekolah yang sudah ambruk, Ovi meneruskan informasi dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS, Edison Sipa, bahwa nomenklatur sekolahnya masih merupakan Satu Atap oleh karena itu dirinya meminta agar sementara waktu bergabung dengan SDN Lelobatan sambil menunggu bantuan Unit Sekolah Baru (USB) ke depan.

“Saya telah berkoordinasi dengan kepala SDN Lelobatan terkait ruangan bagi siswa SMP untuk digunakan dalam proses kegiatan belajar mengajar dan telah disetujui oleh Kepala SDN Lelobatan. Para siswa SMPN Satap Lelobatan memperoleh dua ruangan yang diberikan oleh pihak SDN Lelobatan,” tuturnya.

Ovi  juga mengajak para orang tua serta pemerintah desa yang ada untuk saling bergandengan tangan membangun SDM yang ada melalui pendidikan. Menurutnya, tidak ada cara lain untuk memutus rantai kemiskinan selain melalui pendidikan.

Pada akhir sambutannya Ovi juga menghimbau kepada para orang tua siswa yang ada untuk melengkapi administrasi berupa KTP dan KK yang terdapat NIK anak untuk proses pemerolehan dana BOS dan bantuan lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Joel Oematan, mewakili pemerintah kecamatan sekaligus orang tua mengatakan bahwa kesuksesan tanpa dukungan itu akan sia-sia. Karena itu dirinya juga mengimbau kepada semua masyarakat yang ada untuk mendukung kepala UPTD yang ada dalam setiap program pembangunan pendidikan melalui peningkatan kualitas SDM peserta didik.

Oematan juga menitipkan SMPN Satap Lelobatan kepada semua masyarakat dari dua desa yang ada untuk saling mendukung dalam pembangunan pendidikan bagi generasi penerus. Di hadapan Sekretaris Desa Lelobatan dan para orang tua yang hadir ia meminta agar pengelolaan dana desa memperhatikan tiga aspek yang ada yaitu pada  bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Jonas Banoet yang mewakili orang tua siswa mengatakan siap mendukung pembangunan sekolah yang ada. Kepentingan umum tegasnya adalah hal yang utama apalagi terkait bidang pendidikan.

"Oleh karena itu saya juga mewakili orang tua bahwa kami siap untuk mendukung kepentingan umum. Dari pribadi yang ada kami siap mendukung karena kami sadar bahwa kepentingan umum merupakan segalanya di atas kepentingan pribadi," ungkap Jonas.

Gedung SMPN Satap Lelobatan (darurat) yang ambruk November 2019 lalu. (Foto: Lenzho)
Pantauan media ini, SMPN Satap Lelobatan telah memiliki dua ruang darurat namun gedung tersebut ambruk akibat angin pada November 2019. Untuk sementara para peserta didik menggunakan rumah warga dalam proses KBM.

Pada semester baru ini para peserta didik dari SMPN Satap Lelobatan akan direlokasi untuk bergabung kembali pada SDN Lelobatan untuk pelaksanaan proses KBM sambil menunggu bantuan gedung dari Pemerintah Kabupaten TTS melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS. (Lenzho/red)

comments

No comments:

Post a comment