Latest News

Friday, 16 March 2018

LITERASI DIGITAL KOTA KUPANG: ICT, ECPAT dan SEJIWA Foundation Berbagi Ilmu dan Trik


Kota Kupang, Cakrawala NTT - Pagi itu sekitar jam 08.30 WITA suasana agak berbeda di Swiss Berlin Hotel sebuah hotel tua dengan arsitektur ala semi gotic yang terletak di pesisir pantai Pasir Panjang, Kota Kupang-NTT. Tampak berbaris rapi laki-laki perempuan berusia dewasa dengan busana beraneka ragam. Ada yang berbusana profan ala kadarnya, ada berseragam putih-hitam tapi yang lebih kerennya ada yang berbusana tenunan adat dengan motif yang sangat special. Satu persatu mereka secara bergiliran dituntun untuk registrasi. Bukan cuma registrasi manual loh, tapi juga registrasi online. Mungkin sejalan dengan tema kegiatan yang akan digeluti hari ini, besok, dan lusa (14-16/03/18) yaitu Seminar dan Workshop tentang Literasi Digital. Jadi semuanya menggunakan wadah digital. Iya, ini memang wajar karena era digital sudah mengkonstruksikan tatanan dunia komunikasi  zaman ini. Semuanya jadi serba mudah dan canggih.
Tapi kemudian muncul pertanyaan, apakah digital hanya berpengaruh pada situasi hidup yang positif saja? Atau adakah dampak negatif yang bisa dimunculkannya? Mungkin ini akan dijawab dalam seminar yang berpayung pada sebuah tema spesifik, SMART SCHOOL ONLINE: Menguatkan Literasi Digital Melalui Sekolah.
Para peserta pun berdatangan menghadiri undangan itu. Kurang lebih 300-an lebih peserta yang diundang. Karena temanya berhubungan dengan literasi sekolah maka undangan ini pun dikhususkan bagi para orangtua, guru, mahasiswa dan utusan dari komunitas-komunitas kategorial yang ada di Kota Kupang.
Para peserta terlihat sangat antusias menghadiri seminar sekaligus workshop yang baru pertama dilakukan di Kota Kupang itu. Setelah semua undangan memenuhi kursi-kursi yang telah disiapkan tiba-tiba terdengar suara melengking, membahanakan suasana di ruangan itu dengan sapaan-sapaan yang penuh motivatif. Fokus peserta pun langsung terarah pada sapaan perdana sang Master of Ceremony (MC) Marianus Seong Ndewi, S.Pd, M.Pd. Pria yang biasa disapa Ryan yang adalah guru di SMAN 4 Kota Kupang dan juga “wapres” Komunitas Secangkir Kopi Kupang mulai beraksi dengan permainan kata-katanya. Para peserta yang hadir pun semakin terbawa pada aura kegiatan saat itu sekaligus membangkitkan rasa penasaran yang luar biasa tentang isi, makna, dan tujuan kegiatan saat itu.
Kira-kira jam 09.15 acarapun di mulai yang diawali dengan pengukuhan anggota tim relawan  Literasi Digital Kota Kupang. Walau cuma sesaat tapi momen pengukuhan ini menggariskan sebuah arti penting bahwa saatnya sekarang Literasi Digital penting untuk disosialisasikan. Akhir dari pengukuhan inipun disambut meriah oleh para peserta yang hadir dengan aplaus yang semangat. Seusai pengukuhan acara pun dilanjutkan dengan sepatah dua kata dari koordinator umum kegiatan ini.
Terdengar sapaan mempersilahkan dari MC nan penuh semangat. Serentak mata peserta tertuju pada seorang ibu bertubuh mungil berbusana merah-merah yang berlangkah cekatan, penuh semangat menuju podium yang telah disediakan. Setelah mengatur posisi mike, wajahnya kemudian diarahkan kedepan peserta dengan tatapan penuh ceria dan bersahabat.
“Hallo Kupang”. Itulah sapaan awal dari ibu yang bernama lengkap Diena Haryana ketika membuka sambutannya. Setelah itu ia tak butuh waktu lama menggariskan beberapa point penting terkait mengapa kegiatan seminar dan workshop  literasi digital ini dilaksanakan, apa tujuannya dan kenapa lokasinya adalah kota Kupang.
“Kita sekarang sudah masuk babak baru sebuah tatanan kehidupan modern di mana semuanya berproses serba canggih dan mudah akibat perkembangan IPTEK. Salah produk IPTEK yang trend sekarang adalah munculnya beragam aksesoris digital yang satu sama lain saling menawarkan keunggulan fitur-fiturnya masing-masing. Produk-produk digital ini menjadi  sumber informasi yang cepat dan mudah ketika mengakses  jaringan internet sebagai produk inti untuk mendapatkan dan menyebarkan informasi. Ini hal yang positif sejalan dengan tuntutan perkembangan dunia digital sekarang. Tetapi disisi lain  dampak negatif juga tidak kalah cepatnya mempengaruhi sendi-sendi kehidupan kita jika kita belum secara cerdas dan bijak memanfaatkan produk-produk digital ini. Dan selama ini dampak negatif ini sudah menjadi masalah yang cukup krusial menghantui kepribadian dan karakter generasi zaman ini. Atas dasar masalah ini maka kegiatan hari ini dibuat. Tujuannya untuk memberikan pengedukasian terkait dampak negatif dan positif dari perkembangan dunia digital  dan bagaimana cara pencegahannya. Terkait dengan kegiatan ini sudah beberapa kota dan propinsi yang sudah kami kunjungi untuk mensosialisasikan program ini. Dan kali ini di kota Kupang. Hasilnya juga positif melihat antusiasme para peserta yang hadir membludak di ruangan ini. Ini membuktikan bahwa Kota Kupang juga sangat membutuhkan program ini. Semoga semua proses kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini diikuti secara baik dan membawa hasil yang positif dan berguna bagi peserta yang hadir”
Ibu yang pada sesi pemamparan materi juga menjadi salah satu narasumber mewakili SEJIWA Foundation kemudian mengakhiri sambutannya yang langsung disambut aplaus meriah oleh para peserta.
Hal senada juga dikatakan Kepala UPT Wilayah 1 Soleha Wongso dalam sambutan yang dibacakan salah satu utusan yang mewakilinya sekaligus dimandatkan untuk membuka seminar dan workshop literasi digital ini. Dalam sambutannya ini juga Wongso mengajak semua elemen pendidikan baik guru, orang tua, siswa, mahasiswa dan masyarakat di kota Kupang untuk segera mensosialisasikan dan memberikan edukasi tentang literasi digital ini. Hal ini perlu karena pengaruh dunia digital sudah menjadi fenomena yang cukup akut membingkai karakter dan kepribadian generasi zaman ini. Semoga seminar dan workshop menjadi awal yang baik bagi semua elemen pendidikan untuk mengakarkan literasi digital yang lebih edukatif  dan produktif.
Akhir dari sambutan ini kemudian ditutup dengan pemukulan gong sebagai tanda dibukanya kegiatan ini dengan resmi. Para peserta pun langsung menyambut dentuman bunyi gong itu dengan tepukan tangan yang meriah. Setelah acara pemukulan gong dilanjutkan dengan acara penyerahan cendera mata dan foto bersama. Acara pembuka ini ditutup dengan Coffee Break
Setelah kurang lebih 30 menit Coffee Break, MC kemudian mengajak para peserta masuk pada poin inti kegiatan hari pertama ini yaitu pemamaparan materi dari para narasumber. Para pemateri yang akan memberi materi antara lain sesi pertama dari ICT Watct yang dibawakan oleh Mas Indriyatno Banyumurti, sesi kedua dari ECPAT yang dibawakan oleh Ibu Umi Farida dan sesi ketiga oleh ibu  Diena Haryana dari perwakilan dari SEJIWA Foundation. Indriyatno Banyumurti dalam materinya memaparkan secara garis besar tentang dampak positif dan negatif dari internet sekaligus secara teknis memberikan solusi pencegahan untuk meminimalisir dampak-dampak negatif dari penggunaan internet tersebut. Di sesi kedua ibu Umi Farida dalam materinya secara spesifik menjelaskan fenomena eksploitasi seksual anak melalui media online. Sedangkan pada sesi terakhir ibu Diena Haryana menjelaskan tentang peran penting orangtua dalam upaya mencegah prilaku-prilaku menyimpang anak akibat pengaruh media digital dan bagaimana pentingnya pemahaman orangtua tentang dunia digital. Pemaparan materi inipun berlangsung secara dialogis antara narasumber dan peserta sehingga sesi ini tidak terlihat kaku dan searah.
Setelah pemaparan materi dilanjutkan dengan sesi diskusi. Pada sesi ini para peserta diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Para peserta terlihat sangat antusias memberikan pertanyaan baik itu dari perkawilan orangtua, guru, mahasiswa dan komunitas kategorial. Pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan pada umumnya terkait dengan fenomena-fenomena aktual yang terjadi selama ini yang berhubungan dengan masalah penggunaan internet, dampak-dampak dari penggunaannya dan bagaimana solusi teknis dan moral untuk meminimalisir permasalahan-permasalahan tersebut. Ada beberapa point yang coba ditanggapi para narasumber terkait beberapa hal yang diangkat oleh tiga penanya yaitu perwakilan guru dari SMKN 3 Kota Kupang, perwakilan mahasiswa sekaligus perwakilan kelompok kategorial “Perempuan Biasa” dan perwakilan orangtua dan akademisi. Proses diskusi ini berjalan santai tapi cukup menarik karena terjadi dialog interaktif antara peserta dan narasumber.
Kegiatan hari pertama inipun berakhir sekitar jam 15.00 WITA. Walau siang makin memanas namun antusisme para peserta kelihatan tetap terjaga untuk mengikuti kegiatan keesokan harinya dan hari berikutnya. Untuk kegiatan seminar besok direncanakan diperuntukan bagi 300-an siswa yang akan dilangsungkan di tempat yang sama. Sedangkan 150 peserta hari pertama yang terpilih  akan mengikuti workshop lanjutan di SMKN 3 Kota Kupang. Sedangkan pada hari ke-3 workshop akan diberikan kepada 150 peserta dari kalangan siswa yang terpilih. Kegiatan workshop yang terakhir ini akan berlangsung di tempat yang sama yaitu di SMKN 3 Kota Kupang.
Setelah kegiatan ini berdasarkan informasi yang diperoleh, para peserta akan dibagikan E-certificate yang langsung dikirim ke masing-masing e-mail peserta. (Lamawato04/Lenzo)
comments

No comments:

Post a Comment