Latest News

Friday, 21 October 2016

Membahas Kesejahteraan Guru Honor

Pertemuan Walikota Kupang 
Bersama Kepala Sekolah dan Tenaga Guru Honorer K-2 Se-Kota Kupang



Kota Kupang, Cakrawala NTT- Pada Senin, 17/10/2016 lebih dari 1000 tenaga pendidik yang terdiri dari 138 kepala sekolah tingkat SD, 37 kepala sekolah tingkat SMP baik negeri maupun swasta,47 kepala sekolah tingkat SMA baik negeri maupun swasta,  24 kepala sekolah tingkat SMK baik negeri maupun swasta, juga tenaga guru honorer K-2 sejumlah 291 orang, serta tenaga guru honorer sejumlah 435 orang hadir dalam acara pertemuan Walikota Kupang Jonas Salean SH,M.Si. dengan kepala sekolah SD,SMP,SMA,SMK, guru K2 yang telah diangkat dan guru honor komite sekolah.

Rincian jumlah ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota  Kupang, Drs. Jerhans A. Ledoh, dalam sambutan dan juga pembacaan laporan singkatnya. Acara dimulai pada pukul 11.00 WITA dan berlangsung di Aula SMKN 1 Kupang. Pada kesempatan ini, juga dilakukan penyerahan sertifikat akreditasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang diserahkan oleh Walikota Kupang kepada SMKN 1 Kupang dan SMKN 3 Kupang. SMKN 3 Kupang juga menerima penghargaan lembaga kursus keterampilan guru dimana SMK negeri 3 Kota Kupang meraih peringkat 5 nasional. Sejumlah dua jurusan di SMKN 3 Kupang yang mendapat BNSP adalah jurusan akomodasi perhotelan dan tata boga.
Tentang kesejahteraan para guru, Jonas mengatakan kini telah ada perda penyelenggaraan pendidikan yakni Perda nomor 7 tahun 2016 yang salah satu isinya mengatur hal-hal yang berkaitan dengan tenaga honor yang diangkat oleh komite sekolah.
"Dengan landasan hukum ini, pemerintah bisa bertindak untuk membantu kesejahteraan guru honor. Mulai tahun 2017 nanti guru honor yang diangkat oleh komite sekolah jumlahnya 1015 orang. Sesuai aturan, untuk yang sudah mengabdi lebih dari lima tahun akan diangkat dengan SK Walikota Kupang dan mendapat insentif Rp 750 ribu per bulan dan setelah itu mereka akan diusulkan kepada menteri pendidikan untuk mendapat dana sertifikasi sebesar Rp 1,5 juta per bulan karena sudah masuk dalam dapodik. Untuk guru yang nol tahun sampai kurang dari lima tahun akan mendapat insentif Rp 500 ribu per bulan” Jelas Salean.


Dengan adanya peningkatan kesejahteraan ini Salean berharap guru pun aka bekerja dengan lebih maksimal dan lebih termotivasi sehingga dampak peningkatan pendidikan akan terlihat pada hasil UN di 2017 mendatang,"Saya harap agar hasil UN tahun 2017 ini bisa lebih baik dari tahun 2016," tuturnya. (Armando)
comments

No comments:

Post a comment