![]() |
| Para peserta didik sedang menyimak pemaparan materi dari Tim Yayasan Rumah Literasi Cakrawala NTT. |
Manggarai Barat, CAKRAWALANTT.COM - Suasana aula tampak hening. Beberapa anak berseragam
putih abu-abu sedang fokus pada kertas yang terpampang di depan mereka. Pena di
tangan mereka perlahan menuliskan beberapa kalimat hingga mencapai sekitar tiga
paragraf. Di tengah keheningan itu, ada suara isak tangis yang terdengar samar
di antara mereka. Di dalam untaian kata yang dirangkai tersebut, ada makna
mendalam yang menyiratkan ketegaran, keringat, dan pengorbanan orang tua
mereka.
Tidak lama berselang, satu per satu di antara mulai
berdiri, maju ke depan, dan membacakan tulisan-tulisan sarat makna yang mereka
tulis. Kata demi kata mengalir dari mulut mereka. Mereka menulis dengan hati,
membacanya dengan tulus, dan sesekali menyematkan doa dan harapan. Surat untuk orang tua. Begitulah salah
satu tulisan yang sempat tertulis dan terucap dari hati anak-anak Sekolah
Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Welak, Kabupaten Manggarai Barat.
Anak-anak tersebut sedang berpartisipasi dalam
kegiatan workshop literasi berbasis asesmen minat dan bakat. Kegiatan ini
didukung oleh Yayasan Rumah Literasi Cakrawala NTT, salah satu mitra pembangunan
pendidikan yang berfokus pada penguatan literasi sejak tahun 2013. Adapun
kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, yakni Senin-Rabu (10-12/8/2026),
dengan berbagai tahapan workshop.
Implementasi Nyata Peningkatan Literasi
Kepala SMA Negeri 1 Welak, Ferdinandus Jehadun, S.Pd.,
mengatakan, kegiatan tersebut merupakan manifestasi dari program rutin sekolah
dalam menumbuhkan kegemaran membaca dan mengasah keterampilan menulis di
kalangan guru dan peserta didik secara berkelanjutan.
“Bisa dibilang, kegiatan ini merupakan implementasi
nyata dari misi peningkatan literasi,” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Ferdinandus menambahkan, program literasi yang
dijalankan oleh SMA Negeri 1 Welak selaras dengan Program Prioritas Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, yakni Genta Belis (Gerakan NTT Membaca-NTT Menulis). Untuk itu, kegiatan
workshop literasi bersama Yayasan Rumah Literasi Cakrawala NTT akan bermuara
pada penerbitan buku karya peserta didik.
“Langkah ini bertujuan untuk membangun literasi di
lingkungan sekolah sekaligus membakar semangat dan inovasi anak-anak agar
semakin gemar membaca dan menulis,” tambahnya.
Menekankan Hasil Asesmen sebagai Basis
Pendampingan
Sementara itu, Direktur Yayasan Rumah Literasi
Cakrawala NTT, Gusty Rikarno, S.Fil., M.I.Kom., menjelaskan, metode workshop
tersebut menekankan asesmen minat dan bakat sebagai basis pendampingan. Hal
ini, sambung Gusty, merupakan salah satu inovasi terbaru yang diinisiasi oleh
pihaknya. Melalui inovasi ini, proses pendampingan bisa dilakukan dengan lebih
terukur dan tepat sasaran.
“Program ini diawali dengan penggalian dan pemetaan
minat, bakat, dan kemampuan peserta melalui asesmen dan pre-test. Nantinya, hasil asesmen ini akan menjadi basis
pendampingan,” ungkap Gusty, Senin (10/8/2026).
Proses asesmen, lanjut Gusty, dilakukan dengan
menyebarkan kuisioner, observasi intensif, dan wawancara mendalam. Dengan
demikian, tegasnya, materi pelatihan yang diberikan akan selaras dengan apa
yang menjadi minat mayoritas peserta.
Menulis dengan Hati
Inovasi dari Yayasan Rumah Literasi Cakrawala NTT
tersebut dirasakan langsung oleh para peserta. Florentina Ariyanti misalnya.
Awalnya, ia sempat ragu dan tidak percaya diri saat ditunjuk sebagai salah satu
peserta workshop literasi oleh pihak sekolah. Namun, ketika mengikuti seluruh
rangkaian kegiatan pada hari pertama, keraguan tersebut seketika sirna.
Pendampingan yang dirasakannya tidak sekadar mengasah
keterampilan menulis, tetapi juga menyentuh kebutuhannya di bidang menulis.
Melalui kesempatan tersebut, ia dan peserta didik lainnya bisa menulis dengan
hati, tanpa terbebani sedikitpun.
“Jujur, awalnya saya ragu. Tetapi, dengan berbagai
cara yang dilakukan oleh Cakrawala NTT, saya menemukan ketertarikan di dunia
menulis. Saya bisa menulis apa saja yang saya sukai. Dan, itu membuat saya
semakin senang. Apalagi, kami diberikan ruang untuk menuliskan apa saja tentang
diri dan kehidupan kami melalui jenis tulisan autobiografi,” ungkap peserta
didik yang sedang duduk di bangku kelas sebelas ini.
Untuk diketahui, kegiatan tersebut juga menjadi bagian
dalam momen menyongsong Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia. Pihak
sekolah menjadikan momen ini sebagai momentum peningkatan kualitas, kapasitas,
dan produktivitas peserta didik. Melalui kolaborasi dan inovasi tersebut, SMA
Negeri 1 Welak diharapkan dapat menjadi pemantik lahirnya budaya literasi dari
akar rumput dan berkelanjutan di NTT. (red)








0 Comments