![]() |
| Pose bersama. |
CAKRAWALANTT.COM - Menjawab
tantangan global, konsultan pendidikan EMS dan Ganesha resmi meluncurkan Program
Upskilling Internasional dan
Pendampingan Kewirausahaan bagi SMA/SMK se- Nusa Tenggara Timur (NTT). Terobosan ini bertujuan membawa standar
manajemen pendidikan dunia ke NTT.
Misi Transformasi: Belajar dari Jantung Inovasi
Program ini
memfasilitasi delegasi sekolah melakukan benchmarking
langsung ke Belanda, China, Thailand, dan Singapura. Vika, S.Pd., M.M. Inov.,
perwakilan EMS, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar wisata, melainkan
studi tiru yang berbobot.
“Kami bersinergi
dengan visi pendidikan NTT, membawa perwakilan sekolah melihat langsung
manajemen modern di negara maju untuk diadopsi di sekolah masing-masing,”
ujarnya.
Rekam Jejak & Mitra Kelas Wahid
Vika menyoroti
kredibilitas program yang telah teruji. “Tahun 2025, kami sukses membawa enam
puluh sekolah ke TikTok Global Singapura untuk digitalisasi pendidikan. Kini,
jaringan kami perluas ke mitra raksasa dunia,” tegasnya.
Peserta akan belajar
di (1) Eropa: Riset manajemen pendidikan di University of Amsterdam (UvA) &
Utrecht University; (2) China: Teknologi pendidikan dan kewirausahaan masa
depan di SUSTech Univ, Shanghai Univ, & BYD; serta (3) Thailand: Manajemen
produk/manufacture di BMW Thailand juga Riset pertanian dan ketahanan pangan di
Kasetsart University.
Gandeng Shopee & Pakar Ahli ke NTT
Nilai tambah
utama program ini adalah fokus pada kemandirian ekonomi sekolah. Vika
menjelaskan bahwa pihaknya juga menarik pelaku industri digital raksasa untuk
turun langsung ke NTT.
“Selain ke luar
negeri, kami secara khusus mendatangkan tim Shopee dari Jakarta ke NTT untuk
melakukan transfer knowledge strategi
bisnis online. Tujuannya agar produk karya siswa SMK/SMA kita bisa bersaing dan
terjual di pasar digital global,” jelas Vika.
Agar hasilnya
maksimal, sekolah juga akan mendapatkan pendampingan pendidikan dan
kewirausahaan secara intensif oleh Pakar Ahli, Dr. Eko Yuliawan, S.E., M.Si..
“Target kami
jelas, yakni delegasi sekolah pulang membawa wawasan global sekaligus kemampuan
bisnis (revenue generating) dari
Shopee dan pakar ahli, sehingga sekolah bisa mandiri secara finansial,” tutup
Vika. (MDj/red)








0 Comments