Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

UNWIRA KUPANG

OVOP Menuju Peningkatan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat

Kepala Bidang Potensi Pengembangan Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi NTT, Cosmas Damianus Atmaja Wora.

 

Kupang, CAKRAWALANTT.COM - Program One Village One Product (OVOP) yang diluncurkan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan gerakan transformasi sosial, ekonomi, dan budaya berbasis kearifan lokal. Program ini bukan sekadar produk, tetapi menjadi upaya pengenalan dan pengembangan potensi lokal agar bisa menembus lingkup nasional dan bahkan internasional.

 

Kepala Bidang Potensi Pengembangan Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi NTT, Cosmas Damianus Atmaja Wora, sangat mendukung Program OVOP tersebut. Menurutnya, OVOP bisa menjadi batu loncatan dalam meningkatkan ekonomi sekaligus memberdayakan masyarakat desa.

 

“OVOP sangat membantu, terutama dalam peningkatan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat desa,” ungkapnya ketika ditemui di Pusat Pengembangan Teknologi Tepat Guna (Puspem TTG), Desa Noelbaki, Kabupaten Kupang , Senin (26/1/2027).

 

Cosmas mengatakan, pihaknya selalu mendukung produktivitas masyarakat dengan menyediakan alat-alat atau teknologi penunjang, misalnya alat pengering ikan tuna dan kelor. Penyediaan alat-alat atau teknologi tersebut, sambungnya, disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di setiap daerah guna membantu efektivitas proses produksi.

 

“Alat atau teknologi yang kami siapkan harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat agar tepat sasaran,” tukasnya.

 

Cosmas menuturkan, saat ini, terdapat 44 kelompok dari 22 kabupaten/kota yang menjalankan Program OVOP. Kelompok-kelompok tersebut, ungkapnya, sudah berjalan secara mandiri sebelumnya serta melibatkan kelompok yang lebih besar.

 

“Kami selalu mendukung proses kerjanya. Misalnya, produk tenun di Kabupaten Sumba Barat. Kami terus mendorong mereka agar produktivitasnya semakin berkembang,” tambah Cosmas.

 

Ke depannya, lanjut Cosmas, pihaknya akan terus melakukan pendataan secara lebih mendalam terhadap 44 kelompok yang sudah menjalankan Program OVOP tersebut. Pendataan tersebut, ungkapnya, bertujuan untuk memantau proses kerja sekaligus memastikan produk yang dihasikan terus berjalan.

 

Cosmas mengaku, masih banyak potensi yang belum tersentuh, sebab sebagian besar produk yang dihasilkan oleh masyarakat berkutat di bidang pertanian, perkebunan, dan perikanan. Untuk itu, ia berharap, potensi-potensi yang berada di setiap desa bisa digali dan dikembangkan secara maksimal.

 

“Kami masih fokus di teknologi penunjangnya dan mendeteksi potensi setiap desa. Ke depannya, kita akan melakukan pendataan secara mendalam,” jelasnya.

 

Cosmas juga berharap adanya kerja sama dari berbagai pihak untuk menyukseskan Program OVOP yang tidak hanya mendukung peningkatan ekonomi, tetapi juga pemberdayaan masyarakat. Hal ini, sambungnya, bisa berjalan dengan semangat kolaborasi. (MDj/red)       


Post a Comment

0 Comments