Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

UNWIRA KUPANG

Video Pembelajaran, Sarana Praktis Belajar Sistem Organ pada Manusia


Oleh : Maria F. Anmuni, S.Pd.

(Guru SMPS Mimbar Budhi, TTU)



CAKRAWALANTT.COM - Kehidupan biologis manusia sangat kompleks. Kompleksitas tersebut mendorong manusia untuk mengembangkan beragam rumpun ilmu untuk memahami siklus biologisnya. Salah satu rumpun ilmu yang secara khusus mempelajari tentang struktur dan proses biologi manusia adalah ilmu biologi.

 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ilmu biologi merupakan ilmu tentang keadaan sifat mahkluk hidup (manusia, binatang, dan tumbuhan) atau ilmu hayat. Oleh karena itu, ilmu biologi masuk ke dalam rumpun Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

 

Ilmu tentang biologi sangat penting bagi semua kalangan sebab berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari. Pentingnya ilmu biologi juga dirasakan oleh dunia pendidikan, sehingga dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan sebagai mata pelajaran biologi yang tergabung dalam rumpun IPA Terpadu pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).

 

Djohar (dalam Suratsih, dkk., 2010 : 8) mendefinisikan pembelajaran biologi sebagai perwujudan dari interaksi subjek didik dengan objek yang terdiri dari benda dan kejadian, serta proses dan produk. Interaksi dengan objek dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung.

 

Salah satu interaksi dengan objek secara tidak langsung dalam mata pelajaran biologi terdapat pada materi sistem organ pada manusia. Hal ini disebabkan karena sistem organ dan mekanisme fisiologisnya berada dalam tubuh manusia, sehingga bersifat abstrak. Sistem organ pada manusia adalah sekumpulan organ yang saling mendukung dan bekerja sama agar tubuh tetap berfungsi sebagaimana mestinya.

 

Dalam praktik pembelajaran biologi, seluruh peserta didik tentunya diharapkan dapat menguasai konsep-konsep dan menganalisis mekanisme sebuah sistem organ. Selain itu, peserta didik juga harus mengetahui setiap penyakit yang menyerang sistem organ serta upaya penanganan dan perawatannya.

 

Namun, pada kenyataannya, pemahaman dan kemampuan analisis peserta didik terhadap materi sistem organ masih tergolong rendah. Kondisi tersebut juga terjadi pada kelompok peserta didik kelas VII SMPS Mimbar Budhi, Kecamatan Biboki Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), dimana Penulis mengajar sebagai guru mata pelajaran IPA Terpadu.

 

Penulis menemukan 25 orang dari 59 peserta didik yang belum mampu memahami konsep dan menganalisis materi sistem organ dengan baik. Hal itu disebabkan oleh metode mengajar yang masih terkesan monoton (berpusat pada guru) serta minimnya penggunaan media pembelajaran di setiap kegiatan belajar dan mengajar. Padahal, materi sistem organ adalah materi yang unik, rumit, kompleks, dan abstrak, sehingga dibutuhkan metode mengajar dan media pembelajaran yang tepat.

 

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Penulis mencoba untuk menggunakan media video pembelajaran sebagai sarana belajar praktis bagi peserta didik guna mendalami materi sistem organ pada manusia. Menurut Hakim, dkk. (2021), video pembelajaran adalah sepasang bagian dari perangkat pembelajaran yang bisa memunculkan gambar-gambar bergerak dengan suara secara bersamaan.

 

Video pembelajaran dapat memvisualisasikan organ-organ tubuh pada manusia beserta hal-hal lain yang berkaitan dengannya. Penggunaan media video dapat berpengaruh positif dalam proses pembelajaran, diantaranya meningkatkan efektivitas pembelajaran, memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif, dapat menjabarkan pemahaman materi secara lebih detail, serta dapat mewujudkan orietansi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik karena bersifat fleksibel dan kreatif. Dengan begitu, materi sistem organ yang bersifat kompleks dan abstrak dapat dipahami secara mudah oleh peserta didik.

 

Adapun langkah-langkah yang bisa dilakukan ketika menggunakan media video pembelajaran adalah sebagai berikut.

 

Pertama, guru menyiapkan video tentang materi sistem organ, seperti sistem peredaran darah pada manusia. Guru dapat men-download video animasi yang menarik dengan penjelasan yang lengkap tentang sistem organ yang akan dipelajari.

 

Kedua, guru menyiapkan laptop dan proyektor/LCD. Sebelum memutarkan video, guru menyampaikan tujuan pembelajaran dari materi yang akan dipelajari sekaligus memberikan pertanyaan di awal kegiatan belajar dan mengajar. Pertanyaan-pertanyaan tersebut diharapkan dapat mengarahkan konsentrasi peserta didik melalui pengamatan video.  

 

Ketiga, guru melakukan pemutaran video dan membagikan Lembar Kerja Siswa (LKS) pada peserta didik. Pada tahap ini, peserta didik akan menyimak suguhan video tentang sistem organ pada manusia, cara kerja, dan penyakit-penyakit yang menyerangnya. Guru akan berperan sebagai fasilitator dan mengajak peserta didik untuk menyimpulkan materi yang ditayangkan. Setelah itu, para peserta didik diarahkan untuk menyelesaikan soal terkait materi yang diberikan pada LKS masing-masing.

 

Setelah menggunakan media video pembelajaran, Penulis mulai menemukan perubahan yang positif di kalangan peserta didik. Mereka terlihat lebih berantusias dalam belajar, lebih interaktif saat berdiskusi, dan mudah memahami materi yang disampaikan. Mereka bisa menyesuaikan materi tekstual dengan video yang ditampilkan, sehingga kegiatan belajar dan mengajar menjadi lebih efektif. Selain itu, perolehan hasil belajar peserta didik pun dapat mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM).

 

Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa desain pembelajaran dengan menggunakan media video adalah cara yang tepat untuk mewujudkan kegiatan belajar dan mengajar yang efektif, menyenangkan, dan berpusat pada peserta didik. Media video dapat memberikan visualisasi dan simulasi bagi materi pelajaran yang bersifat kompleks dan abstrak. Oleh sebab itu, media video dapat menjadi salah satu opsi tepat untuk menciptakan pembelajaran yang diharapkan. (MDj/red)

Post a Comment

0 Comments