Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

UNWIRA KUPANG

PENTINGNYA PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MEMBENTUK PERILAKU SISWA

 


Oleh : Yuliana Esther Saetban, S.Pd.

(Guru SMP Negeri 1 Nita)



CAKRAWALANTT.COM - Manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling mulia karena memiliki akal budi dibandingkan dengan ciptaan lainnya. Setiap manusia memiliki keunikannya masing-masing untuk berpikir dan bertindak. Perilaku hidup manusia harus sesuai dengan norma dan nilai-nilai budaya yang ada. Karakter seseorang dapat menggambarkan perilaku hidup manusia yang berbeda antar sesama. Perilaku merupakan serangkai tindakan yang dibuat oleh individu dalam hubungannya dengan diri sendiri atau lingkungan.             

 

Dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, perilaku hidup manusia semakin merosot, karena orang tidak lagi saling menghargai dan menghormati antar sesama. Orang sudah mulai dengan kesibukannya masing-masing, tidak mau tahu dengan keberadaan orang lain. Karakter hidup manusia kadang tidak sesuai dengan norma dan nilai yang ada, sebab banyak persoalan yang terjadi dalam kehidupan manusia.

 

Untuk itu, norma dan nilai itu harus dapat diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Pembentukan karakter adalah sebuah proses yang dilakukan dalam pendidikan untuk menanamkan nilai-nilai dasar karakter pada seseorang untuk membangun kepribadian tersebut, baik itu nilai karakter antara manusia dengan Tuhan, nilai karakter antar sesama, dan nilai karakter manusia dengan lingkungannya.

 

Menurut Hidatatullah (2010), karakter adalah kualitas, kekuatan mental, moral, atau budi pekerti yang merupakan kepribadian khusus sebagai pendorong serta pembeda antara individu yang satu dengan individu yang lain. Perilaku adalah suatu kegiatan atau aktivitas organisme atau makhluk hidup yang bersangkutan (Notoatmodjo, 2010).

 

Minimnya pendidikan karakter terhadap anak-anak menyebabkan terjadinya krisis moral, seperti siswa tidak saling menghargai dan menghormati sesama, baik itu dengan guru, temannya, kerap melakukan tawuran antar pelajar, kadang terjadi perundungan, munculnya sikap masa bodoh saat guru sedang mengajar, bahkan ada juga siswa yang menggunakan kata-kata yang tidak sopan atau kotor.

 

Perilaku-perilaku tersebut bisa membuat perilaku hidupnya menjadi buruk. Siswa sudah tidak peduli pada orang lain, nilai budaya bangsa sudah tidak dapat dijalankan dengan baik. Sikap ego yang membuat manusia tidak saling menghargai dan menghormati orang lain. Sebagai guru, banyak hal yang sudah diberikan pada saat kegiatan belajar mengajar dengan memberikan contoh dalam kehidupan di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, bangsa dan negara.

 

Tapi, perilaku siswa belum semuanya berjalan dengan baik sesuai harapan, karena belum bisa membedakan antara yang benar dan salah serta dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Ada juga faktor yang mempengaruhi karakter seorang siswa, yaitu orang tua, sosial, ekonomi, budaya, keturunan, dan lingkungan. Adapun Langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut.

 

Pertama, siswa dibagi dalam  lima kelompok, setelah itu guru membagikan gambar Lambang Garuda Pancasila dan Sila-sila Pancasila. Siswa mengamati gambar serta  membuat pertanyaan apa saja yang siswa amati. Sebagai rangsangan, guru memberikan beberapa pertanyaan, seperti nilai dasar apa sajakah yang ada di dalam setiap Sila Pancasila atau berikan contoh perilaku dari salah satu sSila Pancasila.

 

Setiap Sila Pancasila memiliki nilai-nilai luhur yang dianggap baik dan benar serta disesuaikan dengan kepribadian Bangsa Indonesia. Suatu bangsa akan maju dan berdiri dengan kuat dan kokoh apabila siswa-siswinya memiliki karakter serta moral yang baik. Siswa diminta untuk  mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas sembari diberikan tanggapan oleh kelompok lain guna saling melengkapi jawaban. Alhasil, mereka mampu memberikan pendapat dengan baik dan terjadi perdebatan antar kelompok.

 

Kedua, guru sebagai pembimbing dalam pendidikan karakter sangat dibutuhkan, sebab perkembangan karakter seorang siswa juga menjadi tanggung jawab seorang guru. Apa yang disampaikan guru akan menjadi contoh yang ditiru oleh siswa. Contohnya, belajar saling menghargai dengan cara memberikan pujian kepada siswa yang berhasil menjawab pertanyaan atau memberikan give upplause atau tepuk tangan kepada kelompok yang berhasil menjelaskan dengan baik.

 

Dengan cara seperti ini, siswa dapat memberikan banyak manfaat untuk dirinya, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Dalam diskusi, guru mengamati adanya nilai karekter yang sudah ada dalam diri siswa, yaitu nilai kerja sama, saling menghargai dan menghormati perbedaan pendapat, serta adanya ide atau gagasan yang mereka sampaikan. Setelah semua kelompok melaporkan hasil pekerjaannya, guru membuat rangkuman tentang nilai-nilai yang ada di dalam setiap Sila Pancasila.

 

Ketiga, menjelaskan nilai dasar dari setiap Sila Pancasila. Di sini, guru akan menjelaskan makna dari setiap sila, yakni ketaqwaan dan relijius (Sila Pertama), kemanusiaan (Sila Kedua), persatuan (Sila Ketiga), musyawarah dan mufakat (Sila Keempat), dan keadilan (Sila Kelima). Setiap sila Pancasila memiliki nilai-nilai luhur yang diambil dari nilai budaya Bangsa Indonesia yang harus diterapkan di dalam kehidupan kita sehari-hari.

 

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang memiliki keberagaman sehingga nilai-nilai moral ini harus dapat dijalankan dengan baik agar tidak menimbulkan masalah antar sesama. Sebagai generasi muda, para siswa dan siswi harus berpedoman pada nilai-nilai moral yang ada demi kedamaian dan ketentraman hidup dalam masyarakat.

 

Keempat, tugas guru tidak sekedar menyampaikan materi pembelajaran tetapi juga harus menanamkan nilai-nilai yang positif pada diri siswa. Ada beberapa cara yang paling sederhana dalam membangun karakter siswa di sekolah, antara lain guru harus memberikan contoh yang baik pada siswa, harus menyampaikan nilai-nilai moral yang ada dalam setiap Sila Pancasila, dan membagikan kepada siswa gambar-gambar perilaku yang benar.

 

Nilai pendidikan karakter yang harus dimiliki siswa, antara lain nilai relijius, nilai toleransi, nilai disiplin, nilai kejujuran, nilai demokrasi, nilai menghargai dan menghormati perbedaan, gotong royong, tanggung jawab dan peduli terhadap sesama. Guru juga harus menceritakan pengalaman inspiratif dan melakukan kegiatan literasi.

 

Pendidikan karakter akan bisa mendorong siswa untuk tumbuh dengan percaya diri dan diharapkan mereka bisa mengembangkan dan mengeksplorasi kemampuan dan keterampilan tanpa mengabaikan nilai-nilai positif dan kebaikan. Pendidikan karakter juga merupakan nilai yang diperlukan dalam mewujudkan kelangsungan hidup bangsa yang nantinya menjadi pijakan anak Indonesia sehingga berkembang menjadi pribadi yang berkualitas, memiliki akhlak yang baik, jujur, tanggung jawab, hormat dan disiplin. (MDj/red)


Post a Comment

0 Comments