Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

LANTIK PEJABAT PIMPINAN TINGGI PRATAMA, WAGUB NTT TEKANKAN KERJA KOLABORASI

 

(Foto: Wagub NTT, Josef Nae Soi (JNS), saat memberikan sambutan pada momen Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Lingkup Pemprov NTT, Selasa (1/11/2022), di Aula Fernandes)


Kota Kupang, CAKRAWALANTT.COM - Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Timur (NTT), Josef Nae Soi (JNS), melantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT di Aula Fernandes, Selasa (1/11/2022). Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang dilantik tersebut adalah Drs. Kanisius H. M. Mau, M.Si., sebagai Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi NTT, Yosef Rasi, S.Sos.,M.Si., sebagai Kepala Dinas Sosial Provinsi NTT, dan Noldy Hosea Pellokila, S.Sos.,MM., sebagai Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi NTT.

 

Dalam sambutannya, JNS meminta para pimpinan perangkat daerah untuk selalu mengembangkan kerja bersama dan kerja kolaborasi.

 

“Mari kita bekerja kolaborasi dan kerja bersama demi Nusa Tenggara Timur. Tidak ada satu pun orang bisa kerja sendiri tanpa interaksi dan interrelasi. Kalau tidak ada keharmonisan dalam semangat kolaborasi, kita tidak mungkin berhasil dalam menjalankan kerja kita,” kata JNS.

 

Menurutnya, kolaborasi itu sangat penting dan tidak hanya sebatas koordinasi. Perangkat daerah, tegasnya, boleh mempunyai tugas pokok dan fungsinya masing-masing, tetapi tidak boleh menghalangi kerja kolaborasi.

 

“Saya di BPSDM, anda di Sosial dan anda di Perpustakaan, tapi tidak akan halangi kita untuk berkolaborasi satu sama lain. Masing-masing identitas kita di struktur organisasi tetap ada, tapi dalam melakukan kerja untuk pelayanan publik, itu harus berinteraksi dan berinterelasi. Mari kita bekerja kolaboratif yang perspektif ke depan,” ungkap JNS.



JNS menambahkan jabatan yang diemban bukan semata-mata karena pilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, tetapi lebih dari itu, yakni merupakan campur tangan Tuhan.

 

“Jabatan yang anda emban adalah titipan dari Tuhan Yang Mahakuasa. Jangan sekali-kali ingkari jabatan yang dititipkan Tuhan ini. Paling tidak saat anda pensiun nanti, ada legacy yang kita tinggalkan dan kenangan yang tidak akan kita lupakan seumur hidup. Bekerjalah dengan hati yang gembira, jangan kerja dengan hati yang bersungut-sungut,” harap JNS.



Pesan Bagi Masing-Masing Kadis

 

Selanjutnya, JNS juga memberikan pesan bagi masing-masing Kepala Dinas (Kadis) yang dilantik tersebut. Pertama, bagi Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, dirinya meminta agar segera dilakukan proses digitalisasi. Waktu sudah berubah, sambung JNS, dan kita harus berubah di dalamnya supaya tidak tertindas perubahan itu.

 

“Sekarang zamannya digitalisasi. Orang bisa baca dari hand phone. Tugas kita di perpustakaan dan kearsipan adalah bagaimana supaya orang bisa cepat dan tepat dapatkan informasi tentang Nusa Tenggara Timur  dan tentang apa saja yang terjadi di dunia,” ujar JNS.



Kedua, bagi Kepala Dinas Sosial, JNS kembali mengingatkan agar kegiatan-kegiatan yang diemban oleh pihak Dinas Sosial bisa diarahkan untuk memberdayakan masyarakat guna mandiri, dan bukan sekedar kerja karitatif.

 

“Mengapa disebut Kadis Sosial dan  bukan Kadis Karitatif?  Ada perbedaan yang sangat prinsip antara kegiatan karitatif dan kegiatan sosial. Kalau kegiatan karitatif artinya hanya berikan sesuatu kepada masyarakat. Sementara, kegiatan sosial adalah bagaimana memberdayakan mereka, yang tadinya miskin menjadi tidak miskin, itulah tugas Dinas Sosial. Kegiatan karitatif tentu tetap dilaksanakan, terutama pada  saat alami bencana untuk masa  tanggap darurat dan tahap rehabilitasi,” jelas JNS.

 

Ketiga, untuk Kepala BPSDM, JNS meminta agar dapat mengembangkan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berada di Wilayah NTT supaya memiliki etos kerja dan bukan etos garapan.

 

“Ada perbedaan yang sangat hakiki, mana yang namanya kerja dan mana yang namanya garap. Kalau kerja berarti kegiatan yang dilakukan dan hasilkan sesuatu. Saya puas dan orang yang beri pekerjaan kepada saya juga memuaskan. Kita ini pelayan masyarakat. Kalau masyarakat tidak puas dan hanya kita sendiri  yang puas, itu bukan kerja, tapi garap. Jasmani kita pelihara, mentalitas dan integritas  juga kita jaga,” pungkas JNS.

 


Untuk diketahui, ketiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama itu dilantik dan diambil sumpah dalam jabatan berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor 816: .1/61/BKD .3.2 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur tanggal 1 November 2022. Keputusan Gubernur ini didasarkan  pada Surat Rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Nomor B3423/JP.00.00/10/2022   perihal Rekomendasi Hasil Seleksi Terbuka JPT Pratama di Lingkungan Pemerintah Provinsi NTT dan Keputusan Panitia Seleksi Nomor 28/PANSELJPT/IX/2022 tentang Hasil Seleksi Terbuka JPTP di Lingkungan Pemerintah Provinsi NTT.

 

Tampak hadir pada kesempatan tersebut para Asisten Sekda Provinsi NTT, Pimpinan Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Provinsi NTT, Rohaniwan Pendamping dan undangan lainnya. (Biro Administrasi Pimpinan Setda Prov. NTT/MDj/red)


Post a Comment

0 Comments