Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

UNWIRA KUPANG

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Malaka Gelar Bimtek Literasi Digital bagi Guru Jenjang SD se-Malaka, Ini Harapan yang Diusung

Pelaksana Harian Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Malaka sedang memberikan arahan dan penjelasan awal.


Malaka, CAKRAWALANTT.COM - Guna mendukung peningkatan kompetensi guru di era digital, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Malaka menggelar Kegiatan “Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Digital Jenjang Sekolah Dasar (SD) Tingkat Kabupaten Malaka Tahun 2025” di Hotel Nusa Dua Betun selama enam hari, yakni Selasa-Minggu (16-21/9/2025). Kegiatan yang didukung oleh Yayasan Rumah Literasi Cakrawala NTT ini dibuka secara resmi oleh Pelaksana Harian Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Malaka, Yohanes Manfret Laak, Selasa (16/9/2025).

 

Dalam sambutan pembukanya, Yohanes menekankan pentingnya literasi dan pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran. Menurutnya, dewasa ini, literasi dan pembelajaran berbasis digital merupakan fondasi untuk menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, interaktif, dan menyenangkan. Melalui literasi dan pemanfaatan teknologi digital, sambung Yohanes, guru dan peserta didik dapat mengakses dan mengelola informasi dengan lebih bijak dan produktif.

 

“Literasi dan pembelajaran berbasis digital sangat penting bagi para guru masa kini,” ujarnya di hadapan para guru yang hadir.



Yohanes mengatakan, sejatinya guru adalah teladan bagi peserta didik dalam pembelajaran. Salah satunya adalah bagaimana guru dapat memberikan contoh nyata dari literasi dan model pemanfaatan teknologi.

 

Untuk itu, ungkap Yohanes, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Malaka melalui Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) menyelenggarakan bimtek literasi digital bagi para guru sehingga dapat membaca dan memanfaatkan peluang kemajuan teknologi dalam mewujudkan pembelajaran yang aktif, interaktif, dan menyenangkan.

 

“Bimtek ini diharapkan dapat menjadi wadah belajar bagi para guru dalam meningkatkan literasi dan memanfaatkan teknologi digital demi mendukung terwujudnya mutu pendidikan yang diharapkan,” tambahnya.



Guru Harus Hidup Selaras Zaman

 

Sementara itu, Direktur Yayasan Rumah Literasi Cakrawala NTT, Gusty Rikarno, menuturkan, di tengah era digital, guru tidak bisa menepis arus zaman dengan berbagai kemajuannya, termasuk hadirnya teknologi dalam dunia pendidikan. Hal ini, sambungnya, tidak bisa dibendung, sehingga guru harus hidup selaras zaman.

 

Menurut Gusty, saat ini, anak-anak didik sudah bergelut dengan kemajuan teknologi secara mandiri. Untuk itu, tegasnya, guru wajib mengembangkan kompetensi, khususnya dalam bidang digital, agar dapat menyesuaikan diri dengan kondisi peserta didik.

 

“Guru harus hidup selaras zaman, apalagi dengan kondisi peserta didik yang semakin maju dengan perkembangan saat ini,” ujarnya.

 

Dalam konteks pembelajaran, lanjut Gusty, guru harus mendalami dan menguasai literasi dan model pembelajaran berbasis digital. Untuk itu, harap Gusty, melalui bimtek literasi digital, para guru bisa menambah pengetahuan dan mengembangkan kemampuan digital dengan maksimal.



Mendukung Penguatan Pola Pikir Kritis dan Kreatif

 

Senada dengan itu, Kepala Bidang GTK pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Malaka, Wepti Bria, menambahkan, bimtek tersebut juga bertujuan untuk mendorong para guru dalam menguatkan pola pikir yang kritis dan kreatif di kalangan peserta didik. Pola pikir yang kritis dan kreatif, ungkapnya, berperan dalam mendukung terwujudnya pembelajaran yang aktif, interaktif, dan menyenangkan.

 

“Kita berusaha untuk mendorong para guru dalam menguatkan pola pikir yang kritis dan kreatif, baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain,” terangnya dalam laporan kepanitiaan.

 

Wepti menambahkan, melalui pola pikir yang kritis dan kreatif, guru dapat memperkenalkan metode pembelajaran yang inovatif dengan memanfaatkan teknologi digital sehingga pembelajaran bisa lebih aktif, interaktif, dan menarik.



Untuk diketahui, kegiatan tersebut dihadiri oleh 210 orang guru yang merupakan perwakilan dari 210 SD se-Kabupaten Malaka. Nantinya, setelah memperoleh pelatihan dan pendampingan secara intens bersama narasumber, para guru akan mempraktikkan model literasi dan pembelajaran digital di beberapa sekolah terdekat. (MDj/red) 


Post a Comment

0 Comments