Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

MENUJU INDONESIA EMAS 2045, MENKO PMK TEKANKAN PEMBANGUNAN SDM DAN LAPANGAN KERJA

 

(Foto: Menteri Koordinator Bidang pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhajir Effendy) 


Jakarta, CAKRAWALANTT.COM - Saat ini penduduk Indonesia didominasi oleh generasi Z dan milenial yang memiliki rentang usia 16 sampai 40 tahun serta dikategorikan sebagai usia produktif. Hal tersebut selaras dengan bonus demografi dimana jumlah masyarakat yang berusia produktif jauh lebih banyak dibanding usianya yang tidak produktif. 

 

Fokus utama pemerintah saat ini adalah pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam rangka mewujudkan generasi Indonesia Emas 2045. Hal tersebut dilakukan untuk membuat Indonesia menjadi negara maju dan berdaya saing. 

 

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, mengatakan bahwa pemerintah saat ini sedang menyiapkan generasi emas untuk menyongsong Indonesia Maju di Tahun 2045. Karena nantinya, yang akan menjadi garda terdepan di tahun 2045 terutama dalam rangka memajukan bangsa Indonesia berada di tangan mereka yang sedang menjadi mahasiswa saat ini.

 

“Tugas kita sekarang adalah bagaimana menyiapkan generasi di tahun 2045 itu, sebagai generasi yang betul-betul memiliki kemampuan kompetensi yang bagus, kuat, dan  juga memiliki tingkat intelektual maupun fisik yang dibutuhkan Indonesia kedepan di tahun 2045 sebagai bangsa yang besar,” jelasnya saat memberikan arahan pada acara Talkshow RAJA Brawijaya Tahun 2022, Sabtu (22/10/2022). 

 

Disamping itu, tersedianya lapangan kerja juga menjadi tantangan bagi pemerintah. Bagaimana menyiapkan lapangan kerja seluas-luasnya dan sesuai keahlian para angkatan kerja sehingga dapat memanfaatkan bonus demografi secara optimal. 

 

Menko Muhadjir menyebut Presiden Jokowi sangat serius untuk 'memanen' hasil dari bonus demografi yaitu menyiapkan lapangan kerja bagi usia produktif melalui Undang-Undang Cipta Kerja. 

 

“Mengapa Bapak Presiden sangat serius perlunya Undang-Undang Cipta Kerja, karena memang itulah pilihan satu-satunya kalo kita ingin mengambil momentum dimana kita mengalami panen usia produktif ini, lalu yang harus disiapkan adalah lapangan kerja yang memadai dan sesuai dengan keahliannya,” jelas Muhadjir. 

 

Ia menyimpulkan bahwa jumlah angkatan kerja harus saling berkaitan dengan jumlah lapangan kerja yang diciptakan oleh pemerintah sehingga dapat mendorong terjadinya Indonesia Maju 2045.

 

“Jika semua itu bisa saling berhubungan dan berhasil, maka kita akan memasuki era dimana kita menjadi negara besar dan negara maju yang sejajar dengan negara maju lainnya,” tuturnya. (Kemenko PMK/MDj/red)


Post a Comment

0 Comments