Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

PAHLAWAN DAN PEJUANG SEJATI

 



(Kumpulan Puisi Peserta Didik SMP Negeri 3 Pacar, Manggarai Barat)



PUISI UNTUK IBU

Puisi Olympianus Susanto*

 

Ibu, hidupku

ada di bawah telapak kakimu.

Ibuku, kau sungguh

berharga di kehidupanku.

 

*Peserta Didik Kelas IX D

 

AYAH DAN IBU

Hedviga Nindra Nuwesi*

 

Kalian adalah malaikat dalam hidupku.

Kalianlah pelita dalam gelapku.

Kalianlah pegangan dalam rapuhku.

Kalianlah penolong dalam susahku.

 

Tak sedikitpun kudengar kalian mengeluh,

tak sedikitpun kalian terlihat kecewa.

 

Ayah dan ibu,

luar biasa kesabaran dan cinta kalian kepadaku,

luar biasa pengorbanan kalian untukku,

luar biasa semua yang kalian lakukan untukku.

 

Beruntungnya aku lahir dari rahimmu, Ibu.

Beruntungnya aku dijaga olehmu, Ayah.

Jika bukan karena kalian,

aku tak berdiri tegak hari ini

 

*Peserta didik kelas IX C

  

IBU

Puisi Vinsensia Yuliani Darlin*

 

Ibu, kau adalah orang yang tak bisa kulupakan,

karena kau melahirkanku ke dunia ini.

Ibu, kau juga membesarkanku.

 

Ibu, tanpamu aku tak bisa ada di dunia ini.

Ku akan selalu menghormati

dan menghargaimu,

serta selalu di hatiku.

 

Ibu, doakan aku!

Semoga hidup di jalan yang terbaik

demi masa depanku.

 

*Peserta didik kelas IX E (A)

 

UNTUKMU IBU

Puisi Olimpianus P. Jehalu*

 

Wahai ibu, engkau bagai air

yang mengalir terus menerus.

Kebaikanmu tidak dapat kubalas.

Hanya doa yang bisa kuberi.

 

Pengorbananmu tak bisa kulupakan,

engkau mengandungku,

melahirkanku,

membesarkanku,

mendidikku.

 

Kebaikanmu, kubawa dalam doaku.

 

*Peserta didik kelas IX D

 

IBU

Puisi Qualbertus Reinaldi*

 

Ibu,

kaulah cahayaku

yang selalu menerangiku

kapanpun, di manapun aku berada.

 

Ibu,

engkau yang memperkenalkan diriku

akan indahnya alam.

Engkau yang memberiku

sebuah pelukan hangat.

 

Ibu,

terima kasih atas segala kebaikanmu.

Engkaulah surgaku.

 

Ibu,

terima kasih jasa-jasamu.

 

*Peserta didik kelas IX D

 

AYAH

Puisi Rafael De Salvator Jatu*

 

Wahai ayah!

Engkau bagaikan matahari

yang menyinari bumi.

 

Kau berkorban,

tak dapat kuhitung

seberapa banyak pengorbananmu.

 

Wahai ayah!

Engkau sungguh baik,

pengorbananmu tak terlupakan.

 

*Peserta didik kelas IX D

 

(Pembina : M. Hamse, S.Pd., Gr.)

 

(red)

 


Post a Comment

0 Comments