Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

SMK NEGERI 1 LEWOLEBA GELAR UJI KOMPETENSI KEAHLIAN 2021/2022

Guru Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMK Negeri 1 Lewoleba, Theresia Teni Lewar saat bersama para peserta didik di bidang keahlian TKJ.


Lembata, CAKRAWALANTT.COM - Dalam rangka menentukan kelulusan kompetensi setiap peserta didik, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Lewoleba menggelar Uji Kompetensi Keahlian (UKK) Tahun 2021/2022 selama 3 hari, yakni Kamis-Sabtu (7-9/4/2022). Hal tersebut disampaikan oleh Kepala SMK Negeri 1 Lewoleba, Kristina Dudeng, S.T kepada media ini, Kamis (7/4/2022). Menurutnya, UKK tersebut bertujuan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik yang setara dengan kualifikasi jenjang 2 atau 3 pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

 

Kristina menerangkan UKK dilaksanakan di akhir masa studi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi atau satuan pendidikan terakreditasi bersama mitra Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Hasil UKK yang diperoleh, imbuhnya, akan menjadi indikator ketercapaian standar kompetensi lulusan. Sedangkan, bagi stakeholder, sambungnya, hasil UKK akan dijadikan sumber informasi atas kompetensi yang dimiliki oleh calon tenaga kerja.  


Kepala SMK Negeri 1 Lewoleba, Kristina Dudeng, S.T. 


Lebih lanjut, Kristina menambahkan bahwa pelaksanaan UKK memiliki beberapa tujuan penting, yakni (1) mengukur pencapaian kompetensi peserta didik tingkat SMK yang telah menyelesaikan proses pembelajaran sesuai kompetensi keahlian yang ditempuh; (2) memfasilitasi peserta didik tingkat SMK yang akan menyelesaikan pendidikannya untuk memperoleh sertifikat kompetensi atau uji kompetensi; (3) mengoptimalkan pelaksanaan sertifikasi kompetensi yang berorientasi pada capaian kompetensi lulusan SMK sesuai KKNI; serta (4) memfasilitasi kerja sama SMK dengan DUDI dalam rangka melaksanakan UKK sesuai kebutuhan DUDI.

 

“Sesuai sistem dalam pelaksanaan UKK, SMK dapat memilih salah satu atau beberapa dari enam jenis skema penyelenggaraan ujian, seperti ujian melalui sistem sertifikasi mitra dunia kerja atau Asosiasi Profesi, ujian melalui LSP Pihak Kesatu (LSP-P1), ujian melalui LSP Pihak Kedua (LSP-P2), ujian melalui LSP Pihak Ketiga (LSP-P3) atau Lembaga Sertifikasi Keterampilan (LSK), ujian melalui Panitia Teknis Uji Kompetensi (PTUK) sesuai regulasi yang dikeluarkan oleh BNSP dan juga dapat memilih UKK Mandiri,” sambung Kristina.

 

Guru Agribisnis Perikanan Air Tawar SMK Negeri 1 Lewoleba, Hermanus Hebong bersama Instruktur dari Dinas Pertanian Kabupaten Lembata saat memantau aktivitas peserta didik.

 

Sementara itu, terkait kemitraan, Kristina menjelaskan bahwa pihaknya turut bekerja sama dengan instruktur penguji dari instansi-instansi terkait, seperti Dinas Perikanan Kabupaten Lembata, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lembata, serta Bengkel Alumunium Ile Roma Konderardus Beker. Untuk itu, melalui pelaksanaan UKK, Kristina juga berharap agar para peserta didiknya mampu mengembangkan kompetensi keahliannya secara berkelanjutan.

 

“Keahlihan ini harus menjadi kandungan hidup bagi 132 peserta didik yang berkompetensi pada Teknik Pemesinan (TP) ada  19 anak,  Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI) 20 anak, Agribisnis Tanaman Pangan dan Holtikultura (ATPH) 20 anak,  Agribisnis Ternak Unggas (ATU) 29 anak, sedangkan pada  Agribisnis Perikanan Air Tawar (APAT) 7 anak dan  Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) 37 anak. Mudah-mudahan semua anak-anak yang sudah ikut partisipasi selama 3 tahun dapat memiliki kompetensi yang unggul pada bidang keahlihan,” pungkasnya.

 


Untuk diketahui, SMK Negeri 1 Lewoleba memiliki beberapa kompetensi keahlian yang juga diasuh oleh tenaga pendidik yang kompeten, yakni Teknik Permesinan (diasuh oleh Tarsisius Dosi); Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI) (diasuh oleh Faridah Ningsih AS, M.Pd); Agribisnis Tanaman Pangan dan Holtikultural (ATPH) (diasuh oleh Hermanus Hebong); Agribisnis Ternak Unggas (diasuh oleh Januarius Laga Sedu, S.Pt); Agribisnis Perikanan Air Tawar (APAT) (diasuh oleh Fransisko Belajar, S.Pi); dan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) (diasuh oleh Theresia Teni Lewar). (Rofinus R. Roning/MDj/red)

Post a Comment

0 Comments