Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

DUKUNG GLS, SMAS KATOLIK FRATERAN PODOR LARANTUKA GELAR BIMTEK LITERASI

 

Foto : Dokumentasi Kegiatan. 


Flores Timur, CAKRAWALANTT.COM - Dalam rangka mendukung Gerakan Literasi Sekolah (GLS), Sekolah Menengah Atas Swasta (SMAS) Katolik Frateran Podor Larantuka menggelar Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi selama 3 hari, yakni Senin-Rabu (25-27/4/2022). Kegiatan yang berlangsung di SMAS Katolik Frateran Podor Larantuka tersebut dibuka secara langsung oleh Koordinator Pengawas (Korwas) SMA/SMK dan SLB Kabupaten Flores Timur (Flotim), Drs. Agsutinus D. Kumanireng didampingi Kepala Sekolah SMAS Katolik Frateran Podor, Fr. Yoseph Weko, S.Ag.M.M dan Tim Formator Media Pendidikan Cakrawala (MPC) NTT, Senin (25/4/2022).

 

Dalam sambutannya, Fr. Yoseph selaku kepala sekolah memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Kegiatan Bimtek Literasi tidak hanya sekedar tuntutan, tetapi sudah menjadi kebutuhan dalam lembaga pendidikan. Untuk itu, imbuhnya, praktik pendidikan perlu menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran bagi proses tumbuhkembang warga sekolah.

 

“Kegiatan Bimtek Literasi selama 3 hari ini adalah kesempatan emas dan pengalaman pembelajaran yang luar biasa. Karena itu, saya berharap kepada peserta didik untuk memanfaatkan kesempatan bimtek ini demi peningkatan kapasitas, keterampilan, dan pengetahuan peserta didik itu sendiri,” ungkapnya.



“GLS berguna untuk menumbuhkembangkan budaya literasi di sekolah untuk semua warga sekolah, meningkatkan kapasitas warga dan lingkungan sekolah agar literat, menjadikan sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan dan ramah anak sehingga warga sekolah mampu mengelola pengetahuan, serta menjaga keberlanjutan pembelajaran dengan menghadirkan beragam buku bacaan dan mewadahi berbagai strategi membaca,” sambung Fr. Yoseph.

 

Fr. Yoseph juga menjelaskan bahwa SMAS Katolik Frateran Podor turut mengambil kebijakan untuk membudayakan GLS melalui berbagai kegiatan intra dan ekstrakurikuler, antara lain; melaksanakan kegiatan 15 menit membaca buku non pelajaran sebelum Kegiatan Belajar dan Mengajar (KBM); melakukan praktik jurnalistik dalam kegiatan literasi intrakurikuler; serta mengadakan pembuatan mading sekolah dan melaksanakan AKSARA dalam rangkaian Bulan Bahasa Indonesia dan refleksi Sumpah Pemuda. SMAS Katolik Frateran Podor,  terangnya, juga telah menghasilkan antologi puisi dari proses penerbitan majalah sekolah secara periodik.

 

Sementara itu, Agustinus selaku Korwas SMA/SMK dan SLB Kabupaten Flotim juga memberikan apreasiasi mendalam atas terselenggaranya Kegiatan Bimtek Literasi tersebut kepada Satuan Pendidikan SMAS Katolik Frateran Podor Larantuka, Tim MPC NTT, dan para peserta pelatihan. Kegiatan Bimtek Literasi tersebut, ujarnya, akan berdampak positif bagi proses peningkatan potensi diri.

 

“Literasi dan numerasi hendaknya menjadi bagian terdalam dalam pembelajaran. Hasil dari bimtek ini bukan didapatkan sekarang, melainkan di kemudian hari dan menjadi bekal kepenuhan intelektual literasi,” tuturnya.

 

Menurut Agustinus, Kegiatan Bimtek Literasi selama 3 hari tersebut dapat melatih peserta didik SMAS Katolik Frateran Podor untuk mengembangkan potensi diri, kecakapan diri, dan keterampilan dalam membudayakan literasi di lingkungan sekolah.



Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat (Humas), Kristinus Ulu Moruk, S.Fil menuturkan bahwa dengan adanya Kegiatan Bimtek Literasi, pihak sekolah mampu meningkatkan kemampuan peserta didik secara baik dan potensial.

 

“Kegiatan literasi dan numerasi menjadi tuntutan seiring dengan program merdeka belajar. Tenaga pendidik dan kependidikan semestinya juga mendapatkan bimbingan literasi. Karena itu bisa mentransfer literasi kepada peserta didik. Dulu guru mengajar dan siswa hanya mendengar, tetapi sekarang pembelajaran menjadi timbal balik antara peserta didik, guru dan kependidikan,” sambung Kritinus.

 

Untuk diketahui, Kegiatan Bimtek Literasi di SMAS Katolik Frateran Podor Larantuka tersebut diikuti oleh 66 peserta didik perwakilan kelas X dan XI, serta dibagi ke dalam 2 kelas agar  tetap menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19 yang berlaku. (Bastian Kopong/MDj/red)


Post a Comment

0 Comments