Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

TKK CRISTO RE WOLONMAGET TINGKATKAN KECAKAPAN LITERASI ANAK SEJAK DINI

Para tenaga pendidik dan peserta didik TKK Cristo Re Wolonmaget.


Sikka, CAKRAWALANTT.COM - Taman Kanak-kanak (TKK) Cristo Re Wolonmaget mulai mengembangkan dan meningkatkan budaya literasi bagi anak-anak sejak usia dini. Hal itu dikonfirmasi oleh Kepala TKK Cristo Re Wolonmaget, Sr. Marianne Scorvita Batu, PACR ketika diwawancarai media ini. Anak-anak tersebut, jelas Sr. Marianne, diwajibkan untuk membaca buku di perpustakaan sekali dalam seminggu.

 

Hal itu, terang Sr. Marianne, menuntut para tenaga pendidik untuk mengembangkan budaya literasi di lembaga pendidikan tersebut. Menurutnya, anak-anak usia dini adalah penerus bangsa dan negara, sehingga perlu dibekali dengan budaya membaca, menulis, menggambarkan, dan mewarnai.

 

“Anak usia dini adalah generasi emas penerus bangsa dan negara. Sebagai penerus, peserta didik dibekali dengan budaya membaca, menulis, menggambar, dan mewarnai,” ungkapnya.



Lebih lanjut, salah satu tenaga pendidik, Sr. Agnes, PACR mengatakan bahwa proses pembelajaran di TKK Cristo Re Wolonmaget masih menggunakan Kurikulum 2013 (K-13) sembari berkolaborasi dengan penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Kurikulum tersebut, ujarnya, sangat mengedepankan pembelajaran yang proaktif, baik bagi peserta didik maupun guru.

 

Terkait pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler, Sr. Agnes menjelaskan bahwa para peserta didik didorong untuk mengembangkan bakat dan minat di bidang seni musik, tari, dan Serikat Kepausan Anak Misioner (Sekami) untuk usia dini. Selain itu, imbuhnya, para peserta didik juga dibiasakan untuk menumbuhkan nilai kepekaan sosial dengan mengunjungi orang sakit di rumah sakit maupun panti jompo.

 

Sedangkan dari segi literasi, Sr. Agnes, PACR menegaskan bahwa pihaknya turut membangun kerja sama dengan orang tua dan keluarga para peserta didik. Dengan menerapkan hal itu, ujarnya, kemampuan anak-anak bisa bertambah, terutama dari segi perbendaharaan kosa kata. Maka dari itu, sambungnya, pemerintah, dunia usaha, dan para pemerhati pendidikan harus saling berkolaborasi untuk mewujudkan budaya literasi yang diharapkan.  



Untuk diketahui, TKK Cristo Re Wolonmaget bernaung di bawah Yayasan Padre Sosio del Prete dengan mengedepankan spirit pendiri kongregasi tersebut di bidang pendidikan dan pelayanan sosial karitatif. Lembaga pendidikan tersebut diasuh oleh Suster-suster Hamba-hamba Kecil Kritus Raja. TKK Cristo Re Wolonmaget berdiri pada 17 September 2015 dan memiliki 6 orang tenaga pendidik dan kependidikan serta 58 orang peserta didik. Selain itu, lembaga pendidikan tersebut juga membangun kemitraan bersama Yayasan Anak Cerdas Cendikia (ACC) dalam kaitan dengan program Bahasa Inggris untuk anak usia dini. (Sebastianus Kopong/MDj/red)


Post a Comment

0 Comments