Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

DIMENSI TIGA RIBET, “GEOGEBRA” SAJA


 
Oleh : Lusianus Hola Belang, S.Pd

(Guru Mata Pelajaran Matematika)



CAKRAWALANTT.COM - Perkembangan teknologi yang kian canggih memberikan kemudahan bagi manusia dalam melakukan pekerjaannya, termasuk dalam dunia pendidikan. Di abad 21 ini sudah banyak teknologi yang dapat dimanfaatkan dalam dunia pendidikan untuk mempermudah proses pembelajaran, termasuk dalam pembelajaran matematika. Pemanfaatan tersebut merujuk pada penggunaan teknologi sebagai media pembelajaran. Salah satu media pembelajaran yang menyediakan berbagai program dan aplikasi adalah komputer. Komputer berguna untuk menunjang proses pembelajaran secara baik dan seimbang. Di dalam sistem kerja komputer terdapat aplikasi Geogebra yang mampu menunjang proses pembelajaran matematika.

 

Menurut Hohenwarter dan Fucs, Geogebra adalah software serba guna yang digunakan untuk pembelajaran matematika di sekolah dan di perguruan tinggi. Aplikasi Geogebra mampu memudahkan seorang guru dalam melaksanakan pembelajaran matematika sebab memiliki beragam fitur di dalamnya. Penggunaan fitur tersebut bertujuan untuk mempermudah proses pemahaman dalam Mata Pelajaran Matematika (Isman : 2016:13). Kesulitan dalam memahami materi pelajaran matematika pada dasarnya disebabkan oleh objek-objeknya yang terlampau abstrak. Maka dari itu, dalam mendalami materi, para peserta didik didorong untuk memiliki kemampuan berimajinasi yang baik, terutama pada materi vektor dimensi tiga.    

 

Kemampuan berimajinasi tersebut berkaitan erat dengan kecerdasan spasial. Menurut Gardner, kecerdasan spasial adalah kepekaan untuk merasakan dan membayangkan dunia gambar dan ruang secara akurat (Hayatul, dkk, 2017). Untuk itu, guna menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan dimensi tiga seseorang harus memiliki kemampuan atau kecerdasan spasial tersebut.

 

Imajinasi yang dibangun di dalamnya merupakan proses penjabaran abstraksi untuk memvisualisasikan dimensi tiga ke dalam gambar. Materi vektor dimensi tiga sendiri melibatkan objek-objek berupa titik, garis, bidang datar dan bangun ruang. Maka dari itu, guru dituntut untuk mampu memvisualisasikannya ke dalam bentuk gambar maupun animasi bergerak guna meningkatkan kecerdasan spasial peserta didik.

 

Berdasarkan pengamatan dan pengalaman penulis selaku guru pengampu Mata Pelajaran Matematika, terdapat beberapa kendala yang masih ditemui saat proses pembelajaran matematika, terkhususnya materi vektor dimensi tiga saat Kegiatan Belajar dan Mengajar (KBM) di Kelas X Jurusan MIA SMAS Frater Don Bosco Lewoleba. Kendala-kendala tersebut lebih merujuk pada rendahnya kecerdasan spasial peserta didik dalam memahami dan menerjemahkan objek-objek geometri. Para peserta didik cenderung mengalami kesulitan dalam menggambar objek-objek geometri serta tidak mampu menentukan titik koordinat pada dimensi dua secara maksimal bila mengalami pergeseran.

 

Hal tersebut mengakibatkan peserta didik kurang aktif dalam proses pembelajaran sekaligus menyulitkan penulis untuk melanjutkan materi vektor pada dimensi tiga. Selain itu, minimnya media pembelajaran yang bisa digunakan untuk memvisualisasikan objek-objek matematika pada materi vektor dimensi tiga juga menjadi faktor penyebab maraknya kendala dalam proses pembelajaran. Berangkat dari permasalahan tersebut, penulis memandang perlu untuk melakukan demonstrasi Geogebra dalam proses pembelajaran matematika, terutama pada materi vektor dimensi tiga.

 

Dalam pembelajaran matematika Geogebra dapat dimanfaatkan dalam berbagai hal. Pertama, Geogebra bisa dimanfaatkan sebagai media demonstrasi dan visualisasi. Kedua, Geogebra dapat digunakan sebagai alat bantu konstruksi. Ketiga, Geogebra dapat dipakai sebagai alat bantu penemuan konsep matematika. Serta keempat, Geogebra bisa membantu pendidik dalam menyiapkan bahan-bahan pengajaran.

 

Dalam pembelajaran di dalam kelas penulis menggunakan Geogebra clasic versi 6.0. Kemampuan visualisasi Geogebra classic versi 6.0 pada materi vektor dimensi tiga sangat terlihat jelas pada tampilan balok di sumbu X,Y, dan Z  yang begitu akurat dan lengkap dengan titik koordinat masing-masing. Sementara itu, kemampuan dragging nampak terjadi pada perubahan nilai tinggi balok dan animasi rotasi balok.


Gambar 1. Tampilan bangun ruang (balok) dalam dimensi tiga


Dalam penerapannya, penulis menggunakan model pembelajaran discovery learning. Menurut Syah (2004), siyntax dari model pembelajaran discovery learning terdiri dari stimulation (stimulasi/pemberian rangsangan); problem statement (pernyataan atau identifikasi masalah); data collection (pengumpulan data); data processing (pengolahan data); verification (pembuktian); serta generalization (menarik kesimpulan atau generalisasi).

 

Penerapan model tersebut dapat dijabarkan ke dalam beberapa langkah berikut. Pertama, tahap pemberian rangsangan. Pada tahap ini, penulis menampilkan beberapa benda dimensi tiga yang ada di lingkungan sekitar dan kemudian mengingatkan kembali materi vektor pada dimensi dua. Setelah itu, penulis melakukan demonstrasi menggunakan Geogebra dalam menentukan koordinat pada dimensi tiga.

 

Kedua, tahap identifikasi masalah. Pada tahap ini, penulis meminta peserta didik untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin permasalahan pada materi yang baru saja dijelaskan. Salah satu pertanyaan yang menarik kepada peserta didik adalah ‘bagaimana dengan koordinat titik bila balok pada dimensi tiga digeser atau dipindahkan?’.

 

Ketiga, tahap pengumpulan data. Pada tahap ini, peserta didik diberikan kesempatan untuk mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya melalui uji coba pada aplikasi Geogebra sesuai dengan panduan yang dibuat oleh penulis.

 

Keempat, pengolahan data. Pada tahap ini, penulis memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menuliskan kembali hasil temuannya setelah melakukan uji coba sendiri pada aplikasi Geogebra. 

 

Kelima, pembuktian. Pada tahap ini, peserta didik akan diminta untuk melihat lagi secara cermat ‘apakah benar terjadi perubahan pada koordinat vektor kolom maupun panjang vektor?’ serta ‘Perubahan seperti apa yang terjadi?’.

 

Keenam, menarik kesimpulan. Pada tahap ini, peserta didik akan membuat kesimpulan berdasarkan hasil verifikasi yang dibuat pada langkah sebelumnya.

 

Setelah melaksanakan model pembelajaran discovery learning melalui demonstrasi Geogebra, penulis merangkum beberapa poin penting yang telah menjadi tujuan utama pembelajaran. Pertama, peserta didik terlihat lebih aktif dan antusias dalam mengikuti Kegiatan Belajar dan Mengajar (KBM) melalui demonstrasi Geogebra.

 

Kedua, terjadi peningkatan yang positif terhadap kemampuan berimajinasi peserta didik yang tampak melalui pertanyaan-pertanyaan yang diberikan. Misalnya, bagaimana dengan koordinat titik bila balok pada dimensi tiga digeser atau dipindahkan? Bagaimana dengan vektor kolomnya? Serta, bagaimana dengan panjang vektornya?.

 

Ketiga, terjadi peningkatan terhadap pemahaman dan kecerdasan spasial peserta didik. Hal tersebut tampak melalui beberapa kesimpulan yang dibuat dari hasil pengolahan data dan verifikasi. Misalnya, koordinat titik dan vektor kolom mengalami perubahan tergantung pada arah pergeseran balok pada suatu bidang alas. Sedangkan, panjang vektor dimaksud tidak berubah sama sekali kecuali ukuran balok diubah.

 

Keempat, adanya peningkatan kecerdasan spasial peserta didik yang juga tampak melalui gambar balok pada tiga dimensi yang dilukiskan dengan cukup akurat dan lengkap beserta titik koordinatnya.

 

Kelima, penulis selaku pengampu Mata Pelajaran Matematika memiliki banyak waktu untuk membimbing dan melakukan uji coba bersama peserta didik. Penulis juga mampu memanfaatkan waktu secara lebih efektif tanpa harus bertele-tele dalam menggambarkan grafik dimensi tiga maupun melalui animasi pada Power Point.

 

Pada akhirnya, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika yang efektif adalah pembelajaran yang melibatkan media pembelajaran dalam proses pembelajaran itu sendiri. Geogebra menjadi salah satu pilihan terbaik sebagai media pembelajaran yang mempermudah proses pembelajaran, sekaligus menjadi penghubung dunia pendidikan dan aspek teknologi.

 

Dengan demonstrasi Geogebra dalam pembelajaran matematika, peserta didik mampu tampil secara lebih aktif dalam melakukan uji coba. Penulis juga mampu secara aktif menggambarkan objek-objek geometri yang tampak oleh visualisasi Geogebra, baik berupa balok pada dimensi tiga maupun penentuan koordinat pada masing masing titik. Hal tersebut tentunya sangat berkaitan erat dengan adanya peningkatan kecerdasan spasial. Selain itu, peserta didik juga turut merasakan pemanfaatan teknologi secara langsung melalui pembelajaran matematika.

 

Editor : Mario Djegho (red)


Post a Comment

0 Comments