Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

LINUS LUSI : JADILAH GURU “KATALISATOR”


 


Lembata, CAKRAWALANTT.COM - Dalam kunjungan kerjanya (kunker) di SMA Negeri 1 Nubatukan Lembata, Kamis (30/09/2021), Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadis PK) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Linus Lusi, S.Pd.,M.Pd, mendorong para pendidik untuk menjadi guru “katalisator”. Menurutnya, guru katalisator adalah sumber daya manusia (SDM) yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan sebuah kurikulum secara baik dan menghasilkan ouput pendidikan Indonesia yang berkualitas.    


Dalam arahannya, Linus menjelaskan guru katalisator harus mampu menyelami dunia peserta didik untuk memahami kebutuhan, kekurangan dan kelebihannya. Pemahaman tersebut, imbuhnya, bisa menjadi pijakan dalam memotivasi dan membangkitkan minat belajar peserta didik, terutama melalui pengimplementasian inovasi pembelajaran yang dikembangkan di dalam kelas. Menjadi guru katalisator, sambungnya, harus diimbangi oleh penguasaan kompetensi dan kemampuan, seperti pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional.


Lebih lanjut, terang Linus, peningkatan kualitas pendidikan merupakan tanggung jawab utama guru. Perkembangan proses pembelajaran di dalam kelas, tuturnya, juga dipengaruhi oleh perubahan atau pergantian kurikulum. Menurutnya, kurikulum pendidikan di Indonesia sudah mengalami 10 kali perubahan sejak pasca kemerdekaan hingga sekarang, termasuk pada masa pandemi Covid-19. Hal tersebut, sambungnya, semakin memperlihatkan peningkatan kualitas pendidikan Indonesia yang cukup signifikan dan mampu bersaing secara global. Dengan demikian, ungkapnya, guru-guru di Provinsi NTT juga harus tekun dan terus berinovasi untuk menunjang perkembangan anak-anak NTT saat ini.


Menyangkut perkembangan kurikulum, Linus menuturkan setiap kurikulum adalah baik, sebab selalu disesuaikan dengan kondisi dan perkembangan zaman. Hal itu, jelasnya, sudah melewati berbagai kajian dari para ahli, meskipun masih memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Namun yang terpenting, sambungnya, adalah pengembangan inovasi dan implementasi nyata di lapangan oleh para guru.


Di samping itu, Linus juga menegaskan dengan kerja sama dan koordinasi yang baik, generasi emas pada tahun 2045 dan harapan besar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemndikbud) pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2021 lalu bisa terwujud. Maka dari itu, harap Linus, kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru dan para peserta didik di SMAN 1 Nubatukan harus mampu melakukan terobosan inovatif di Kabupaten Lembata.  


Pantauan media, kunker Kadis PK Provinsi NTT tersebut bertujuan untuk meninjau kegiatan belajar dan mengajar (KBM) sekaligus memantau pelaksanaan ujian Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) di SMAN 1 Nubatukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes). Kehadiran Kadis PK Provinsi NTT tersebut didampingi istri,  Ny. Angela  Deran Lemaking, Koordinator Pengawas Pendidikan Menengah (Korwas Dikmen) Kabupaten Lembata, Benyamin Beda Ruing, S.Pd, serta Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMAN I Nubatukan, Cletus Laba, S.Pd.

 

Berita dan Foto : Rofinus R.Roning

Editor : Mario Djegho (red)


Post a Comment

0 Comments