Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

UJIAN DISERTASI SOAL KEMISKINAN DAN KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH, MARTHEN TUALAKA BERHASIL RAIH GELAR DOKTOR



Kota Kupang, CAKRAWALANTT.COM - Pendidikan sejatinya merupakan proses pemanusiaan manusia. Dalam dan melalui pendidikan, keseluruhan aspek manusiawi dioptimalkan, baik kemampuan intelektual, emosional, maupun spiritual. Pendidikan merupakan usaha sadar untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan seseorang di dalam dan luar sekolah serta berlangsung seumur hidup (Arum, 2021). 

Gagasan pendidikan sepanjang hayat ini mengharuskan setiap orang untuk terus belajar sepanjang hidupnya tanpa mempersoalkan usia dan atau status sosial lainnya. Adalah Marten Tualaka, anak seorang petani kecil dari Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) diusianya yang sudah tidak terlalu muda lagi berhasil menyandang gelar doktor.



Rabu (04/08/2021), Marthen mempertahankan disertasi doktoralnya di hadapan dewan penguji di Institut Agama Kristen Negeri (IAKN), Kupang. Sebagai anak seorang petani kecil yang kini menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPRD Kab. TTS, Marthen mengulas soal Kemiskinan dan Kebijakan Pemerintah Kabupaten TTS dalam disertasi doktoralnya.

Menurut Marthen, upaya menanggulangi kemiskinan di Kab. TTS bukanlah perkara gampang. Dibutuhkan kebijakan pemerintah daerah yang sungguh pro rakyat. Hal ini penting menurutnya sebab TTS di mata kebanyakan orang dikenal dengan keterbelakangan dan kemiskinan.

Terkait gelar yang diraihnya, Marthen menuturkan bahwa tidak ada alasan bagi siapapun untuk berhenti belajar dan merasa puas dengan apa yang ada.

“Saya ini anak petani tetapi bisa menyelesaikan pendidikan hingga puncak. Ini membuktikan bahwa cukup dengan keinginan yang kuat serta disiplin tinggi, kita bisa meraih pendidikan setinggi-tingginya,” kata Marthen.

Marthen sungguh menyadari arti penting pendidikan. Tentang hal ini ia menjelaskan bahwa jika seseorang memiliki pendidikan yang baik maka ketika berada di masyarakat tentu akan berkontribusi besar bagi pembangunan di lingkungan masyarakat tersebut. Begitupun dalam berkarya, apapun karya yang ditekuni akan secara profesional sesuai dengan kapasitas intelektual yang dimilikinya. 



Lebih lanjut, politisi senior TTS yang juga Ketua DPC Partai Hanura Kab. TTS ini menuturkan bahwa untuk meraih pendidikan hingga puncak tidak harus berlimpah kekayaan. Pendidikan itu butuh komitmen dan ketekunan.

“Jika punya kesempatan, ambillah dan selesaikan hingga akhir," tegasnya.

Kepada semua orang muda, khususnya anak-anak di Kab. TTS, Marthen berpesan agar giat dalam belajar. Menurutnya, melalui pendidikan manusia mampu hidup lebih baik.

“Jangan pernah malas untuk belajar dan bersekolah. Hanya melalui pendidikan kita bisa mencapai hidup yang lebih baik. TTS ini selalu dikenal dengan kemiskinan dan stereotip negatif lainnya. Oleh karena itu, saya mengajak jangan pernah menyepelekan pendidikan.  Semakin banyak orang TTS yang SDM-nya baik  maka aneka persoalan di TTS dapat diatasi dengan mudah,” jelas Marthen. 

Perlu diketahui bahwa tim penguji dalam ujian disertasi terbuka tersebut terdiri dari tujuh orang. Para penguji tersebut hadir baik secara virtual (daring) maupun tatap muka langsung, yakni:

  1. Prof. Sandi Maryanto
  2. Prof. Maria Agustina Noach, Ph.D., M.Sc. (Daring)
  3. Dr. Zainur Wulla., M.Si
  4. Dr. Oditha Hutabarat, M.Th. (Daring)
  5. Dr. Radjiman Sitopu, M.Th., (Daring)
  6. Pater Dr. Gregorius Neonbasu, SVD., Ph.D
  7. Dr. Harun Y. Natonis, M.Si.


Foto dan Berita: Lenzho

Editor: RZ Kaka

Post a Comment

0 Comments