Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

PENGGUNAAN VIDEO "EASY GERMAN" SEBAGAI MEDIA BELAJAR BAHASA JERMAN

 


Oleh : Maria Eufrasia Mamul, S.Pd

(Guru Bahasa Jerman di SMK Swakarsa Ruteng)

Di Indonesia, Bahasa Jerman adalah salah satu bahasa asing yang intens diajarkan di jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) maupun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Dalam pembelajaran Bahasa Jerman, terdapat empat keterampilan berbahasa yang harus dikuasai, yaitu; keterampilan menyimak (Hörverstehen), keterampilan berbicara (Sprechfertigkeit), keterampilan membaca (Leseverstehen) dan keterampilan menulis (Schreibfertigkeit). Keempat keterampilan tersebut memiliki keterkaitan satu sama lain di dalam proses pembelajaran Bahasa Jerman guna menciptakan sebuah proses komunikasi yang baik. Namun, pada umumnya, penguasaan keempat keterampilan tersebut belum mencapai hasil yang maksimal, terutama pada keterampilan menulis.   

Aktivitas menulis merupakan salah satu keterampilan yang perlu untuk ditingkatkan. Menurut Burhan (1988 : 270), aktivitas menulis adalah suatu bentuk manifestasi kemampuan (dan keterampilan) berbahasa yang paling akhir dikuasasi pelajar bahasa setelah kemampuan mendengarkan, berbicara, dan membaca. Kemampuan menulis terkesan lebih sulit untuk dikuasai oleh seorang penutur daripada ketiga kemampuan berbahasa lainnya. Kemampuan menulis menghendaki penguasaan berbagai unsur kebahasaan secara internal maupun eksternal guna menyusun sebuah tulisan atau karangan yang runtut dan padu. Oleh sebab itu, keterampilan menulis menjadi keterampilan dasar yang penting untuk dipelajari dan dikuasai.   

Realitas dalam Proses Pembelajaran

Berdasarkan hasil pengamatan terhadap nilai kompetensi menulis peserta didik, penulis menemukan fakta bahwa nilai peserta didik secara rerata belum mencapai standar Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM). Dalam analisis penulis, terdapat beberapa faktor penyebab mengapa peserta didik mengalami kesulitan dalam kegiatan menulis, yakni; (1) Bahasa Jerman masih dianggap sebagai bahasa baru (asing) bagi para peserta didik; (2) Bahasa Jerman masih dipandang sebagai bahasa yang sulit dan susah untuk dipelajari; (3) para peserta didik belum termotivasi untuk mempelajari Bahasa Jerman karena kurangnya pengajaran secara langsung oleh guru pengampu; serta (4) minimnya media dan materi pembelajaran Bahasa Jerman (selain modul).

Dengan memperhatikan persoalan-persoalan tersebut, penulis berpendapat bahwa semangat dan kreativitas guru sangat berperan penting dalam menemukan solusi alternatif yang tepat. Guru harus mampu menciptakan suasana yang kondusif agar motivasi belajar peserta didik bisa meningkat. Selain itu, pemilihan media pembelajaran yang tepat juga menjadi fokus utama yang harus diperhatikan oleh guru selama proses KBM. Dalam dunia pendidikan, media pembelajaran merupakan pembawa atau perantara informasi yang berhubungan dengan proses belajar atau pembelajaran. 

Media tersebut berguna untuk membantu guru dalam proses KBM serta mendukung peserta didik dalam pekerjaan mereka di sekolah atau rumah (Erdmenger, 1997 : 1). Dengan kata lain, media yang digunakan dalam proses pembelajaran dapat mempermudah peserta didik dalam memahami setiap materi pelajaran. Oleh sebab itu, media pembelajaran mampu menunjang proses KBM yang kondusif, terutama dalam membantu guru untuk menyampaikan materi dan tujuan pembelajaran secara baik dan komprehensif.

Video Easy German Sebagai Media Pembelajaran Alternatif

Berdasarkan uraian di atas, penulis memberikan solusi konkrit berupa penggunaan Video Easy German sebagai media pembelajaran alternatif. Video tersebut bisa ditemukan atau diperoleh dari aplikasi Youtube. Easy German adalah serial video online yang memberikan materi pembelajaran otentik kepada pelajar Bahasa Jerman di seluruh dunia. Video ini menampilkan aktivitas penggunaan Bahasa Jerman di dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, lingkungan sosial, maupun di lingkungan pekerjaan. 

Acara kedua mingguan pada program ini berisi wawancara interaktif antara berbagai anggota masyarakat yang mencakup tema dan tingkat kefasihan. Video-video tersebut memiliki terjemahan (subtitle) pada setiap acaranya, sehingga mampu memudahkan para peserta didik untuk mempelajari dan mengikuti pola tutur dalam Bahasa Jerman sesuai kecepatan regular mereka (www.easygerman.org). Dalam proses KBM, penggunaan video easy German dapat diterapkan melalui model discovery learning.   

Secara umum, langkah-langkah pembelajaran yang dapat dilakukan saat menggunakan video Easy German di dalam proses KBM terdiri atas kegiatan pendahaluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Pertama, kegiatan pendahuluan. Dalam kegiatan pendahaluan, penulis memberikan salam pembuka sambil menciptakan kondisi kelas yang kondusif sebelum memulai proses KBM. Pada tahap ini, guru akan melakukan pengulangan terhadap materi yang telah diajarkan dalam sesi tanya-jawab sekaligus menjelaskan tujuan dan mekanisme proses pembelajaran secara singkat.

Kedua, kegiatan ini. Dalam kegiatan ini, penulis mulai menggunakan video Easy German sebagai media pembelajaran lewat proses Discovery Learning dengan tahap-tahap sebagai berikut; (1)  Stimulation, yakni; penulis menayangkan video singkat dari Easy German tentang bagaimana orang Jerman mengungkapkan sesuatu; (2) Problem Statement, yakni; penulis meminta peserta didik menuliskan apa yang didengar dan dilihatnya pada tayangan video; (3) Data collection, yakni; penulis meminta peserta didik menyampaikan apa yang mereka tulis dari tayangan video; (4) Data processing, yakni; penulis membagikan Lembar Kerja Peserta didik (LKPD) berupa transkrip video dan menjelaskan petunjuk pengerjaannya. Kemudian, penulis memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menyelesaikan LKPD tersebut dalam kelompok-kelompok; (5) Verivication, yakni; guru mengarahkan masing-masing kelompok untuk menyampaikan hasil pekerjaannya dan kemudian mengapresiasi pekerjaan setiap kelompok. (6) Generalization, yakni; penulis mengarahkan peserta didik untuk mengevaluasi hasil kerja kelompok mereka.

Ketiga, kegiatan penutup. Pada kegiatan penutup, penulis memberikan evaluasi dan kesimpulan. Di tahap tersebut, penulis akan menanyakan para peserta didik tentang apa yang sudah dipelajarinya hari ini sekaligus mengarahkan peserta didik untuk mengerjakan Aufgabe (tugas). Kemudian, penulis akan menuntun peserta didik untuk me-review materi hari tersebut dan menginformasikan materi yang akan dipelajari pada minggu yang akan datang. Di bagian akhir, guru akan kembali mengarahkan peserta didik untuk menutup pelajaran dengan baik.

Peningkatan Hasil Belajar Pasca Penerapan Video Easy German

Setelah tiga kali dilakukan pembelajaran tatap muka dengan menerapkan video Easy German, penulis menemukan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar dan keterampilan menulis Bahasa Jerman peserta didik melalui penerapan media video Easy German. Peningkatan hasil belajar keterampilan menulis tersebut dapat dilihat dari hasil tes keterampilan menulis peserta didik yang mengalami peningkatan sejak pertama kali diterapkan, yaitu; dari rata-rata nilai 77,08 menjadi 82,08. Selain itu, terdapat peningkatan motivasi belajar peserta didik terhadap Mata Pelajaran Bahasa melalui penerapan media video Easy German.

Peningkatan motivasi belajar tersebut dapat dilihat dari perubahan sikap peserta didik setelah menerapkan tiga kali media video Easy German dalam proses pembelajaran. Hal tersebut juga didukung oleh hasil angket yang diberikan kepada peserta didik sebelum dan sesudah penerapan video Easy German. Hasil angket menunjukan bahwa motivasi belajar peserta didik terhadap Bahasa Jerman sebelum penerapan media video Easy German hanya sebesar 63% dan kemudian meningkat menjadi 94% setelah penerapan video Easy German. 

Hasil observasi di atas membuktikan bahwa media video Easy German bisa dijadikan alternatif media dalam proses pembelajaran Bahasa Jerman, sebab dapat merangsang motivasi peserta didik untuk mempelajari Bahasa Jerman. Selain itu, video Easy German dapat memfasilitasi guru dalam menyampaikan materi ajar karena dapat dijadikan latihan dalam proses pembelajaran. 

Penggunaan video Easy German bisa menjadi media pembelajaran alternatif karena mudah diakses oleh para peserta didik dimanapun mereka berada. Video Easy German mampu menghadirkan gaya belajar yang berbeda, menarik, dan efektif guna meningkatkan hasil belajar dan kemampuan menulis peserta didik dalam Bahasa Jerman. Oleh karena itu, penulis menyarankan agar media video Easy German bisa menjadi salah satu media yang digunakan dalam proses pembelajaran Bahasa Jerman yang lebih baik.

Editor : Mario Djegho (red)



Post a Comment

0 Comments