![]() |
| Kepala SMA Negeri 1 Kupang Tengah, Emma Ridja Nenobais. |
Kupang, CAKRAWALANTT.COM - Guna meningkatkan kecakapan literasi di kalangan
peserta didik, Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Kupang Tengah, Kabupaten
Kupang, mendukung upaya pembiasaan literasi berbasis karya. Hal ini disampaikan
oleh Kepala SMA Negeri 1 Kupang Tengah, Emma Ridja Nenobais, ketika ditemui di
ruang kerjanya, Selasa (12/8/2025). Menurut Emma, literasi adalah hal penting
yang harus didalami dan dikuasai oleh setiap peserta didik.
Emma menuturkan, pihaknya selalu membiasakan para
peserta didik untuk membaca dan menulis. Membaca dan menulis, sambungnya,
adalah bagian dari literasi dasar. Kedua aktivitas tersebut, jelas Emma,
sejatinya harus bermuara pada karya atau produk.
“Aktivitas membaca dan menulis yang dilakukan oleh
peserta didik ini harus bermuara pada karya dan produk, sehingga salah satu
wadah yang kami gunakan secara maksimal adalah majalah dinding sekolah,”
tambahnya.
Menurut Emma, pembiasaan literasi berbasis karya
tersebut harus dibarengi dengan pemahaman peserta didik tentang teknik dan alur
penulisan serta perbendaharaan kata yang baik.
“Pembiasaan literasi berbasis karya ini juga harus
didukung oleh pemahaman tentang menulis dan perbendaharaan kata atau kosakata
yang baik,” ujarnya.
![]() |
| Beberapa peserta didik sedang berpose di depan majalah dinding sekolah. |
Memulai dengan Renungan Harian
Emma mengatakan, salah satu program yang akan
dijalankan secara rutin oleh peserta didik adalah menulis renungan harian. Hal
ini, ungkapnya, sudah sering dilakukan oleh peserta didik secara verbal di
depan umum. Namun, ke depannya, sambung Emma, para peserta didik akan didampingi
secara intens agar bisa menghasilkan renungan harian yang berkualitas sesuai
teknik dan alur penulisan yang jelas.
“Anak-anak memang sudah terbiasa membawakan renungan
harian di depan umum. Namun, kali ini, mereka akan mulai menuliskan renungan
harian secara intens sesuai teknik dan alur penulisan yang jelas,” tukasnya.
Lebih lanjut, Emma menjelaskan, renungan-renungan
tersebut akan dikumpulkan, disunting, dan dipublikasikan melalui majalah
dinding sekolah, website sekolah,
media massa, media sosial, dan buku karya peserta didik. Kegiatan ini,
tuturnya, juga akan didampingi dan dipantau oleh guru-guru pembimbing yang
telah ditunjuk bersama mitra yang telah dipercayakan.
Emma berharap, pembiasaan literasi berbasis karya ini
tidak sekadar program rutin, tetapi dapat menjadi kultur baru di SMA Negeri 1
Kupang Tengah. Kultur ini, sambungnya, dapat mendorong peserta didik untuk
mengembangkan potensi diri secara maksimal sekaligus memperkuat kemampuan
adaptasi di tengah gempuran era digital.
“Dengan terbiasa menghasilkan karya, anak-anak didik
diharapkan bisa beradaptasi, mengembangkan potensi, dan berkompetisi. Literasi
berbasis karya ini bisa menjadi kultur di SMA Negeri 1 Kupang Tengah,”
pungkasnya. (MDj/red)







0 Comments