![]() |
| Pose bersama. |
Kupang, CAKRAWALANTT.COM - Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Kupang Timur,
Kabupaten Kupang, menggelar kegiatan “In
House Training (IHT) Penguatan Kurikulum Nasional dengan Prinsip
Pembelajaran yang Mendalam” selama tiga hari, yakni Senin-Rabu (11-13/8/2025).
Kegiatan ini bertujuan untuk menyiapkan para guru dalam menjalankan proses
pembelajaran sesuai dengan prinsip pembelajaran yang mendalam (deep learning).
Kepala SMA Negeri 3 Kupang Timur, Rafael Kenuka,
mengatakan, saat ini, para guru harus beradaptasi dengan perubahan metode
pembelajaran sesuai prinsip pembelajaran yang mendalam. Maka dari itu, para
guru, sambungnya, harus mendalami dan memahami prinsip pembelajaran yang
mendalam sehingga dapat menyiapkan perangkat pembelajaran dengan baik.
“Ada perubahan metode pembelajaran sesuai
prinsip-prinsip pembelajaran mendalam, sehingga hal ini harus diperkenalkan di
kalangan para guru,” ujarnya kepada media ini di sela-sela kegiatan, Selasa
(12/8/2025).
![]() |
| Kepala SMA Negeri 3 Kupang Timur. |
Rafael menjelaskan, dalam pembelajaran yang mendalam
tersebut, para guru didorong untuk mengintegrasikan potensi lokal di dalam mata
pelajaran masing-masing. Salah satunya, sambung Rafael, adalah memasukan
pertanian sebagai potensi lokal yang akan dikembangkan.
“Kami berfokus pada pertanian, khususnya menanam sayur
dan cabai (lombok),” tukasnya.
Integrasi potensi lokal berupa pertanian tersebut,
ungkap Rafael, dapat membantu peserta didik untuk mengembangkan keterampilan
bercocok tanam hingga memperoleh keuntungan secara ekonomis melalui usaha-usaha
pertanian.
Rafael berharap, pengimplementasian prinsip-prinsip
pembelajaran yang mendalam, khususnya integrasi potensi lokal, tersebut bisa
berdampak bagi kehidupan akademik dan nonakademik peserta didik. Selain itu,
sambungnya, para peserta didik juga bisa mengembangkan potensi dirinya secara
optimal.
“Keterampilan ini bisa menjadi bekal hidup bagi
peserta didik ke depannya. Meskipun sekolah ini bukan khusus vokasi, tetapi
para peserta didik dilatih untuk memanfaatkan potensi yang ada di sekitarnya
secara optimal,” tambah Rafael.
Pantauan media, kegiatan tersebut diikuti oleh 53
orang guru dan beberapa tenaga kependidikan. Sedangkan, narasumber berasal dari
pengawas pembina. Selama tiga hari, para guru memperoleh materi terkait
pengenalan kurikulum, coding dan
kecerdasan buatan, serta optimalisasi potensi lokal. (MDj/red)









0 Comments