Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

SMP ADHYAKSA 2 KOTA KUPANG GELAR IHT


Kota Kupang, CAKRAWALANTT.COM –
Dalam rangka meningkatkan kompetensi guru melalui workshop pengembangan perangkat pembelajaran, Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dan E-rapor, SMP Adhyaksa 2 Kota Kupang menggelar In House Training (IHT). Kegaiatan tersebut berlangsung Kamis – Sabtu, 15 – 17 Juli 2021.

 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si., yang hadir sebagai narasumber membawakan materi mengenai Arah dan Kebijakan Pendidikan Kota Kupang di masa pandemi covid-19. Dalam paparannya, ia meminta agar dalam menerapkan keputusan 4 menteri yang terakhir terkait pembelajaran tatap muka, pihak sekolah mengikuti aturan yang ada.

 

“Jadi teman-teman semua, prinsip ini yang kita pakai. Prinsip utama dan yang pertama dan yang utama yaitu keselamatan di atas segala-galanya. Keselamatan bagi kepala sekolah dan siswa,” tuturnya.

 

Bagi guru-guru yang belum melakukan vaksinasi, lanjutnya, dapat melakukan KBM secara virtual sedangkan peserta didik tetap berada di dalam kelas seperti biasanya.

 

Pada kesempatan tersebut, Dumuliahi Djami juga mendorong sekolah-sekolah swasta Kota Kupang khususnya di SMP Adhyaksa 2 untuk selalu menjual kualitas dan potensi disiplin sebagai daya tarik dari sekolah.

 

“Sekolah swasta itu saya ibaratkan ketika kita belanja di mall. Dari sekian banyak mall yang ada di Kota Kupang, kita memilih mall A. Kualitas dan harganya sama, tetapi kita lebih memilih untuk beli di mall yang B. Maksud saya adalah semua sekolah swasta yang ada di Kota Kupang harus mempunyai ciri khas dan potensi, yang paling gampang adalah disiplin,” tegasnya.

 

Sebagai salah satu strategi untuk menjual kualitas dan potensi disiplin, ia menyarankan agar SMP Adhyaksa dapat mensosialisasikan kelebihan sekolah mereka kepada orang tua siswa di tingkat sekolah dasar.

 

Sementara itu Kepala SMP Adhyaksa 2 Kota Kupang, Reny Octavianus menyampaikan apresiasinya karena kegiatan IHT ini tetap berjalan sesuai dengan protokol kesehatan (prokes). Selain itu, lanjutnya, SMP Adhyaksa 2 juga sudah siap dalam menjalani sekolah tatap muka.

 

“Terdapat 95 peserta didik di sekolah kami dan dengan adanya peralatan prokes yakni termometer, hand sanitizer, dan juga alat pencuci tangan, sekolah kami siap untuk melakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka,” ungkapnya.

 

Ia menambahkan bahwa guru-guru di SMP Adhyaksa 2 juga semuanya sudah melakukan vaksinasi, kecuali ada satu orang yang memang tidak bisa karena ada penyakit bawaan.

 

Berita & Foto: Ira Luik

Editor: Robert Fahik/ red

Post a Comment

0 Comments