Latest News

Sunday, 14 February 2021

SEMINARI OEPOI GELAR DISKUSI BUKU “MAWAR GAIB MISA PAGI”


Kota Kupang, CAKRAWALANTT.COM –
Sabtu (13/2//2021), SMA Seminari St. Rafael Oepoi menggelar diskusi dan peluncuran buku Mawar Gaib Misa Pagi, kumpulan antologi tulisan para peserta didik yang dikerjakan di tengah masa pandemi. Diskusi dan peluncuran buku ini menghadirkan Yohanes B. I. Loe, guru SMA Katolik Giovanni dan alumnus Seminari Menengah St. Rafael sebagai pembahas. Acara yang dimoderatori Hendriko Tae Della, peserta didik Kelas XII MIA ini diselenggarakan melalui aplikasi Google Meet dan disiarkan secara langsung oleh akun Facebook Seminari Santu Rafael Kupang.

 

Mawar Gaib Misa Pagi adalah antologi dengan tebal 100 halaman berisi tulisan para seminaris, terutama yang berasal dari mata pelajaran Teori Menulis, serta Jurnalistik dan Public Speaking. Kedua pelajaran tersebut adalah pelajaran kurikulum seminari. Selain tulisan yang dikerjakan di kelas kedua pelajaran tersebut, ada pula tulisan-tulisan yang berasal dari seleksi internal seminari serta dari lomba-lomba menulis antar-SMA yang diikuti anak para seminaris.

 

Jenis-jenis tulisan yang ada dalam antologi adalah esai, cerpen, puisi, resensi, dan artikel ilmiah. Dua dari tiga artikel ilmiah dalam antologi tersebut pernah dipilih menjadi juara pertama lomba menulis dengan tema tenun dan rumah adat yang diadakan oleh Museum Daerah NTT. Satu artikel lain adalah pemenang ketiga lomba menulis artikel tentang korupsi yang diselenggarakan Komisi Advokasi Daerah Anti Korupsi NTT.

 

Dalam sambutan peluncuran, Kepala SMA Seminari St. Rafael, Romo Sintus Efi, Pr., mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan lanjutan dari program pengembangan literasi sekolah yang sudah dimulai beberapa bulan sebelumnya. “Buku ini adalah sebuah produk kegiatan literasi dasar yang telah Anda buat. Semoga hadirnya buku ini, dan ke depannya, membuat Anda terus memacu diri dalam bidang literasi, sehingga Anda dapat menghasilkan sebanyak mungkin tulisan yang berasal dari pikiran Anda untuk pengembangan diri Anda dan lembaga pendidikan ini,” ujar Romo Sintus.

 

Oswaldus Mamulak, peserta didik Kelas XII MIA yang mewakili para penulis, mengungkapkan kegembiraannya melalui testimoni singkat, “Buku ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami, para penulis. Kami bisa menunjukkan bahwa kami memiliki bakat. Ini menjadi cara bagi kami untuk berkembang.” Oswaldus adalah salah satu siswa yang mewakili St. Rafael mengikuti lomba menulis tentang rumah adat di Museum Daerah NTT tahun lalu.

 

Dalam pembahasannya, Yohanes Loe mengungkapkan bahwa menulis membantu seseorang untuk berpikir kritis dan sistematis. Kemampuan berpikir kritis dan sistematis, menurutnya, membantu seseorang mampu memilah informasi di tengah dunia digital yang menawarkan berlimpahnya jumlah informasi.

 

“Kita perlu menyeleksi dan membaca bagian demi bagian secara kritis, mana informasi yang berbobot, mana informasi hoaks. Setelah memakai daya kritis untuk seleksi, kita perlu membuat sistematika, mengumpulkan informasi-informasi itu, merangkai dan mengumpulkannya menjadi informasi-informasi yang dapat dipercaya,” papar Yohanes.

 

Mengerucutkan pembahasannya ke buku Mawar Gaib Misa Pagi, Yohanes berpendapat bahwa keunggulan buku tersebut adalah merangsang ingatan serta kaya akan nilai-nilai moral, kultural dan religius. “Ingatan adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Ingatan akan ajaran cinta kasih Kristus membawa kita kepada keselamatan paripurna,” ujar alumnus STFK Ledalero ini.

 

Judul Mawar Gaib Misa Pagi, lanjut Yohanes, menunjukkan semangat dan spiritualitas orang Katolik. “Ekaristi adalah puncak hidup orang beriman, khususnya orang Katolik. Mawar Gaib adalah simbol spiritualitas penyerahan diri. Karena itu, buku ini sarat akan nilai moral dan religius. Isinya menampilkan ajaran-ajaran Kristiani,” lanjutnya.

 

Meski demikian, buku ini tak luput dari kritik Yohanes. Menurutnya, format bunga rampai agak terbatas secara tematik untuk menunjukkan keutuhan sebuah gagasan. “Sebagai buku, sebaiknya buku diterbitkan per bagian. Cerpen sendiri, puisi sendiri, esai sendiri, tidak digabung seperti buku ini,” ujarnya. Buku Mawar Gaib Misa Pagi, bagi Yohanes, juga belum ideal untuk mengukur tingkat literasi para seminaris karena hanya memuat tulisan 26 orang dari seratusan siswa seminari St. Rafael.


 

Diskusi dan peluncuran buku ini diisi dengan pembacaan dan musikalisasi puisi yang terbit dalam buku. Penerbitan Mawar Gaib Misa Pagi juga diapresiasi oleh Dewi Kharisma Michellia dan Joko Pinurbo, dua penulis Indonesia. Menurut Dewi Kharisma Michellia, tulisan-tulisan dalam buku Mawar Gaib Misa Pagi adalah tulisan-tulisan yang mekar dan merah. Michellia berharap tulisan-tulisan dalam buku tersebut menjadi jejak penting yang ditengok para penulisnya suatu saat nanti. Redaktur kanal buku Jurnal Ruang itu juga berharap agar para penulis menulis lebih banyak lagi dan menjaga talenta yang ada.

 

Sedangkan bagi Joko Pinurbo, penyair peraih berbagai penghargaan, buku Mawar Gaib Misa Pagi menunjukkan kemampuan para seminaris menuangkan pikiran secara runtut, jernih dan enak dibaca. “Tulisan-tulisan mereka menunjukkan usaha yang sungguh-sungguh dalam merangkai kata-kata secara cermat, sederhana, dan sublim sehingga bahkan kisah-kisah biblistik yang mereka narasikan ulang jadi terasa lebih dekat dan hangat,” ujar penyair asal Yogyakarta tersebut.

 

Mawar Gaib Misa Pagi merupakan terbitan ke-16 Penerbit Dusun Flobamora, dan terbitan pertama di tahun 2021. Lini penerbitan Komunitas Sastra Dusun Flobamora yang fokus menerbitkan karya sastra para penulis NTT ini sebelumnya telah menerbitkan tulisan sejumlah penulis NTT seperti Marsel Robot, Romo Sipri Senda, Giovanni Arum, Saddam HP, Armin Bell, serta dua buku terjemahan puisi penyair Romawi, Vergilius dan Martialis, yang dikerjakan oleh Mario F. Lawi dan Saddam HP.

 

Berita dan Foto: Rilis Pers SMA Seminari St. Rafael Oepoi dan alpha hamballi (@alphamballi); twitter.com

Editor: R. Fahik/red
comments

No comments:

Post a comment