Latest News

Thursday, 18 June 2020

AKADEMIK KAMPUS AGUSTUS, NADIEM LARANG KULIAH TATAP MUKA


Jakarta, CAKRAWALANTT.COM – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim mengatakan tahun akademik perguruan tinggi tetap dimulai pada bulan Agustus mendatang walau pandemi virus corona (covid-19) belum bisa dipastikan mereda. Kendati demikian, Nadiem menuturkan sistem pembelajaran atau perkuliahan tetap akan dilakukan secara online atau dalam jaringan (daring).

"Tahun akademik perguruan tinggi tetap bulan Agustus 2020, tetapi pembelajaran di perguruan tinggi di semua zona masih dilakukan secara daring, jadi masih online belum belajar tatap muka," kata Nadiem dalam diskusi virtual, Senin (15/6).

Tahun akademiki tidak diundur karena Nadiem yakin perguruan tinggi mampu menjalankan sistem pembelajaran jarak jauh via internet. Lebih mampu ketimbang jenjang pendidikan menengah dan dasar. Akan tetapi, ada kegiatan yang tetap boleh dilakukan tanpa harus via internet. Salah satunya kegiatan yang berhubungan dengan proses kelulusan mahasiswa yang sulit jika dilakukan via internet.

"Contoh penelitian di laboratorium untuk skripsi, tesis dan disertasi, biasanya ini small group atau project individu, seperti tugas lab, praktikum, studio, bengkel dan hal-hal seperti ini yang butuh mesin, butuh perlatan dan lain-lain," tuturnya.

Terkait aktivitas prioritas itu, kata Nadiem, masing-masing pimpinan perguruan tinggi diperbolehkan untuk mengizinkan mahasiswanya datang ke kampus.

Kebijakan itu diambil karena Kemendikbud tidak ingin mengorbankan mahasiswa yang akan lulus. Sebab, lanjutnya, hal itu justru berpotensi menciptakan masalah lain.

"Jadi masih tidak diperkenankan untuk melakukan kuliah tatap muka, tidak diperkenankan berbondong-bondong untuk mahasiswa masuk kampus, cuma buat individual project yang khsusus prioritas untuk kelulusannya," ujar Nadiem.

Diketahui, sejak virus corona mewabah, perkuliahan jenjang perguruan tinggi dilakukan via online atau internet. Kegiatan di kampus benar-benar dibatasi guna mencegah penularan virus corona. (cnnindonesia.com/red)

comments

No comments:

Post a comment