Latest News

Sunday, 19 April 2020

“JAHIT DUA KALI LEBIH KUAT” – FILOSOFI MENGHINDARI WABAH COVID-19

Romo Yudel Neno, Pr
Imam Projo Keuskupan Atambua
Bertugas di Paroki Betun

Virus corona atau yang dikenal juga dengan nama Covid-19 masih terus menggerogoti seantero dunia, termasuk Indonesia. Begitu banyak saudara kita yang meregang nyawa karenanya. Di Indonesia sendiri, data terkini sebagaimana dilansir oleh media Kompas.com, Sabtu (18/4/2020), ada penambahan 325 kasus baru, sehingga total penderita positif covid-19 menembus angka 6.248 orang dengan rincian 5082 sementara dirawat, 535 meninggal dan 631 sembuh.

Dari data di atas, nampak bahwa penyebaran virus ini, masih sangat gencar di tengah masyarakat, walaupun pemerintah Indonesia telah berupaya sekuat tenaga.
Menyikapi gencarnya penyebaran virus ini, saya menawarkan solusi sederhana yakni edukasi kesadaran masyarakat secara terus-menerus oleh berbagai pihak.

Ada ungkapan bahwa “jahit dua kali lebih kuat”, itu berarti edukasi kesadaran masyarakat terkait dengan tindakan preventif menghindari penyebaran virus ini, harus terus dilakukan. Praktisnya, sosialisasi tentang penggunaan masker, jaga jarak, menghindari perkumpulan dan keramaian, cuci tangan sebelum dan sesudah, harus terus dilakukan dari waktu ke waktu. Mengapa? Karena menurut hemat saya, krisis terbesar untuk menghadapi situasi saat ini adalah minimnya kesadaran masyarakat tentang cepatnya penyebaran virus ini.

Khusus untuk masyarakat NTT, masih ada anggapan bahwa dari kondisi cuaca, yang panasnya mencapai 33 derajat, covid-19 tidak akan menyebar. Ada pula anggapan bahwa konsumsi alkohol terus-menerus bisa meningkatkan daya tahan tubuh yang dapat menyebabkan matinya virus dalam tubuh manusia.

Karena itu, selain upaya praktis yang ditempuh berbagai pihak, edukasi tentang kesadaran masyarakat, harus terus dilakukan dari waktu ke waktu. Ingat ungkapan “jahit dua kali lebih kuat”, filosofi ini sangatlah relevan dalam konteks membanguun kesadaran masyarakat. Tindakan preventif mencegah dan menghindari penyebaran virus ini mutlak dilakukan. Salam.  

comments

No comments:

Post a comment