Latest News

Sunday, 16 February 2020

SMPK FRATER MAUMERE RAYAKAN VALENTINE SECARA UNIK


Sikka, CAKRAWALANTT.COM – SMP Katolik Frater Maumere, Kabupaten Sikka, merayakan Hari Valentine, Jumat (14/2/2020) secara unik. Ruang-ruang kelas ditata dengan dekorasi beraneka warna yang mencolok dan unik. Semua bahan dari barang bekas atau sampah yang dikemas menjadi menarik. Bentuk kegiatan yang dilakukan pun sangat beraneka ragam untuk masing-masing kelas. Ada yang membaca puisi, membaca cerpen, fragmen singkat, lawak, tukar kado, menulis surat untuk teman, serta surat untuk orang tua di rumah, juga surat untuk guru.

Kepala SMP Katolik Frater Maumere, Fr. M. Herman Yoseph, BHK, S.Pd., dalam arahannya usai doa pagi di sekolah tersebut mengatakan bahwa Hari Valentine yang dirayakan hendaknya berjalan dengan penuh sukacita dan gembira. Lebih dari sekadar perayaan, Hari Valentine hendaknya meninggalkan berbagai pelajaran yang dapat dipetik dan diimplementasikan dalam hidup khususnya di sekolah.

“Buatlah suasana kelas Anda menjadi menarik, penuh kasih dan persaudaraan. Harapan kami agar setelah kegiatan ini dalam diri Anda tumbuh rasa bersyukur, menghormati, menghargai satu sama lain. Apa yang Anda tunjukkan di rumah bersama bapa dan mama agar dibagikan kepada teman-teman kalian dalam kelas Anda saat ini,” pinta Fr. Herman.

Sementara itu Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Polykarpus Pada, S.Pd., mengungkapkan, Perayaan Hari Valentine yang berlangsung di 32 rombongan kelas tersebut merupakan program kerja kesiswaan melalui OSIS. Setiap tahun, jelasnya, siswa diberi ruang kreativitas untuk saling berbagi kasih kepada warga sesama sekolah baik Frater, para guru, dan pegawai serta karyawan, dan lebih istimewa kepada sesama siswa.

Pantauan media, perayaan tersebut berlangsung penuh persaudaraan dan keharuan. Seperti halnya yang terjadi di kelas VII H. Di kelas asuhan Karol Lazar, S.Pd., ini siswa diberi kesempatan untuk membacakan puisi tentang ibu dan ayah. Pembacaan puisi tersebut mengundang rasa haru semua anggota kelas yang meneteskan air mata.

Usai perayaan di masing-masing kelas, warga sekolah saling berpegang tangan membentuk lingkaran. Mereka mengikrarkan komitmen bersama untuk menghindari sikap perundungan bagi teman-temannya khusus di kelas, menghormati dan menghargai guru-guru dan pegawai, menjaga nama baik sekolah dan Yayasan Mardi Wiyata, tidak terlambat, serta displin dalam semua tugas yang diberikan oleh guru mata pelajaran. (Adrianus Bareng_Kontributor/red)




comments

No comments:

Post a comment