Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

UNWIRA KUPANG

DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN FLORES TIMUR TERBITKAN BUKU ‘ASAL USUL LEWO’

Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Flores Timur pose bersama para penulis. (Foto: Dok. Agupena Flotim) 
Flores Timur, CAKRAWALANTT.COM – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Flores Timur menerbitkan buku berjudul ‘Asal Usul Lewo di Flores Timur Jilid I’. Buku tersebut diluncurkan secara resmi oleh Kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Flores Timur, Apolonia Corebima, Jumat (20/12/19) di Hotel Asa, Kelurahan Weri, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur. Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah anggota Asosiasi Guru Penulis Indonesia (Agupena) Flores Timur sebagai penulis, perwakilan guru, mitra pariwisata, budayawan, penggiat literasi, organisasi profesi dan perwakilan siswa.

Dalam sambutannya, Apolonia Corebima, menyampaikan terima kasih kepada semua komponen yang berkolaborasi menyelesaikan Buku Asal Usul Lewo. Proses penulisan buku Asal Usul Lewo, menurutnya, tidak mudah. Dijelaskannya, sejak informasi dibuka April 2019, minat orang untuk menulis sangat kurang. Batas akhir penulisan hingga bulan Juni, dan diperpanjang hingga Agustus belum juga memberikan hasil yang memuaskan. Belum ada tulisan yang masuk. Awal Oktober, diambil keputusan untuk menghubungi Agupena Flotim, dan dalam waktu yang cukup singkat Agupena Flotim menunjukkan tanggung jawabnya hingga buku dapat diselesaikan dan dicetak sebelum batas akhir yang disepakati bersama.

"Buku Asal Usul Lewo sesungguhnya mengajak semua kita sebagai Anak Lamaholot untuk melihat kembali eksitensi sebuah lewo atau kampung sebagai sebuah persekutuan awal yang kecil lalu berkembang karena proses pernikahan, dan juga adanya pendatang, membina kerukunan dalam sebuah tantanan sosial yang sederhana namun tetap ditaati, membangun relasi dan interksi dengan lewo lainnya dalam memenuhi kebutuhan. Lewo sebagai cikal bakal desa dan kelurahan yang ada sekarang sesungguhnya adalah tempat tumbuh dan berkembannya kesadaran kehidupan bersosial dan mencari solusi atas persoalan -persoalan yang ada, menggiatkan ritual-ritual demi menjunjung dan memuliakan Lera Wulan Tanah Ekan. Buku ini belum mengakomodir cerita asal usul lewo-lewo secara keseluruhan di Kabupaten Flores Timur, untuk itu besar harapan kita agar ke depan dapat disusun kembali buku cerita Asal Usul Lewo yang lebih lengkap pada edisi selanjutnya. Akhirnya, buku ini mengajak dan mengajarkan kita untuk selalu merasa kuat dan yakin saat niku kola (melihat ke belakang, ke budaya kita) dengan ike kewaat (kekuatan) dari lewo kita, untuk secara optimis lage ae (melangkah maju) membangun lewo belen (kampung besar) Flores Timur,” jelas Apolonia.

Apolonia Corebima ketika memberikan sambutannya. (Foto: Dok. Agupena Flotim)
Ketua Agupena Flores Timur, Maksi Masan Kian, S.Pd., dalam sambutannya mengatakan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Flores Timur telah memberi teladan dan inspirasi tentang bagaimana saling mengapresiasi dan menghargai karya. Instansi di bawah kepemimpinan Ibu Apolonia Corebima tersebut, menurut Maksi, telah membuat terobosan lewat program penulisan Buku Asal Usul Lewo di Flores Timur dan mampu menghasilkan satu referensi budaya bagi generasi Flores Timur yang akan datang.

“Tutur lisan bisa jadi terlupakan, tulisan akan kekal. Agupena Flores Timur sebagai pihak yang dipercayakan menulis buku Asal Usul Lewo, turut berbangga dengan lahirnya karya monumental ini. Kiranya buku syarat nilai Kelamaholotan ini bermanfaat bagi segenap pembaca. Setelah peluncuran hari ini, buku akan didistribusikan ke lembaga terkait, di antaranya Perguruan Tinggi, Sekolah, Desa dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM), dan media. Akan ada 300 titik distribusi, sesuai jumlah buku yang dicetak yang diseleksi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dengan Agupena Flotim,” kata Maksi.

Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Flores Timur pose bersama perwakilan peserta. (Foto: Dok. Agupena Flotim)
Penulisan Buku Asal Usul Lewo merupakan kerja sama antara Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Flores Timur dengan Agupena Cabang Flotim. Buku ini berisi 31 cerita asal usul Lewo se Kabupaten Flores Timur. Tiga puluh satu lewo yang masuk pada seri I buku ini diantaranya, Lamahala, Terong Aukoli, Lewotala, Watowiti, Mudakeputu, Lewomuda, Lamatou, Lewolere, Lewotobi, Lewouran, Nobo, Boru, Leworook, Lewoingu, Lewo Hajong, Lewobele, Lamakera, Lewopao, Balaweling, Witihama, Lewoengat, Lamanele, Nihaone, Ape Lamen, Lamalewa, Wewit, Kenotan, Bui Bayu Wua, Waibreno, Horowura, Adobala. (MMK/red)



Post a Comment

0 Comments