Latest News

Tuesday, 10 December 2019

ANTISIPASI JAJANAN PANGAN KEDALUWARSA, BPOM DI KUPANG BEKALI SISWA SMAN 1 MOLLO SELATAN


TTS, CAKRAWALANTT.COM -  Guna mengantisipasi bahaya keamanan pangan jajanan anak di lingkungan sekolah, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Kupang mendatangi SMA Negeri 1 Mollo Selatan, Senin (9/12). Dalam kunjungan tersebut tim dari BPOM melakukan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi kepada siswa-siswi yang ada terkait dengan bahan makanan dan obat-obatan yang sudah kedaluwarsa serta bahaya jika mengonsumsinya.

Kepala BPOM di Kupang, Sem Lapik, Apt. M.Sc, kepada wartawan menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan program dari BPOM yaitu “BPOM Goes to School”.

Dengan adanya program ini BPOM langsung menuju ke sekolah-sekolah untuk memberikan penyuluhan terkait cara memilih bahan makanan yang baik untuk dikonsumsi agar terhindar dari keracunan makanan maupun obat-obatan.

"Siswa-siswi ini adalah aset bangsa ini yang perlu dibekali dengan pemahaman yang baik agar mereka menjadi generasi penerus yang cerdas," tegasnya.

Tujuan dari program ini adalah untuk mengajak siswa-siswi agar menjadi generasi milenial yang cerdas dalam memilih dan menggunakan obat-obatan dan makanan yang akan dikonsumsi.

Terkait keracunan makanan yang meresahkan warga masyarakat Kabupaten TTS beberapa bulan terakhir ini, Sem Lapik mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan TTS yang sudah memberikan sampel untuk ditindaklanjuti.

Lapik juga menghimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam mengonsumsi bahan makanan maupun obat-obatan yang dijual di pasaran maupun di kios-kios.

"Teliti dengan baik masa kedaluwarsanya. Jika bahan makanan atau obat-obatan sudah kedaluwarsa, janganlah mengonsumsinya!" seru Lapik.

Sementara Kepala SMAN 1 Mollo Selatan, Drs. Yesaya Banoet, M.Pd, pada kesempatan itu menyampaikan apresiasi kepada BPOM.

“Terima kasih kepada BPOM yang telah datang mengunjungi sekolah kami dan mengedukasi siswa-siswi terkait dengan bahaya mengonsumsi bahan makanan yang kedaluwarsa serta langkah-langkah memilih serta memilah makanan maupun obat-obatan untuk dikonsumsi,” ungkap Banoet. (Lenzho/RZ)
comments

No comments:

Post a Comment