Latest News

Tuesday, 23 April 2019

BUKU “UJUNG PENA GURU KAMPUNG” DILUNCURKAN DI KOTA MALANG


Jawa Timur, Cakrawala NTT - Buku "Ujung Pena Guru Kampung II" (Sepekan di Charis National Academy) karya Maksimus Masan Kian, Ketua Asosiasi Guru Penulis Indonesia (Agupena) Cabang Flores Timur, diluncurkan di Kota Malang, Jawa Timur. Peluncuran terjadi pada Sabtu (2/3) terpusat di Sekolah International Charis Academy. Sebuah sekolah bertaraf internasional di Kota Malang.

Peluncuran Buku "Ujung Pena Guru Kampung II" berlangsung di Lantai III Auditorium Charis. Sesi ini menjadi pembuka Kegiatan Teachers Conference 2019 yang dilangsungkan pada sekolah tersebut. Hadir sebagai peserta, seluruh civitas akademi Charis Malang dan perwakilan guru se-Indonesia yang mengikuti kegiatan Teachers Conference.

Susane Kristianto, Kepala TK/SD Charis mewakili Pimpinan Lembaga Charis menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Maksimus Masan Kian, guru di pelosok Flores Timur NTT yang bisa berpikir kreatif menulis apa yang dilakukan di Charis.

"Rasanya biasa saja, apa yang kami lakukan di Charis, tetapi setelah membaca buku Ujung Pena Guru Kampung, kami menemukan hal luar biasa yang menginspirasi. Itulah kelebihan seorang penulis yang mampu mengemas bahasa inspiratif dan memotivasi. Mestinya, hari ini pimpinan kami turut hadir, namun ada agenda penting yang tidak bisa ditinggalkan maka beliau tidak bersama dengan kita. Kami terus berdoa dan memberi dukungan untuk Mas Maksi agar dapat mengembangkan bakat dalam menulis dan mampu berbagi ide positif demi kemajuan pendidikan dan pengembangkan kreativitas anak bangsa," tutur Susane.

Sementara itu Maksimus Masan Kian menuturkan, Buku Ujung Pena Guru Kampung berisi tulisan pengalamannya selama sepekan melakukan studi banding di Charis International School akhir Bulan Maret 2018. Dari pengalaman seminggu di Charis itulah, ia membuat tulisan tentang apa saja yang terjadi di sekolah bertaraf internasional ini. Mulai dari siswa datang pagi ke sekolah, kreativitas pembelajaran di kelas, pembelajaran di luar kelas, ide-ide "gila" di Charis seperti tidak menggunakan bel, literasi sekolah, sanitasi sekolah, model pembelajaran yang kreatif, soal leaderahip, managemen, dan lain-lain.

Saya merasa bangga bisa mendapat kesempatan meluncurkan buku di Kota Malang. Tidak pernah saya bayangkan. Ini berkat dukungan dan apresiasi dari banyak pihak terlebih lembaga charis yang dengan tangan terbuka menerima saya. Benar bahwa  profesi kita menjadi mulia karena karya. Tanpa karya kita tidak bisa mendapat ruang seperti ini. Guru di era ini memang dituntut untuk selalu dan senantiasa mengupdate kemampuan dan menambah wawasan dengan berkarya. Dan melalui aktivitas menulis, bisa menjadi jembatan peningkatan profesionalisme guru. Setelah diluncurkan, buku ini akan disosialisasikan dan bisa beredar ditangan bapa ibu guru di Kabupaten Flores Timur atau di luar NTT. Sangat cocok dibaca oleh Kepala Sekolah dalam mengelolah sekolah yang kreatif, inovatif dan menyenangkan. Walau dikampung, menjadi guru kampung, tidak menjadi penghalang untuk berkarya dan mampu menginspirasi bangsa,” jelasnya. (*)

comments

No comments:

Post a Comment