Latest News

Monday, 28 January 2019

Dongkrak Nilai Ujian, Peserta UNBK SMAN 2 Borong Dipondokkan


Manggarai Timur, Cakrawala NTT.com - Demi mendukung peningkatan mutu pendidikan di NTT segala terobosan dan inovasi harus harus dibuat. Semua stakeholder pendidikan harus bersinergi dan berkolaborasi agar apa yang menjadi harapan bersama untuk mencetak generasi cerdas berkarakter dapat terwujud. Salah satunya, terobosan yang dibuat di SMAN 2 Borong adalah dengan  pemondokkan atau mengasramakan peserta didik yang akan mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Kegiatan pemondokkan ini berlangsung selama empat bulan sebelum kegiatan UNBK. Pemondokkan ini sudah berjalan di dua angkatan terakhir. Dari pengalaman selama ada perubahan signifikan nilai ujian yang diperoleh peserta UNBK dari SMAN 2 Borong. Hal ini disampaikan Kepala sekolah SMAN 2 Borong, Dra. Saka Benedikta kepada Cakrawala NTT saat kegiatan simulasi UNBK di sekolah tersebut, Senin (28/1/2019).
Menurut Benedikta, beberapa waktu yang lalu pihaknya bersama para orang tua murid menggelar rapat untuk mendirikan asrama/pondok yang bakal ditempati peserta UNBK. Hal ini dipandang penting dan mendesak karena banyak siswa yang memilki tepat tinggal jauh dari sekolah sehingga tidak memungkinkan untuk selalu hadir saat kegiatan pendampingan sore hari di sekolah. Selain itu,  cuaca yang tidak bersahabat (musim hujan) menjelang UNBK yang selalu menghambat aktivitas belajar siswa di sekolah. Dengan adanya, pemondokkan ini peserta UNBK bisa fokus belajar karena selalu didampingi secara khusus oleh para guru pendamping di asrama dan para guru mata pelajaran.
“Awalnya orang tua murid keberatan jika anak-anaknya diasramakan. Ada banyak alasan yang mereka sampaikan. Tetapi saya bersama para guru dan pengawas dapat meyakinkan sehingga mereka mengijinkan anak-anaknya diasramakan. Anak-anak bisa didampingi secara maksimal khususnya pendampingan khusus setelah KBM di sore hari dan dapat dilanjutkan pada malam hari. Di asrama anak putri didampingi dua orang ibu guru dan anak putra didampingi empat orang bapak guru.  Mereka sangat senang dan belajar dengan tekun dan fokus untuk belajar. Tahun kemarin hasil ujian mereka bagus ketimbang tahun-tahun sebelumnya, sebelum mereka diasramakan,” jelas Benedikta.
Ditanya apa yang menjadi kendala yang dihadapi guru selama ini khususnya di asrama, ia mengeluhkan soal penerangan karena ada kalanya listrik PLN tidak menyala. Selain itu, ketersediaan air bersih untuk anak asrama bisa mandi dan cuci serta keperluan MCK.  Menurutnya, selama ini sekolah hanya bisa menyiapkan air bersih untuk minum. Ia berharap agar pemerintah dan komite dapat mendukung terobosan baik ini dengan menyiapkan fasilitas asrama seperti tempat tidur yang layak, genset untuk penerangan, dan sumur bor untuk mandi.  
Salah satu peserta sumulasi/try-out, Regina Desriani Ne (IPS 1 ) mengaku belum puas saat memperoleh nilai 7 pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Ia ingin terus belajar agar hasil UNBK yang akan terjadi di bulan Maret bagus lagi. Terkait kehidupan di asrama sebulan terakhir ia mengaku sangat bersyukur karena bisa belajar secara maksimal. Bisa belajar bersama, berdiskusi dan bedah soal bersama.
“Saya  dan teman-teman sangat senang. Kami lebih fokus untuk belajar. Kalau di rumah konsentrasi kami kadang terganggu dengan tugas atau pekerjaan rumah. Kadang kalanya, saat sedang belajar orang tua menyuruh untuk bantu kerja yang lain. Di asrama waktu kami sudah diatur mulai dari bangun pagi sampai malam hari. Ada waktunya untuk kami belajar, olahraga, dan kerja bhakti bersama. Makanan di asrama juga enak. Kami senang. Tapi terkadang kami kesulitan mendapat air bersih untuk mandi dan cuci. Kami harus mencari air di luar kompleks sekolah,” tutur Desri.
Perserta UNBK tahun pelajaran 2018/2019 di SMAN2 Borong berjumlah 191 peserta. Adapun perincian jurusan MIA berjumlah 57 orang (25 laki-laki  dan 32 perempuan), jurusan IBB 26 orang (9 laki-laki dan 17 perempuan), dan jurusan IIS  berjumlah 108 peserta (40 laki-laki dan 68 perempuan). Kegiatan UNBK bakal dibantu oleh dua orang proktor dan teknisi. (*)

comments

No comments:

Post a Comment