Latest News

Thursday, 9 August 2018

Launching LAZISMU NTT, 11 Mahasiswa dan 23 Siswa Terima Beasiswa

 
Kota Kupang, CakrawalaNTT.com –  Lembaga Amil, Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi dilaunching pada hari Rabu (08/08/2018) bertempat di Aula Universitas Muhammadiyah Kupang. Pada kegiatan tersebut, Lazismu salurkan beasiswa sebanyak Rp.101.000.000 kepada 23 siswa SD, SMP, SMA, dan 11 mahasiswa di NTT dengan rincian siswa memperoleh Rp. 2 juta sementara mahasiswa memperoleh Rp.5 juta per orang.  

Kegiatan launching  ini juga dibarengi dengan Seminar Gerakan Filantropis yang mengangkat Tema: Sinergisitas Gerakan Filantropis Menuju NTT Berkemajuan

Pada kesempatan yang sama, Ketua Lazismu Pusat menyerahkan zakat sebesar Rp.101 juta untuk 23 siswa dan 11 mahasiswa yang mendapat beasiswa yang dikategorikan kurang mampu namun berprestasi. 

23 siswa  itu berasal dari Kabupaten Lembata, sementara untuk Mahasiswa ada 11 orang, 8 mahasiswa penerima berasal dari Universitas Muhammadiyah Kupang dan 3 mahasiswa lainnya berasal dari Universitas Nusa Nipa (UNIPA) Maumere. Penyerahan  beasiswa secara simbolis diserahkan langsung oleh Ketua LAZISMU Pusat, Dr.Hilman Latief,Ph,D kepada Ketua Lazismu NTT, H.Muhammad, MS didampingi Rektor UMK dan ketua MUI NTT  dan disaksikan langsung para tamu undangan yang hadir. 

Rektor Universitas Muhammadiyah Kupang, Zainur Wula mengucapkan terima kasih kepada ketua Lazismu pusat yang turut hadir pada kegiatan  launching Lazismu  NTT.  Zainur mengatakan bahwa tujuan kehadiran lazismu ini adalah untuk pendidikan ,kesehatan dan sosial.

“Beasiswa itu diberikan kepada siswa yang muslim maupun non-muslim yang kurang mampu tetapi berprestasi,”  ungkap Zainur. 

Zainur menghimbau kepada penerima beasiswa agar dapat memanfaatkan secara maksimal guna meningkatkan prestasi yang ada. Beasiswa tersebut juga merupakan suatu penghargaan kepada para siswa dan mahasiswa yang berprestasi, beasiswa ini akan diberikan setiap tahun. 

Sementara Ketua Lazismu pusat, Dr. Hilman Latief,Ph.D, kepada awak media mengatakan bahwa Lazismu sudah diakui serta mendapat pengesahan dan izin dari Kementerian Agama. Lazismu sudah ada di 21 provinsi yang ada di Indonesia termasuk NTT. 

“Lazismu sendiri memiliki beberapa program di NTT yakni di TTS ada kerja sama dengan TNP2K maka di situ kita ada program untuk  persoalan panel dari keluarga di desa yang belum tersentuh listrik kemudian ada juga untuk membiayai program-program Mahasiswa KKN 3T di kampus-kampus termasuk di Soe (TTS) dan Kab. Manggarai di situ ada program literasi ,entrepreneurship, dan lainnya. Lazismu sebagai Lembaga Amil akan mendorong kegiatan semacam itu di berbagai daerah. Selain itu, di NTT sudah di-launching rumah singgah pasien,” ungkap Latief. 

Lazismu  terus mendorong gebrakkan literasi dan pendidikan yang layak serta pelayanan  kesehatan yang memadai. Sebagai lembaga Amil, Lazismu menyadari bahwa ruang lingkupnya masih terbatas. Lazismu hanya melengkapi apa yang sudah maupun yang belum dilakukan oleh pemerintah. Latief berharap Lazis Muhammadiyah di NTT sudah mempunyai bayangan untuk  berkontribusi dalam meningkatkan pemberdayaan masyarakat dan sosial pendidikan.  (Lenzho)
comments

No comments:

Post a Comment