Latest News

Monday, 8 May 2017

HMJ PPKn Undana Gelar Diskusi Pendidikan


Kota Kupang, Cakrawala NTT - Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan yang jatuh pada tanggal 2 Mei 2017 lalu, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang menggelar diskusi pendidikan yang bertema, “Peran Pendidikan Tinggi dalam Membangun Pendidikan di NTT.” Diskusi ini dilaksanakan di aula BAK lama Undana, Sabtu (6/5/2017).
Kegiatan yang dimoderatori oleh Yustini Erlin Mali, S.Pd yang adalah alumni Undana dan Herman Efriyanto Tanouf mahasiwa Undana tingkat akhir  ini berlangsung selama lima jam. Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Dorkas Y. A. Kalle, S.Pd.,M.Pd, mewakili Ketua Jurusan PPKn, DR. Leonard Lobo, M.Kes.

Dorkas dalam sambutanya berharap agar mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut tidak menganggapnya hanya sekedar sebuah rutinitas. Ia meminta mahasiswa agar terus belajar dan berbenah sehingga bisa menjadi agen perubahan. “Sebagai mahasiwa, kita harus kembali melihat diri kita, memperbaiki diri, dan belajar lagi. Karena membutuhkan proses untuk dapat melakukan suatu perubahan atau menjadi agen perubahan,” tutur Dorkas.
Kegiatan tersebut menghadirkan dua nara sumber, yakni Dr. Dorkas Langgar, M.Pd, dosen jurusan PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Undana dan Umbu Jois imanuel Lata, ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undana.

Lebih lanjut, Dorkas Langgar dalam materinya menekankan agar seorang calon guru dan guru mampu meningkatkat kompetensi dan profesionalitas dalam memasuki dunia kerja. Hal senada diampaikan oleh Umbu. Ia mengharapkan agar mahasiswa harus cerdas dalam menyikapi persoalan-persoalan di kampus maupun di tengah masyarakat. Hal tersebut berkaitan dengan pengabdian kepada masyarakat yang pada dasarnya berhubungan dengan tridharma perguruan tinggi.

Sementara itu, Media Pendidikan Cakrawala NTT (MPC NTT) yang diundang untuk meliput kegiatan tersebut diberi ruang untuk berbicara mengenai peran media dalam membangun pendidikan di NTT.

Ama Melvi yang hadir sebagai perwakilan MPC NTT menyampaikan  bahwa dalam membangun  NTT, pendidikan bukan hanya sekedar berperan, tetapi sudah menjadi dasar dari segala hal. “Berbicara mengenai pembangunan di NTT, pendidikan tidak hanya memainkan peran krusial, tetapi menjadi dasar dari segalanya, termasuk pembangunan. Apa yang mau dibangun kalau tidak bisa apa-apa; hal apa yang akan dilakukan, kalau kita tidak mengerti apa-apa. Itulah sebabnya pemerintah menerapkan wajib belajar 9 tahun,” tuturnya.
Mengenai peran media dalam membangun NTT, khususnya peran MPC NTT, Ama Melvi menjelaskan bahwa MPC NTT adalah media pendidikan pertama dan satu-satunya yang ada di NTT. Media ini bergerak menyiapkan generasi emas melalui literasi. “Selama ini kami berusaha membangun pendidikan di NTT dengan mempersiapkan generasi emas melalui  pelatihan menulis dan kampanye gemar membaca di sekolah-sekolah, termasuk di kampus-kampus yang ada di NTT. Kami juga memberi ruang khusus bagi masyarakat dan mahasiswa untuk menyuarakan kegalauan mereka mengenai pendidikan di NTT. Rubrik Pena Mahasiswa dan Opini adalah rubrik yang dipersiapkan khusus untuk maksud tersebut. Sementara rubrik Dunia Kampus hadir untuk mempublikasikan semua kegaiatan-kegiatan di kampus,” tambahnya.

Ketua HMJ PPKn Undana, Anjulin Y. Kamlasi kepada MPC NTT menjelaskan bahwa diselenggarakannya kegiatan tersebut ialah untuk mengembangkan pemahaman mahasiswa dan menyadarkan mahasiswa agar lebih berperan dalam membangunan NTT. “Diselenggarakannya kegiatan ini bertujuan untuk menyemangati mahasiswa dan memberi pemahaman tentang apa yang wajib dilakukan agar bisa berperan aktif dalam membangun NTT,” tuturnya.

Anjulin juga mengharapkan agar Undana dapat melihat masalah-masalah konkret yang ada dan memberikan solusi-solusi terbaik demi kemajuan masyarakat NTT.

Pada tempat yang sama Antonius Ranja Rua selaku Ketua pelaksana diskusi pendidikan  berharap agar kegiatan tersebut dapat memperat hubungan antara mahasiwa jurusan PPKn dan dapat mempersiapkan mereka menjadi teladan yang baik di tengah masyarakat. Ia juga menambahkan bahwa kegitan tersebut akan diadakan secara berkelanjutan, terutama dalam rangka memperingati hari-hari besar lainnya. “Kedepanya, kita akan terus melakukan kegiatan-kegiatan serupa untuk mempringati hari-hari besar di Indonesia. Dalam waktu dekat kami juga akan melakukan satu kegiatan lagi untuk memperingati hari Pancasila,” katanya.

Kegiatan yang dihadiri oleh lebih dari 200 mahasiwa jurusan PPKn Undana ini berlangsung dengan cukup alot. Mahasiswa jurusan-jurusan lain pun diundang, namun terkendala waktu dan lain hal sehingga mereka tak sempat hadir. (adj)
comments

No comments:

Post a comment