Latest News

Thursday, 25 August 2016

Pelatihan Jurnalistik Tahap II di SMAS Frater Don Bosco

Suasana pelatihan di SMAS Frater Don Bosco Lewoleba - Lembata

Lembata, Cakrawala NTT

Menulis itu mengabadikan ide. Ketika kita menulis, orang membaca tulisan kita, dan menghidupi itu. menulis juga berarti menyuarakan suara-suara tak tidak bersuara. Suara tulisan jauh lebih kencang. Mengapa? Karena ketika anda menulis, tulisan itu dibaca oleh banyak orang. Dan mereka diubah ke arah yang lebih baik.

Demikian diungkapkan Kepala SMAS Frater Don Bosco Lewoleba - Lembata, Fr. Nisensius Mety, S.Pd., CMM., dalam Pelatihan Jurnalistik Tahap ke-2 Media Pendidikan Cakrawala (MPC) NTT bagi 70 siswa sekolah tersebut, Rabu (24/8/2016) bertempat di aula Don Bosco. Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa terutama dalam menanamkan budaya menulis.

“Kegiatan membuat kita untuk segera berpikir dan bertindak, bagaimana membuat pena itu menari-nari di atas kertas. Menulis itu penting, paling tidak untuk mengubah diri sendiri. Majalah sekolah sudah ada. Itu merupakan tanggung jawab anda sebagai peulis-penulis muda. Gunakan kesempatan ini untuk belajar secara baik. Penulis hebat mulai dari hal-hal sederhana,” tegas Fr. Nisensius.

Sementara itu, Kepala UPTD Kecamatan Nubatukan, Mathias Sanga Reko, S.Pd., SD., ketika membuka kegiatan, memberi apreasi kepada pihak sekolah yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Dirinya mengakui potensi menulis ada dalam setiap peserta didik. Tinggal bagaimana mereka diarahkan untuk mengungkapkan potensi itu secara benar.

“Semoga kegiatan ini melahirkan 70 jurnalis muda Lembata. Gunakan setiap media yang ada seperti mading dan majalah sekolah. itu semua menjadi media untuk ekspresikan diri, juga media untuk bekompetisi secara sehat,” tegas Reko.

Pelatihan Jurnalistik tahap ke-2 ini menghadirkan narasumber redaktur MPC NTT, Robert Fahik, M.Si, dan wartawan MPC NTT, Indah Purnama Dewi. Kepada peserta, dua narasumber ini memberikan materi berupa review dasar-dasar jurnalistik serta penulisan kreatif. Peserta juga lebih diarahkan untuk praktek menulis berita dan feature serta resensi buku. Hasil tulisan siswa akan diseleksi untuk diterbitkan pada mading sekolah, majalah sekolah, serta MPC NTT. (Indah Purnama Dewi)
comments

No comments:

Post a Comment