Latest News

Tuesday, 26 July 2016

Cakrawala NTT, Kami Rindu

Agustinus Rikarno bersama para siswa SMA Kristen Payeti saat pelatihan jurnalistik (25/7/2016).

Waingapu, Cakrawala NTT

Media Pendidikan Cakrawala NTT telah memberi aroma ilmiah di lembaga pendidikan NTT. Media ini memberi model dan konsep yang tepat dalam rangka mengakarkan literasi (baca-tulis) di kalangan guru dan siswa-siswi. Untuk kedua kalinya media ini mengunjungi sekolah kami. Terus terang kami rindu. Kami rindu untuk terus didampingi dan kami rindu tulisan para guru dan anak-anak termuat di majalah pendidikan kebanggaan masyarakat NTT ini. Pernyataan ini datang dari kepala sekolah SMA Kristen Payety,  Maria Yuliana Galla, S.Pd saat membuka kegiatan pelatiahan jurnalistik dan karya ilmiah guru tahap II di aula SMA Kristen Payeti (25/7/2016).

Menurut Yuliana, kegiatan pelatihan penulisan karya ilmiah bagi guru dan jurnalistik bagi siswa-siswi sangat penting karena bersentuhan langsung dengan kebutuhan guru dan siswa. ”Atas nama dewan guru dan komite sekolah, saya mengucapkan selamat datang kepada tim Cakrawala NTT. Dalam rangka membumikan budaya literasi di sekolah ini, kami menyambut baik dan mendukung penuh bagi kelangsungan dan keberlanjutan kegiatan ini. Saya berharap, para siswa dan guru dapat mengunakan kesempatan ini sebaik mungkin. Memang saya sedikit kecewa karena dari berbagai edisi yang diterbitkan, belum ada karya anak-anak dari sekolah ini. Saya sangat yakin, ini  bukan kesalahan media tetapi kekurangan anak-anak kami. Saya berharap, akan banyak karya yang muncul setelah pelatihan tahap II ini”, tanda Maria Yuliana.

Sementara itu, Nimrot Ndjunkambani selaku koordinator divisi formasi Media Pendididkan Cakrawala NTT wilayah Sumba Timur menjelaskan keseluruhan proses kegiatan pelatihan karya ilmiah dan jurnalistik di wilayah Sumba Timur. Menurutnya, kegiatan ini didukung penuh oleh pemerintah khususnya dari dinas P dan K Provinsi dan dinas PPO Kabupaten Sumba Timur. “Dalam proses pelatihan tahap II, banyak sekolah di Sumba Timur yang berniat untuk bergabung. Kami akan memulai kegiatan pelatihan ini dari sekolah-sekolah dalam kota untuk selanjutnya menyebar ke sekeolah lain di luar kota seperti sekolah-sekolah di wilayah timur dari Kabupaten Sumba Timur. Tim yang datang kali ini adalah pak Gusty Rikarno selaku pemimpin umum dan pak Robert Fahik selaku editor dan kepala divisi jurnal. Kita berharap makin banyak guru yang naik pangkat dan siswa/i semakin terampil dalam hal menulis”, ujar Nimrot.

Kegiatan pelatihan karya ilmiah dan jurnaliatik di SMA Kristen Payety, berlangsung penuh semangat dan antusias baik dari siswa-siswi maupun para guru. Sebagaimana yang tertera dalam MoU antara Media Pendidikan Cakrawala NTT dan SMA Kristen Payety berlangsung selama dua hari. Untuk pelatihan menulis tahap II ini berlangsung dari tanggal 25-26 Juli 2016. 

Suasana pelatihan jurnalistik di SMA Kristen Payeti (25/7/2016).

Tim Formator Cakrawala NTT bersama para siswa SMA Kristen Payeti saat pelatihan jurnalistik (25/7/2016).

comments

No comments:

Post a comment