Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

UNWIRA KUPANG

SMKS Muktyaca Ende Gelar Workshop Literasi Berbasis Pengalaman Pembelajaran

Para guru sedang menulis dalam workshop literasi berbasis pengalaman pembelajaran.


Ende, CAKRAWALANTT.COM - Dalam mengakarkan budaya literasi sekaligus menguatkan kompetensi guru, SMKS Muktyaca Ende menyelenggarakan workshop literasi berbasis pengalaman pembelajaran selama dua hari, yakni Jumat-Sabtu (23-24/10/2026). Kegiatan yang diikuti oleh para guru ini berlangsung di aula sekolah setempat. Menurut Kepala SMKS Muktyaca Ende, Suster Maria Yasinta Lodam Parera, S.Pd. atau akrab disapa Suster Chrisanta, CIJ., penyelenggaraan workshop tersebut didasari oleh hasil evaluasi internal sekolah.

 

“Evaluasi, khususnya data rapor pendidikan, tersebut menunjukkan bahwa aspek literasi dan numerasi masih membutuhkan intervensi mendalam dan berkelanjutan. Maka dari itu, bagi kami, sangat penting dilakukan penguatan kompetensi guru dan kecakapan murid di bidang literasi dan numerasi” jelas Suster Chrisanta.

 

Ia menegaskan, guru sebagai pendidik berperan sental sebagai agen perubahan dalam ekosistem belajar. Setiap guru, ungkap Suster Chrisanta, perlu dibekali kemampuan berpikir kritis dan kreatif agar kelak mampu menularkan serta menumbuhkan pola pikir serupa kepada murid dalam proses pembelajaran. Salah satu upaya yang dilakukan, sambungnya, adalah dengan mengadakan workshop literasi hasil kolaborasi bersama Yayasan Rumah Literasi Cakrawala NTT selaku mitra pembangunan pendidikan.



Pada kesempatan tersebut, narasumber dari Yayasan Rumah Literasi Cakrawala NTT, Gusty Rikarno, S.Fil., M.I.Kom., memaparkan esensi literasi dalam dunia pendidikan modern. Menurutnya, literasi tidak boleh dipahami secara sempit hanya sebatas membaca teks formal. Lebih dari itu, jelasnya, literasi merupakan jembatan yang menghubungkan teks dan konteks, narasi dan aksi, serta teori dan praktik.

 

“Kita harus tiba pada tahap membaca pemahaman. Dengan begitu, kita bisa memaknai literasi secara lebih luas,” ujar Gusty yang merupakan Direktur Yayasan Rumah Literasi Cakrawala NTT.

 

Gusty mengungkapkan, workshop literasi yang digagas oleh Yayasan Rumah Literasi Cakrawala NTT selalu berfokus pada penguatan aspek membaca pemahaman dan logika berpikir. Melalui pelatihan ini, para guru diajak untuk membedah dan memahami struktur berpikir dalam sebuah karya tulis. Kemampuan analisis dan berpikir kritis akan membuat teori dari teks pembelajaran dapat diwujudkan dalam karya nyata.



Kegiatan workshop ini berorientasi langsung pada hasil karya nyata (produk). Sesuai hasil asesmen yang dilakukan terhadap para guru, terungkap bahwa mayoritas guru memiliki minat yang tinggi dalam penulisan autobiografi, esai ilmiah, dan opini. Potensi dan minat ini akan digali dan dieksplorasi secara sistematis selama pelatihan. Langkah strategis ini diharapkan mampu menjadi fondasi yang kuat dalam membangun ekosistem sekolah yang literat, adaptif, dan resposif terhadap tantangan dan transformasi dalam dunia pendidikan. (MDj/red)


Post a Comment

0 Comments