![]() |
| Suasana workshop literasi di SMA Negeri 1 Boleng. |
Manggarai Barat, CAKRAWALANTT.COM - Di tengah tantangan dunia pendidikan yang kian
beragam, Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Boleng, Kabupaten Manggarai
Barat, terus melakukan terobosan dalam menguatkan budaya literasi di kalangan
guru dan murid. Sebagai kecakapan abad 21, literasi kini menjadi salah satu
penentu kualitas pendidikan. Hal ini mendorong SMA Negeri 1 Boleng menyusun
program inovatif dan membangun kolaborasi guna mengakarkan budaya literasi.
Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan
Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, S.Sos., M.M., mengapresiasi langkah dan terobosan
inovatif yang diemban oleh SMA Negeri 1 Boleng tersebut. Menurutnya, upaya
mengakarkan budaya literasi merupakan salah satu solusi untuk menghadapi
tantangan kualitas pendidikan saat ini.
“Upaya baik ini perlu diapresiasi. Komitmen dan
konsistensi yang ditunjukkan oleh SMA Negeri 1 Boleng ini memang perlu
diapresiasi,” ungkap Ambrosius melalui sambungan daring di sela-sela kegiatan
workshop literasi yang diselenggarakan oleh SMA Negeri 1 Boleng dan Yayasan
Rumah Literasi Cakrawala NTT, Senin (19/10/2026).
Dalam pandangannya, kegiatan inovatif yang digagas
oleh pihak sekolah bukan sekadar agenda seremoni tahunan, melainkan kebutuhan
mendesak yang harus dijadikan program berkelanjutan. Ia juga menekankan
pentingnya respon cepat dan terukur terhadap capaian kognitif murid yang masih
menjadi tantangan besar. Menurutnya, indikator capaian tingkat kemampuan asesmen
harus dijawab dengan gerakan literasi yang masif, sistematis, dan berdampak. Di
sini, menurut Ambrosius, peran guru menjadi sangat strategis sebagai teladan
utama dalam membangun ekosistem pembelajaran yang literat.
“Para guru harus mampu menjadi role model bagi murid dalam menghidupkan budaya literasi di
sekolah. Saat ini, menulis tidak lagi sekadar sebuah keterampilan akademis,
melainkan sudah menjadi sebuah keharusan,” tegas Ambrosius.
Ambrosius juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan
Rumah Literasi Cakrawala NTT sebagai salah satu mitra pembangunan pendidikan
yang sudah ikut berkontribusi bagi penguatan literasi di lingkungan pendidikan,
termasuk di SMA Negeri 1 Boleng.
“Terima kasih kepada Yayasan Rumah Literasi Cakrawala
NTT selaku mitra pembangunan pendidikan,” ungkapnya.
Ambrosius berharap agar pendekatan kolaboratif antara
satuan pendidikan dan mitra pembangunan pendidikan tersebut dapat menjadi model
percontohan bagi sekolah-sekolah lain di NTT. Melalui sinergi yang kokoh,
budaya literasi tidak lagi dipahami secara kaku sebatas ruang baca, melainkan
ditransformasikan menjadi wadah penumpahan gagasan, pembentukan karakter, dan
peningkatan mutu daya pikir generasi NTT. (MDj/red)






0 Comments