Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

UNWIRA KUPANG

Kadis Pendidikan NTT Apresiasi Terobosan Literasi SMA Negeri 1 Boleng, Tekankan Literasi sebagai sebuah Keharusan

Suasana workshop literasi di SMA Negeri 1 Boleng.


Manggarai Barat, CAKRAWALANTT.COM - Di tengah tantangan dunia pendidikan yang kian beragam, Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, terus melakukan terobosan dalam menguatkan budaya literasi di kalangan guru dan murid. Sebagai kecakapan abad 21, literasi kini menjadi salah satu penentu kualitas pendidikan. Hal ini mendorong SMA Negeri 1 Boleng menyusun program inovatif dan membangun kolaborasi guna mengakarkan budaya literasi.

 

Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, S.Sos., M.M., mengapresiasi langkah dan terobosan inovatif yang diemban oleh SMA Negeri 1 Boleng tersebut. Menurutnya, upaya mengakarkan budaya literasi merupakan salah satu solusi untuk menghadapi tantangan kualitas pendidikan saat ini.

 

“Upaya baik ini perlu diapresiasi. Komitmen dan konsistensi yang ditunjukkan oleh SMA Negeri 1 Boleng ini memang perlu diapresiasi,” ungkap Ambrosius melalui sambungan daring di sela-sela kegiatan workshop literasi yang diselenggarakan oleh SMA Negeri 1 Boleng dan Yayasan Rumah Literasi Cakrawala NTT, Senin (19/10/2026).



Dalam pandangannya, kegiatan inovatif yang digagas oleh pihak sekolah bukan sekadar agenda seremoni tahunan, melainkan kebutuhan mendesak yang harus dijadikan program berkelanjutan. Ia juga menekankan pentingnya respon cepat dan terukur terhadap capaian kognitif murid yang masih menjadi tantangan besar. Menurutnya, indikator capaian tingkat kemampuan asesmen harus dijawab dengan gerakan literasi yang masif, sistematis, dan berdampak. Di sini, menurut Ambrosius, peran guru menjadi sangat strategis sebagai teladan utama dalam membangun ekosistem pembelajaran yang literat.

 

“Para guru harus mampu menjadi role model bagi murid dalam menghidupkan budaya literasi di sekolah. Saat ini, menulis tidak lagi sekadar sebuah keterampilan akademis, melainkan sudah menjadi sebuah keharusan,” tegas Ambrosius.

 

Ambrosius juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Rumah Literasi Cakrawala NTT sebagai salah satu mitra pembangunan pendidikan yang sudah ikut berkontribusi bagi penguatan literasi di lingkungan pendidikan, termasuk di SMA Negeri 1 Boleng.

 

“Terima kasih kepada Yayasan Rumah Literasi Cakrawala NTT selaku mitra pembangunan pendidikan,” ungkapnya.



Ambrosius berharap agar pendekatan kolaboratif antara satuan pendidikan dan mitra pembangunan pendidikan tersebut dapat menjadi model percontohan bagi sekolah-sekolah lain di NTT. Melalui sinergi yang kokoh, budaya literasi tidak lagi dipahami secara kaku sebatas ruang baca, melainkan ditransformasikan menjadi wadah penumpahan gagasan, pembentukan karakter, dan peningkatan mutu daya pikir generasi NTT. (MDj/red)


Post a Comment

0 Comments