![]() |
| Dokumentasi kegiatan. |
Manggarai Barat, CAKRAWALANTT.COM - Dalam mengakarkan budaya literasi di lingkungan
pendidikan, Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Boleng, Kabupaten Manggarai
Barat, menggelar workshop literasi (menulis) berbasis asesmen minat dan bakat
selama tiga hari, yakni Senin-Rabu (19-21/10/2026). Kegiatan yang didukung oleh
Yayasan Rumah Literasi Cakrawala NTT ini diikuti oleh para guru dan perwakilan
murid.
Pada kesempatan tersebut, Kepala SMA Negeri 1 Boleng,
Yanto Bijaksana, menjelaskan bahwa workshop literasi merupakan bagian dari
program sekolah dalam meningkatkan kecakapan guru dan murid di bidang menulis.
Selama ini, ungkapnya, para guru dan murid mengalami kesulitan ketika hendak
menyusun dan menghasilkan karya tulis.
“Kadang, para guru dan murid merasa kesulitan karena
bingung memulainya dari mana,” tukas Yanto.
Ia mengapresiasi metode penguatan literasi menulis
yang digunakan oleh Yayasan Rumah Literasi Cakrawala NTT, yakni berbasis
asesmen minat dan bakat. Hasil asesmen ini, sambungnya, digunakan sebagai
pijakan dalam menulis. Dengan begitu, lanjut Yanto, para guru dan murid bisa
belajar dan mendalami aktivitas menulis sebagai sesuatu yang menyenangkan.
Lebih lanjut, terang Yanto, penguatan literasi tersebut
akan bermuara pada produk karya tulis yang dihasilkan oleh para guru dan murid.
Produk ini, menurutnya, merupakan bentuk implementasi sekolah terhadap program
“Genta Belis (Gerakan NTT Membaca dan
NTT Menulis” serta program “OSOP (One
School, One Product)”.
“Muara akhir dari workshop ini adalah penerbitan buku
karya guru dan murid serta mengakarnya budaya literasi di lingkungan sekolah,”
ujar Yanto.
Sementara itu, Direktur Yayasan Rumah Literasi
Cakrawala NTT, Gusty Rikarno, S.Fil., M.I.Kom., mengapresiasi langkah inovatif
yang dibuat oleh SMA Negeri 1 Boleng melalui workshop literasi tersebut.
Sebagai salah satu mitra pembangunan pendidikan, Yayasan Rumah Literasi
Cakrawala NTT selalu sedia membantu dan mendukung setiap upaya penguatan
literasi, termasuk di SMA Negeri 1 Boleng.
“Kami memberikan apresiasi atas niat dan upaya baik
yang dilakukan oleh SMA Negeri 1 Boleng. Sebab, literasi merupakan salah satu
kecakapan yang perlu dikuasai dan dimiliki di era ini, terutama dalam memajukan
dunia pendidikan,” pungkas Gusty.
Pantauan media, dalam workshop literasi tersebut, para
guru dan perwakilan murid dibagi ke dalam dua kelas. Setiap kelas akan
didampingi oleh narasumber sesuai dengan hasil asesmen. Untuk diketahui, sesuai
hasil asesmen, para guru akan menulis catatan perjalanan hidup (autobiografi),
sedangkan para murid akan menulis biografi tentang orang tua. (MDj/red)






0 Comments