![]() |
| Suasana pembukaan kegiatan. |
Manggarai Barat, CAKRAWALANTT.COM - Terobosan Sekolah Menengah Kejuruan Swasta (SMKS) Stella
Maris Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, dalam menggelar workshop literasi
berbasis asesmen minat dan bakat bersama Yayasan Rumah Literasi Cakrawala NTT
memperoleh apresiasi luas. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, yakni
Kamis-Sabtu (15-17/10/2026), ini dinilai tidak hanya menumbuhkan tradisi
akademik (literasi) di sekolah, tetapi juga menjadi bukti nyata keberhasilan
program One School, One Product (OSOP) yang diusung oleh
Pemerintah Provinsi NTT.
Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT,
Ambrosius Kodo, S.Sos., M.M., menyampaikan apresiasi sekaligus motivasi bagi
para guru dan murid yang terlibat dalam workshop literasi tersebut. Dalam arahannya,
ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTT terus mendorong seluruh satuan
pendidikan di NTT melahirkan minimal satu produk unggulan yang memiliki nilai
tambah. Ambrosius juga meluruskan persepsi masyarakat yang kerap membatasi
konsep OSOP sekadar pada hasil kerajinan fisik atau karya tangan.
“Pemerintah mendorong agar setiap sekolah memiliki
produk yang memiliki nilai jual. Salah satu produk dari program OSOP dapat
berupa karya literasi guru dan murid dalam bentuk buku,” tegasnya melalui
sambungan daring.
![]() |
| Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT melalui sambungan daring. |
Ambrosius berharap agar langkah inspiratif SMKS Stella
Maris Labuan Bajo dapat dijadikan model bagi sekolah-sekolah lain di NTT secara
berkelanjutan. Di tengah tantangan hasil rapor pendidikan dan tes kemampuan
akademik (TKA) yang masih rendah, menurut Ambrosius, budaya menulis bisa dipandang
sebagai jalan strategis untuk melatih daya kritis dan cara berpikir yang
terstruktur, serta meningkatkan kemampuan analisis warga sekolah.
“Menulis itu sebenarnya adalah jalan strategis untuk
meningkatkan mutu pendidikan bila dilihat secara lebih luas dan mendalam.
Aktivitas menulis di era modern atau digital ini juga bisa membangun citra
positif (branding) lembaga maupun
individu,” ungkap Ambrosius.
Pada kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas (Plt)
Kepala SMKS Stella Maris Labuan Bajo, Vinsensius Patno, S.Ag., menjelaskan
bahwa workshop literasi berbasis asesmen minat dan bakat tersebut dirancang
sebagai pilar utama SMKS Stella Maris Labuan Bajo dalam membangun model gerakan
literasi sekolah di Kabupaten Manggarai Barat. Apalagi, momentum ini terasa
kian istimewa menjelang usia perak sekolah.
“Selama seperempat abad ini, SMKS Stella Maris Labuan
Bajo telah membagikan jejak perjalanannya kepada publik melalui karya literasi.
Kami sudah bergerak dan bekerja dalam diam. Kini, saatnya kami bercerita dalam
satu bentuk, yakni menulis,” tambahnya.
Vinsensius menjelaskan, workshop tersebut menjadi
wadah refleksi mendalam bagi guru atas dinamika mengajar sekaligus kesempatan
untuk merangkum kisah inspiratif dalam bentuk karya tulis. Sedangkan, bagi
murid, workshop ini menjadi sarana mengasah daya imajinasi dan menuangkan
gagasan kreatif dalam beragam karya.
Untuk diketahui, workshop literasi bersama Yayasan
Rumah Literasi Cakrawala NTT tersebut berfokus pada penguatan literasi berbasis
karya (output) dan berkelanjutan (outcome). Selama tiga hari, para guru
dan murid dibimbing secaara sistematis oleh para fasilitator profesional, mulai
dari tahap asesmen dan pemetaan potensi, penggalian ide, penyusunan narasi, drafting, hingga proses penyuntingan (editting). Melalui pendekatan praktik
langsung (learning by doing), karya
yang dihasilkan dalam workshop ini akan dipublikasikan dalam bentuk buku
antologi. (MDj/red)






0 Comments