Ende, CAKRAWALANTT.COM - Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan
Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, S.Sos., M.M., memberikan apresiasi atas terobosan
SMKS Muktyaca Ende dalam meningkatkan kecakapan literasi melalui penguatan
kompetensi guru. Menurutnya, guru harus menjadi contoh nyata (teladan)
penguatan literasi bagi para murid. Hal ini disampaikannya dalam workshop
literasi berbasis pengalaman pembelajaran yang diselenggarakan oleh SMKS
Muktyaca Ende yang berlangsung pada Jumat hingga Sabtu (23-24/10/2026).
“Guru itu adalah sosok yang senantiasa digugu dan
ditiru. Contoh nyata yang ditunjukkan oleh guru, seperti kebiasaan membaca dan
keterampilan menulis, bisa berpengaruh terhadap perkembangan minat dan potensi
murid, khususnya berpikir kritis, kreatif, dan inovatif,” tegas Ambrosius
melalui sambungan daring.
Dalam pesannya, Ambrosius menekankan kepada seluruh
guru dan murid, khususnya jenjang SMA/sederajat, agar terus mengembangkan
potensi diri secara maksimal. Ia mengingatkan syarat utama untuk mencapai
potensi tertinggi adalah dengan menguasai fondasi paling dasar dalam
pendidikan, yakni literasi dasar. Menurutnya, ketimpangan atau rendahnya
penguasaan literasi dasar akan membawa dampak domino terhadap kecakapan
literasi yang dibutuhkan era saat ini.
Lebih lanjut, Ambrosius menilai terobosan kreatif yang
dilakukan oleh SMKS Muktyaca Ende dengan menggelar workshop literasi berbasis
pengalaman pembelajaran sangat tepat sasaran. Langkah yang didukung oleh
Yayasan Rumah Literasi Cakrawala NTT selaku mitra pembangunan pendidikan ini,
menurut Ambrosius, dapat mendukung upaya sekolah dalam membenahi kualitas
sumber daya manusia dari lingkungan pendidikan.
“Terobosan ini tidak boleh hanya menjadi agenda rutin
yang sebatas seremonial semata. Tetapi, harus berdampak dan berkelanjutan demi
menumbuhkan iklim literasi. Di sini, guru harus menjadi garda terdepan budaya
literasi,” tegasnya.
Ambrosius menambahkan, keberhasilan gerakan literasi
sekolah harus dapat diukur dan terlihat secara nyata dalam ekosistem harian
sekolah, seperti aktifnya kembali majalah dinding, penerbitan majalah sekolah,
serta hadirnya buku-buku karya guru dan murid. Kemudian, dampak lain yang harus
terasa adalah peningkatan hasil tes kemampuan akademik dan perbaikan nilai
rapor pendidikan sekolah.
Menanggapi arahan dan pesan tersebut, Kepala SMKS Muktyaca
Ende, Suster Maria Yasinta Lodam Parera, S.Pd. atau yang akrab disapa Suster
Chrisanta, CIJ., kembali menegaskan komitmen sekolah untuk mengakarkan budaya
literasi. Melalui kolaborasi bersama Yayasan Rumah Literasi Cakrawala NTT,
sambungnya, pihak sekolah akan terus mendorong transformasi di kalangan guru
dan murid guna meningkatkan kualitas pendidikan.
“Kita akan terus bergerak dan berkomitmen untuk
menghidupkan ekosistem literasi di sekolah. Kami siap mendorong lahirnya
berbagai inovasi dan kreativitas seluruh warga sekolah,” pungkasnya. (MDj/red)






0 Comments