Bogor, CAKRAWALANTT.COM - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
(Kemendikdasmen) terus mendorong penguatan pendidikan karakter melalui
pengalaman belajar yang membangun kemandirian, kedisiplinan, kepedulian, dan
kemampuan bekerja sama. Upaya tersebut diwujudkan melalui Perkemahan Anak
Indonesia Hebat Tahun 2026 yang mengusung tema “Tunas Aman, Sekolah Nyaman”.
Kegiatan ini diikuti oleh 407 murid jenjang SMP dari
berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari di
Camp Hulu Cai, Bogor, Jawa Barat, tersebut dibuka langsung oleh Menteri
Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, bersama Ketua
Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Budi Waseso, pada Senin (31/8/2026).
“Kegiatan ini adalah bagian dari penguatan pendidikan
karakter yang kita selenggarakan dengan pendekatan yang humanis, inklusif,
partisipatif dan penguatan hidden curriculum. Pramuka menjadi salah
satu sarana untuk kita memperkuat pendidikan karakter dengan jiwa dan
patriotisme kepanduan. Kepramukaan juga bagian dari upaya kami menumbuhkan rasa
cinta tanah air, bersahaja, kebersamaan sesuai dengan tema perkemahan ini kita
ingin agar 'Tunas Aman Sekolah Nyaman',” ungkap Mendikdasmen.
Ia menegaskan bahwa Pramuka tidak semata-mata diposisikan sebagai kegiatan ekstrakurikuler, tetapi menjadi sarana pembentukan karakter melalui pengalaman yang dijalani murid. Semangat Pramuka dan nilai-nilai Dasa Darma diharapkan mendorong murid membangun hubungan yang baik dengan sesama, bertanggung jawab terhadap bangsa dan negara, serta tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, mandiri, dan berkepribadian utama.
Mendikdasmen berharap Perkemahan Anak Indonesia Hebat dapat menumbuhkan optimisme murid sebagai generasi penerus bangsa. Menurutnya, filosofi tunas sebagai simbol harapan, optimisme, dan regenerasi menjadi semangat bagi murid untuk tumbuh menjadi anak-anak Indonesia yang hebat, mandiri, disiplin, serta mampu membangun persahabatan dan bekerja sama.
“Melalui perkemahan ini kami ingin kalian semua
menjadi tunas-tunas Indonesia menjadi anak-anak Indonesia yang hebat. Ikutilah
semua kegiatan dengan sebaik-baiknya, jalin persahabatan, jalin kebersamaan,
disiplin, dan tentu saja ciri Pramuka adalah saling bekerja sama, bahu-membahu
dalam kita melaksanakan semua tugas yang diberikan kepada kita,” ungkapnya.
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini,
Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto,
mengatakan Perkemahan Anak Indonesia Hebat dirancang untuk mengimplementasikan
program-program prioritas kementerian yang berkaitan dengan anak.
“Maksud dan tujuan Perkemahan Anak Indonesia Hebat
adalah menumbuhkan generasi muda yang berkarakter kuat, adaptif, kolaboratif,
mandiri, tangguh, dan memiliki jiwa kepemimpinan yang luar biasa,” ungkap
Gogot.
Berbagai kegiatan disiapkan untuk memberikan pengalaman belajar yang edukatif, rekreatif, sekaligus kompetitif. Peserta mengikuti Ruang Perjumpaan, gelar wicara, kegiatan kepemimpinan, Giat Rotasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, api unggun, seni budaya, kuis, serta Pasar Gagasan berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, dan Math).
Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Budi Waseso, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Perkemahan Anak Indonesia Hebat sebagai bagian dari kolaborasi dalam penguatan pendidikan karakter generasi muda.
“Pada tahun ini, Perkemahan Anak Indonesia Hebat telah
memberikan perhatian yang semakin kuat pada budaya sekolah aman dan nyaman.
Kwartir Nasional menyambut baik penguatan ini karena semangat membangun
lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, saling menghormati, dan saling menjaga
sesungguhnya telah sejak lama ditanamkan dalam pendidikan gerakan Pramuka
melalui Trisatya dan Dasadarma,” jelas Budi.
Direktur
Sekolah Menengah Pertama, Mulyani Mega Hapsari, menjelaskan bahwa peserta
mendapatkan pengalaman melalui berbagai aktivitas.
“Untuk
materinya sudah kita rancang, ada materi-materi yang di mana pertama mereka
harus bekerja sama untuk bagaimana mendirikan tenda, terus nanti ada juga
'belanja ide', ada materi terkait dengan STEAM, ada materi terkait dengan
sosialisasi dengan lingkungan sekitar dan seterusnya. Mudah-mudahan setelah
dari kegiatan ini tidak berhenti di kegiatan ini saja tetapi juga bisa
meneruskannya dan mengimplementasikannya di kehidupan sehari-hari,” jelas Mega.
(Kemendikdasmen)



.png)

.png)


0 Comments