![]() |
| Pose bersama usia kegiatan edukasi pencegahan stunting di Balai Desa Netpala. |
TTS, CAKRAWALANTT.COM - Kelompok mahasiswa yang tergabung program kuliah kerja
nyata tematik (KKNT) GENTASKIN memberikan edukasi pencegahan stunting bagi ibu hamil dan ibu yang
memiliki balita di Balai Desa Netpala, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor
Tengah Selatan (TTS), Selasa (14/7/2026). Kegiatan yang berlangsung pada pukul
10.00-12.00 Wita ini diikuti oleh 36 peserta yang terdiri atas empat ibu hamil
dan 32 ibu yang memiliki balita.
Pada kegiatan tersebut, para mahasiswa membagikan leaflet edukasi sebagai bahan bacaan
yang dapat digunakan masyarakat sebagai panduan dalam menerapkan pola hidup
sehat dan pencegahan stunting di
lingkungan keluarga. Selama kegiatan berlangsung, para peserta memperoleh
materi terkait pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan, pemantauan
tumbuh kembang anak, pemberian imunisasi, serta langkah-langkah pencegahan stunting sejak usia kandungan.
Kegiatan tersebut berlangsung tertib dan mendapat
antusiasme yang tinggi dari semua peserta. Bidan Puskesmas Kapan, Imelda Lay,
mengapresiasi kegiatan edukasi yang dilaksanakan oleh kelompok mahasiswa KKNT GENTASKIN.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami karena
melalui posyandu, kami dapat mengetahui apakah seorang anak mengalami stunting atau tidak, memantau
peningkatkan berat badan, serta memastikan anak usia 0 sampai 9 bulan
memperoleh imunisasi sesuai jadwal,” ungkap Imelda.
Melalui kegiatan tersebut, para mahasiswa berharap,
pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan stunting
semakin meningkat sehingga orang tua bisa menerapkan pola pengasuhan dan
pemenuhan gizi yang lebih baik. Edukasi tersebut menjadi salah satu bentuk
kolaborasi antara perguruan tinggi, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan
masyarakat dalam mendukung terwujudnya generasi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang
sehat, berkualitas, dan bebas stunting.
Untuk diketahui, program GENTASKIN merupakan inisiatif
dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XV yang melibatkan 41
perguruan tinggi yang terdiri atas 37 perguruan tinggi dari NTT dan empat
perguruan tinggi dari luar NTT. Para mahasiswa ditempatkan di seratus desa yang
tersebar pada tiga belas kabupaten di NTT guna mendukung percepatan penurunan
angka stunting dan pengentasan kemiskinan
ekstrem.
Sementara itu, program KKNT GENTASKIN di Desa Netpala
diikuti oleh beberapa mahasiswa dengan beragam latar belakang disiplin ilmu,
seperti keperawatan, farmasi, kesehatan masyarakat, kimia, administrasi publik,
pendidikan guru sekolah dasar (PGSD), teknik informatika, arsitektur, hukum,
dan peternakan. Kolaborasi lintas bidang ini berlangsung sejak 9 Juli hingga 31
Agustus 2026.
Para mahasiswa tersebut berasal dari Universitas
Katolik Widya Mandira, Universitas Nusa Cendana, Universitas Citra Bangsa,
Stikom Uyelindo, Universitas Aryasatya Deo Muri, Universitas Kristen Artha
Wacana, Stikes Maranatha, dan Institut Pendidikan Soe. Para mahasiswa ini
didampingi oleh Maria I. Leo dari Institut Pendidikan Soe selaku dosen
pendamping lapangan. (Seran
Sebho/MDj/red)






0 Comments