Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

UNWIRA KUPANG

Unwira Kupang Dorong Penguatan Literasi di Desa Nekmese, Wujudkan Kampus Berdampak dengan Kerja Kolaborasi

Tim Unwira Kupang berpose bersama para guru, Pemerintah Desa Nekmese, dan Tim Yayasan Rumah Literasi Cakrawala NTT.

 

Kupang, CAKRAWALANTT.COM - Dalam mendukung penguatan literasi di tengah masyarakat, Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Nekmese, Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang. Kegiatan ini diawali dengan sosialisasi dan pengambilan data yang melibatkan guru dari beberapa sekolah sekitar Desa Nekmese, Jumat (29/5/2026).

 

Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unwira Kupang, Beatrix Yunarti Manehat, mengapresiasi keterlibatan masyarakat dan mitra pembangunan pendidikan dalam kegiatan pengabdian bersama Unwira. Kegiatan ini, jelasnya, merupakan bagian dari program desa binaan yang dijalankan oleh Unwira Kupang sekaligus mendukung terwujudnya kampus yang berdampak.

 

“Terima kasih untuk partisipasinya dalam program ini. Semoga program ini bisa memberikan dampak yang nyata bagi perkembangan literasi anak-anak di Desa Nekmese,” tukas Beatrix ketika memberikan sambutan awal.

 

Sementara itu, Yohanes K. Ethelbert selaku penanggung jawab program menerangkan, kegiatan penguatan literasi akan berlangsung pada 10 Juli hingga 10 Agustus 2026 bersama para mahasiswa. Upaya penguatan yang dilakukan, sambungnya, dilakukan sesuai dengan hasil asesmen terhadap kemampuan atau kondisi literasi terkini siswa.

 

“Luaran yang akan dihasilkan dari program tersebut adalah penerbitan buku karya anak-anak. Namun, yang terpenting adalah literasi anak-anak di Desa Nekmese ini bisa meningkat, khususnya kemampuan membaca dan menulis,” tegas Ethelbert.



Literasi Berbasis Data dan Karya

 

Upaya penguatan literasi tersebut juga melibatkan Yayasan Rumah Literasi Cakrawala NTT sebagai mitra pembangunan pendidikan. Gusty Rikarno selaku direktur mengatakan bahwa intervensi yang diberikan kepada anak-anak akan disesuaikan dengan data hasil asesmen. Sesuai dengan hasil asesmen, anak-anak akan dibagi ke dalam beberapa kelompok, seperti mengenal huruf, membaca suku kata, membaca kata, membaca lancar, serta membaca pemahaman.

 

“Hasil asesmen akan menentukan di kelompok mana anak bersangkutan didampingi. Hal ini sangat penting agar intervensi yang diberikan bisa tepat sasaran. Selain itu, kita juga akan membiasakan budaya literasi berbasis karya,” sambung Gusty.

 

Sosialisasi dan pengarahan pengambilan data ini memperoleh dukungan dari para guru dan kepala sekolah yang hadir. Bagi mereka, kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh Unwira Kupang tersebut memiliki manfaat yang berkelanjutan, terutama dalam meningkatkan kecakapan literasi di kalangan siswa.



Menuju Desa Nekmese yang Lebih Maju

 

Di sisi senada, Kepala Desa Nekmese, Krisna Jems Baok, menyampaikan terima kasih kepada Unwira Kupang yang sudah memilih Desa Nekmese sebagai lokus pengabdian. Pemerintah Desa Nekmese, ujar Krisna, sangat mendukung setiap terobosan dan upaya positif yang bisa berkontribusi bagi kemajuan masyarakat.

 

“Kami mengucapkan terima kasih dan selalu siap mendukung,” ujar Krisna.

 

Menurut Krisna, pembangunan desa harus dibarengi dengan pembangunan sumber daya manusia. Salah satunya melalui penguatan literasi membaca dan menulis di kalangan anak-anak. Untuk itu, ia berharap agar pengambilan data melalui asesmen di setiap satuan pendidikan bisa menjadi pijakan dalam melakukan intervensi.

 

“Semoga program kolaborasi ini bisa berjalan lancar sehingga berdampak bagi perkembangan literasi anak-anak di Desa Nekmese,” harap Krisna. (MDj/red)


Post a Comment

0 Comments