![]() |
| Suasana kegiatan workshop literasi di SMA Negeri 1 Lobalain. |
Rote Ndao, CAKRAWALANTT.COM - Dalam mendukung Program Genta Belis (Gerakan NTT Membaca - NTT Menulis), Sekolah Menengah
Atas (SMA) Negeri 1 Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, menggelar kegiatan workshop
literasi bagi guru dan siswa. Kegiatan yang didukung oleh Yayasan Rumah
Literasi Cakrawala NTT ini berlangsung selama tiga hari, yakni Kamis-Sabtu
(21-23/5/2026). Adapun kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Kepala SMA
Negeri 1 Lobalain, Alberd Wilson Dano, Kamis (21/5/2026).
Alberd mengatakan, literasi merupakan fondasi pendidikan
sekaligus menjadi investasi bagi kehidupan. Literasi, sambungnya, juga dianggap
sebagai kemampuan mengolah informasi, berpikir kritis dan kreatif, serta
menyelesaikan suatu persoalan secara inovatif. Dalam konteks pendidikan, guru
dan siswa perlu meningkatkan kecakapan literasi agar kompeten dalam mewujudkan
kualitas pendidikan yang unggul dan profesional.
“Literasi itu penting sekali. Di era ini, literasi
dibutuhkan dalam banyak hal. Maka dari itu, guru dan siswa perlu memperkuat dan
meningkatkan kecakapan literasi,” ujarnya ketika menyampaikan sambutan.
Mendukung Program Genta Belis dan Memperkuat Peran Sekolah
Alberd menambahkan, kegiatan workshop literasi tersebut
senada dengan Program Genta Belis
yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT. Saat ini,
ungkap Alberd, generasi sedang berkutat dengan persoalan membaca dan menulis yang
berpengaruh terhadap perkembangan pola pikir dan daya saing. Apalagi,
lanjutnya, data rapor pendidikan masih berkisar pada tataran sedang dan rendah.
Lebih lanjut, terang Alberd, sekolah harus
berpartisipasi aktif dalam menghasilkan generasi yang cerdas melalui
peningkatan literasi. Oleh sebab itu, penguatan dan peningkatan literasi tidak
boleh hanya sebatas program rutin, tetapi harus bertransformasi menjadi budaya
di lingkungan pendidikan.
“Untuk itu, peningkatan dan penguatan literasi sangat
penting bagi guru dan siswa. Kita juga harus membangun budaya literasi berbasis
karya. Atau menjadi produk unggulan sekolah,” tandasnya.
Membangun Kolaborasi
Sementara itu, Direktur Yayasan Rumah Literasi Cakrawala
NTT, Gusty Rikarno, menyampaikan apresiasi atas langkah dan komitmen SMA Negeri
1 Lobalain dalam membangun budaya literasi. Menurutnya, literasi harus
diwujudkan dalam budaya dan karya sehingga terus bertumbuh dan berkembang di
kalangan guru dan siswa.
Ia mengatakan, upaya peningkatan dan penguatan
literasi perlu dipandang sebagai kerja kolaborasi yang menuntut dukungan dan
kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk satuan pendidikan. Dengan begitu,
generasi yang sedang mengalami dehidrasi literasi bisa memperoleh asupan yang
cukup guna mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas.
“Gerakan literasi adalah gerakan semesta. Gerakan ini
membutuhkan kerja sama dan dukungan bersama,” ungkap Gusty.
Untuk diketahui, kegiatan workshop tersebut memadukan
pendalaman teori dan penguatan praktik. Nantinya, luaran yang dihasilkan dari
kegiatan ini akan menjadi produk berupa buku karya guru dan siswa. (MDj/red)








0 Comments